DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kehancuran, Lagi?


__ADS_3

"Huh! Tak usah kau basa-basi dengan kami!"


"Ikut kami hidup-hidup atau mati disini"


Willow sudah akan menekan pelatuk pistolnya.


"Ternyata semudah ini membobol tempat ini" Theo berjalan mendekat ia menarik kursi yang ada dihadapan Camy.


Willow dan Wina masih dengan posisinya.


"Aku juga heran dengan sistemku kenapa mudah sekali kalian masuki!" Camy menyenderkan punggungnya.


"Melemah huh! Tak menyenangkan jika semudah ini, harusnya tanpa robot-robot itu, kita bisa membawanya ke bos" Willow  metendahkan Camy.


Willow mendekat, ia mengendurkan kewaspadaannya. Camy menatap lurus dengan gerakan seringan bulu ia telah mengunci Willow.


"$hiit!" Pekik Willow.


"Kau lupa terlalu banyak Will, aku tahu kelemahanmu!" Camy menghimpit leher Willow. Ia meronta, namun cengkraman kuat Camy tak bisa ia lepas dengan mudah.


"Memang masuk kedalam sini sangat gampang, tapi kalian yakin bisa keluar?" Seringaian licik terlihat pada wajah Camy. Ia melihat ketiga orang didepannya goyah, walau mereka menjaga ekspresinya kembali datar. Namun Camy telah melihatnya.


Camy terkekeh. "Kalian memang seperti ini, pengecut!" Kembali Camy melihat perubahan ekspresi itu.


Juga dari Willow, badannya bergetar, kemarahan naik, dengan nafas memburu. Willow menyerang. Camy telah memprediksikan. Ia melepas dan menghindar.


Ia akan bermain dengan mereka. Kemudian Wina ikut menyerangnya. Camy tahu Wina adalah petarung jarak dekat. Camy menangkis serangan mereka berdua, bergantian.


Camy menghindar. Terus menghindar dari serangan mereka untuk menyimpan tenaganya. Theo hanya diam ia mengamati, melihat Willow yang mulai kelelahan juga Wina yang akan kelelahan.


Theo maju. Ia tak menyerang hanya menunggu serangan Camy. Mau tak mau Camy menyerangnya. Theo melakukan yang tadi Camy lakukan pada Willow juga Wina.


Senyum jumawa terukir di wajah Theo.


"Cam ia miroring dirimu! Tak usah banyak bermain lagi, serang lutut sebelah kanannya" Marzon melihat itu.


"Kalau bisa patahkan saja, atau aku kesana Cam?" Jenny sudah sangat muak dengan Theo.


"Tak usah, aku akan bermain sedikit lagi! Lalu akan aku---" bisikan Camy terputus.

__ADS_1


"Hanya begitu saja, kini giliranku!" Theo mulai menyerang. Namun Camy langsung melancarkan serangan pada Theo tanpa kata ia menyerang kelemahan yang Marzon beberkan.


Tendangan yang membuat Theo terduduk dengan lututnya. Camy menendang dada juga kepala Theo hingga ia tersungkur lalu menginjak kaki Theo, yang cedera dan ...


KREEKK!!


"AAAARRGH ... " teriakkan yang memekakkan telinga. Theo memegangi kakinya itu dan Camy berjalan ke depan ke arah kedua wanita disana. "Apa kalaian pikir semuda itu?"


Wina menembakan senapannya, tapi Jenny dari belakang lebih dulu meraih pistol dan merebutnya. Lalu meninju dasa Wina hingga ia tersungkur kedepan.


"Halo? Ada tamu rupanya? Kau tak memberitahu kami Cam?" Kemudian menghentakkan senjata Willow dengan gerakan yang luwes dan menendang perut Willow yang tadi ada di sebelah Wina.


Senjata Wina dan Willow ia lempar jauh. Camy pun menyerang Willow, ia menghantam kepala Willow, kemudian perut juga dengan Wina yang dihantam keras dengan tonjokan Jenny.


Jenny mencengram leher Wina. Sedangkan Camy menarik dan menghantam Willow. "Ini dari Bharat, tentang tetuanya yang kau tembak juga kau bakar" bisik Camy dengan cepat ia memutar kedua tangan Willow kebelakang.


"Aaaakkkhh ... " rasa nyeri menjalar dari kedua tangannya. Willow menyipitkan mata. Matanya menajam.


"Kalian! Tak akan bisa mengalahkan bos kita." Theo yang duduk mencoba provokasi. Namun ini Camy juga Jenny yang sudah muak dengan mereka.


"Kalau saja Riby ikut kalaian akan dipotong saat masihbkeadaan sadar. Sama dengan tangan kanan yang kita kirim kan kembali pada kalian." Jenny membekuk leher Wina yang sedari tadi meronta karena susah untuk bernafas hingga pingsan.


Jenny mendekat pada Theo, "sekarang pilih! Mau kembali seperti ini, atau seperti yang sudah kami kirim sebelumnya?"


DOOM!!


DOOM!!


Camy dan Jenny terpental. Ledakan terjadi. Sebagian bangunan runtuh, Ledakan kecil. Bahan peledak yang Willow dan Theo pasang pada tubuh Camy juga Jenny.


Sedangkan Willow membawa Wina keluar.


Theo pun juga keluar dengan kaki pincangnya, mereka meletakan beberapa peledak lagi juga robot-robot tadi adalah peledak yang sengaja dikirim ke Hide Dome oleh Marky.


Mereka bertiga melarikan diri di jalan mereka masuk. Lalu Theo menekan tombol ditangannya. Terdengar ledakan-ledakan yang saling bersusulan.


"Bodoh!" Maki Theo melihat kearah reruntuhan karena ledakan yang mereka buat sambil masih menjauh dan masuk kedalam kendaraan yang akan membawanya kembali. Willow dan Wina berada disebelahnya.


Ia masih melihat ke atas ledakan ditengah Hide Dome. Senyum licik dengan kemenangan tercetak di wajah angkuhnya.

__ADS_1


"Mati kalian!" Lalu ia pergi dari sana.


Didalam Hide Dome. Marzon, Clara Era dan Mariah berlari keara Jenny juga Camy. Banyak luka yang mereka peroleh.


"Tandu! Bawa cepat tandunya!" Marzon menghubungi Pedro.


Pedro dan Nemon datang. Ia membawa Camy juga Jenny dengan jaring laba-laba mereka. Seperti membawa Riby dan Leon saat itu. Mereka berlari kearah jalan lain yang sudah mereka buat sebelumnya.


Disana sudah menunggu kendaraan milik DarkHole juga kendaraan ExSide.


Mereka meninggalkan Hide Dome kembali dalam keadaan hancur.


Amber berjibaku dengan serangan pada komputer utama mereka. Ada hama yang tiba-tiba dengan kuat dan bertubi menyerang DarkHole.


Bukan Wina. Karena ya Wina ada dalam peperangan. Tak tahu dari mana peyerang ini lebih hebat dari serangan Wina.


Amber mengeblok semuanya. Agar hama ini tak masuk terlalu dalam. Ia menghibungi Alex yang berada di bukit Frizt.


"Alex aku pindahkan semua data padamu. Aku memdapatkan serangan"


"Kau perlu bantuanku?"


"Tidak untuk saat ini, aku masih bisa mengnyelesaikan, tapi kau stand by aja ya, aku tak tahu dia menyerangbsampai mana"


"Sial! Ia memutus semua listrik, aku akan menggunakan milikmu yangbada disini Lex,"


"Iya kau gunakan saja, sebentar aku coba menyelidikinya, aku jadi penasaran"


"Aku tahu pasti Nokturnal"


"Iya kau benar, lokasinya dekat hutan tempat Riby di sekap, bukan kantor pusat, Wah mereka memiliki tim IT yang mereka sembunyikan rupannya."


"Itu tim IT Monts Side," Marzon datang setelah mereka melarikanCamy dan Jenny ke rumah sakit Nokturnal, dan memastikan luka yang diderita Camy hanya luka luar tak ada patah tulang ataupun luka dalam lainnya ia pergo ke DarkHole.


"Clara Era, ia bisa membantumu,"


"Silahkan, gunakan tempat itu" Amber menujuk kursi kosong, dulu tempat Wina.


"Ini tempat Wina?" Clara Era menarikan jarinya diatas keyboard. Layar itu telah ia kuasai, dengan sedikit trik ia mengecoh musuh,

__ADS_1


"Ini akan seru" Clara tersenyum senang. Ia akan seolah-olah menjadi Wina dan mendorong mati musuhnya, dan Wina akan dibenci dengan masih berpihak dengan DarkHole.


tbc.


__ADS_2