
"Patrik panggil Wina dan Willow" Perintah Marky yang membuka berkas didepannya. Patrik pun mengangguk dan bergegas menuju Foxes Side.
Berkas itu membuat fokus Marky terarah pada kertas-kertas yang ia balik sedari tadi. Senyuman mengembang. Ia menyambungkan panggilan pada Patrik.
"Panggilkan Willow tak usah Wina!"
"Siap Tuan" Patrik menjawab. Marky melihat video yang juga ia dapatkan. Melihat kejadian dalam layar dengan bola mata berbinar.
"Potka keruanganku sekarang!" Perintahnya. Ia masih menggerakan kursor dan mengulangi video itu berulang kali. Senyuman miring licik tercetak pada wajah tuanya.
Patrik masuk dalam ruangan Willow. "Kau dipanggil Bos" begitu melihat Willow yang mengabaikannya Patrik menekan katanya.
"Sekarang!" Willow menatap kesal mantan asistennya itu. Ia masih tidak terima Patrik lebih memilih Marky dan meninggalkannya.
Willow kira Patrik adalah bawahan yang setia tapi ia lebih memilih menjadi asisten Marky.
Sejak kematian Theo, Lamorna kembali ke Black Sea. Secara resmi.
Lamorna sangat sibuk sekarang juga senang karena tanpa mengotori tangannya, lawannya hilang satu per satu.
Wina kembali ke Foxes Side, menjadi bawahan Willow, tak memgapa baginya karena sekarang ia hanya ingin memusnakan Jenny juga DarkHole. Yang membuat Theo tewas.
Dan juga dengan keadaannya yang sangat aneh belakangan ini. Willow mengira Wina kembali pada traumanya.
Potka Mauiwa, manusia terlatih yang sekarang menjadi pasukan elite milik Marky dari ras Mutan. Ia bisa berubah wujud menjadi serigala. Dan ketika perang ia akan menggunakan wujud serigalanya.
Marky memanggilnya karena merasa tepat jika menyerahkan kasus yang baru ia baca tadi pada Potka.
Potka sedang menekuni berkasnya. Lelaki dengan tubuh tegap dengan kulit kecoklatan tak lupa banyak tato di lengannya hingga lehernya juga rambut panjang dengan kuncir di bagian atasnya. Sangat jantan.
"Penemuan baru bos" ucap Potka. Setelah melihat laporan juga videonya. Sejak dulu ras sepertinya ada hanya karena keturunan atau gen, bukan hasil rekayasa manusia seperti ini.
"Aku serahkan padamu, mungkin kau bisa memantaunya. Bawa mereka berdua dalam timmu" Marky mengedikkan bahunya kearah dua orang yang sedari tadi duduk tak jauh darinya.
"Mereka Osman juga Rasmus, kalian akan masuk ke dalam tim Potka dan serahkan semua penelitian kalian padanya." Potka mendekat pada dua lelaki yang sedari tadi hanya diam kikuk di pojokan.
"Saya Potka, semoga kerjasama kita menyenangkan" tangan kekarnya disambut oleh tangan kurus milik Osman lalu bergantian Rasmus menyalami dengan antusias.
__ADS_1
"Sudah lepaskan" bisik Osman pada Rasmus yang menyengir kesenangan hingga terus memegang tangan Potka dan menggoyang-goyangkan dengan antusias.
"Kalian keluarlah" usir Marky.
"Patrik, kau ke Wina, pindahkan dia ke tempat Potka!" Perintah Marky. Tanpa menunggu balasan Marky sudah menutup panggilannya.
"Potka jemput Wina, bawa dia ke tempatmu"
"Baik boss"
"Dan kalian ikutlah dengannya" perintah Marky langsung mendapat cengiran dari duo yang kesenangan di sofa itu.
"Baik boss" mereka menjawab serentak.
"Tuan" Willow datang setelahnya. "Kau ceritakan padaku, dulu Wina pernah di rawat saat di DarkHole. semuanya!" Marky masih menekuni beberapa berkas.
Dahi Willow mengkerut, ia heran mengapa Bosnya menanyakan masalah Wina. Walau heran merasuki, Willow tetap menceritakan trauma Wina tentang masa lalu. Hanya itu yang ia tahu dan sudah ia katakan pada Marky.
Marky mendengarkan semua penjelasan Willow. "Kalian diam saja, jangan serang atau lakukan apapun dulu pada DarkHole maupun Ex Side"
Namun ia adalah Willow yang tak ingin dikekang, ia kan mencari tahu rencana sang bos juga tetap mengusik DarkHole juga Ex Side. Willow tak takut karena ada Braxton dibelakangnya.
Willow meninggalkan ruang Marky dan menuju Foxes Side. Ia melihat Wina dengan kopernya. Juga ada Potka Mauiwa disana.
"Wina!" Panggil Willow yang kemudian mendekat, disana juga ada dua orang lainnya, entah siapa mereka dua orang lelaki bertubuh kurus juga bertubuh tambun yang melihat kearahnya.
"Kau akan kemana?" Potka maju, seperti menghalangi Willow mendekati Wina.
"Kami sedang dalam misi rahasia, jadi bisa anda jangan terlalu banyak bertanya, nona Willow!" Potka berdiri tepat dihadapan Willow yang mulai murka. Seenaknya saja ia menghalangi Willow berbicara dengan Wina.
"Nona Willow, biarkan mereka pergi" Patrik berjalan mendekat pada Willow. Dan berdiri disebelah Potka. Patrik memberi kode pada Potka untuk meneruskan perjalanan mereka.
Potka menarik Wina dan koper Wina dibawa oleh salah satu lelaki yang ada dibelakang mereka.
"Hei mau kau bawa kemana temanku itu!" Willow masih keras kepala, ingin mengajar. Patrik menghalanginya.
"Nona mereka sedang dalam misi dari Bos"ucap Patrik menatap datar mantan atasannya itu. Ia tahu sekeras kepala apa Willow.
__ADS_1
"Misi apa?" tanya Willow. Patrik tak menjawab. Ia hanya diam.
"Jika anda ingin tahu, anda bisa bertanya langsung pada bos" kemudian Patrik menjauh setelah ia melirik Potka dan Wina telah pergi dari Nokturnal.
"Argh ... " amarah Willow sampai diujung kepala. Merasa penasaran juga kesal. Misi apa yang membuat hanya Wina yang dilibatkan.
"Lihat saja aku akan cari tahu apa yang bosmu itu sembunyikan" gumanan Willow, ia menghentakan kaki menuju ruangannya.
Dalam ruangan ia segera menghubungi Braxton. "Braxton! Sepertinya Marky merencanakan sesuatu, kau harus mencari tahunya!"
Tanpa sapaan Willow langsung membentak juga berteriak kencang pada orang yang ada disebrangnya.
"Woah chill Willow! Kau kenapa?" Tenang. Braxton. Ia baru saja membuka matanya. Suasana ruangannya cukup temaram. Hanya sedikit cahaya matahari dari sela jendela.
"Aku bukan hanya kesal, namun marah. Wina masuk dalam misi yang dirahasiakan oleh Marky."
"Lalu?" Braxton mengangkat lengannya, dari kepala wanita yang sedang tertidur diranjangnya. Wanita yang menemaninya semalam.
Braxton bangun tanpa mengenakan atasan, ia menuju jendela dan membuka tirai dan sinar matahari memenuhi kamarnya yang berantakan.
Ia melihat keadaan kamarnya hanya menggeleng, tak menyangkan akan seperti ini keadaannya.
Braxton masih mendengarkan kemarahan Willow di seberang. "Pagi" suara serak dari seorang wanita dengan rambut yang berantakan.
Ia turun dari ranjang, mengambil bajunya yang tercecer dan kembali duduk diranjang. Tak ada rasa malu. Kejadian itu menjadi santapan empuk untuk Braxton yang memang otak ranjang.
Ia mematikan sambungannya dengan Willow dan kembali menyerang teman yang menemaninya bersenang-senang semalaman.
"Kau menggodaku kan Mariah!" Bisik Braxton yang sedang menikmati leher wanita yang memang sengaja menggoda lelaki itu. Ya wanita itu Mariah.
Suara kekehan juga decapan menghiasi kamar yang kembali temaram. Sebelumnya Braxton menutup kembali tirai jendelanya.
"Sialan kau, Wright! lihat saja kau harus sujud padaku jika ingin tahu tempat kakakmu itu berada! juga tentang misi yang sedang Marky lakukan! sialan kau!" Willow melemparkan semua barang yang ada di mejanya. ia murka. seenaknya saja lelaki itu memutuskan panggilan.
Willow sudah mencoba menghubungi lagi namun tak dihiraukan. memang sialan lelaki itu. Willow pun mendengar ada suara seseorang sebelum sambungan panggilannya diputus sepihak oleh Braxton. "Dasar Beren gsek!"
tbc.
__ADS_1