DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Persembunyian


__ADS_3

"Berita tentang DarkHole tak ada, yang heboh berita tentang adanya pemberontak di Nokturnal menjadi Head Line setiap berita." Amber menelusuri berbagai portal berita.


"Juga lenyapnya Ex Side dan kami memang pemberontak" Clara Era menimpali Amber.


"Aku suka kau! Kau jujur" Amber menepuk bahu Clara. Mereka masih berada di bukit  Rfizt.


"Dan kau bertiga sedang dalam pencarian alias buron" lanjut Amber.


"Luar biasa memang Nokturnal. Berita DarkHole mereka tutupi agar tak mencuat masalah pohon uang itu" Amber mendorong kursinya mendekat pada Clara Era yang duduk mendengarkan celotehan Amber. Melirik juga ke berita itu.


"Nokturnal tidak akan melepaskan kami dengan mudah" ia sadar itu.


Brak!


"Lupakan berita itu, sekarang aku ingin mempelajari lagi seluk beluk Nokturnal" Alex melegakkan tumpukan berkas yang ia dapat dari Clara Era dan mengembalikan pada wanita itu.


Sedangkan Clara Era sangat malas dengan kapasitas otak Alex, ini sudah lima bulan setelah mereka kehilangan Riby. Dan yang lain dengan cepat mencerna setiap apa yang ia beritahukan. Namun tidak dengan wanita didepannya ini.


Benarkah dia salah satu hacker terpintar? Clara Era tak habis pikir saat para tim DarkHole meng-iyakan pertanyaan tentang kapasitas otak Alex.


Clara Era menghembuskan nafasnya kasar. Mau tak mau ia harus mengulang tumpukan berkas didepannya hingga Alex mengerti.


"Alex aku menunggumu sedari tadi di lab! Hey kau tak bisa melepasnya begitu saja." Daniel mendatangi Alex yang antusias mendengar semua informasi dari Clara.


"Yaahhh ... Daniel, please aku sedang belajar ini, penelitian itu bisa berjalan tanpaku" Alex malas. Ia memiliki obsesi baru tentang jalur Nokturnal.


"Sudah kau ikut aku dulu sekarang, tak ada bantahan!" Daniel keluar lebih dahulu.


"Ck! Dasar pak tua!" Maki Alex yang membereskan berkasnya,


"Aku mendengarmu Issa Alexandra!"


"Kupingmu salah dengar sepertinya!" Teriak kencang Alex. Lalu menyusul Daniel yang menatap tajam kearahnya.


"Ayo kita sudah terlambat! Nanti aku ketinggalan penelitiannya" Alex dengan muka lugu berjalan ke arah lab proyek yang sedang ia kerjakan. Sejenak Clara Era merasa lega.


Ia menyenderkan tubuhnya ke kursi dengan keras. "Ini hanya sejenak. Istirahatlah! Nanti ia akan menganggumu lagi." Amber kembali menekuni layar didepannya.

__ADS_1


*


*


*


"Mereka menghilang tuan" Juan mengabarkan tentang keberadaan Ex Side yang mereka temukan namun setelah di datangi sudah tak ada siapapun disana.


"Tidak meninggalkan jejak. Dan tim penyidik sekarang menunggu perintah Tuan" Juan menjabarkan


"Dasar tak becus!" Braxton berada disana, Diruang Marky. Ia terlihat berang. Ia mendekat pada Juan. Braxton menarik kemeja Juan.


"Apa saja kerjanya?! Bilang pada mereka cari hingga dapat, gunakan segala penemuan untuk mencari keberadaan mereka. Dan jangan kembali sebelum mereka menemukannya." Braxton mendorong tubuh Juan hingga oleng mundur beberapa langkah.


"Mereka harus ditemukan! aku tak mau mereka mengulah lagi. Kau dulu terlalu baik hati tak melenyapkan anak Aldy itu, Marky." Braxton menyambar cerutu, memotong ujungnya dan membakar. Ia menyesap batang cerutu itu. Dan menghembuskannya. Mencoba menenangkan hatinya.


Juan menatap Marky, meminta jawaban Tuannya. Ia hanya mengedikkan kepalanya agar men-iya kan Braxton.


"Ba ... Baik Tuan" Marky memberi kode Juan untuk pergi dari ruangannya. Juan langsung keluar.


"Aku akan melenyapkannya" Marky hanya melihat pemuda kurang ajar didepannya yang sedang menikmati cerutu miliknya.


Marky tidak tahu Braxton dan Lamorna bekerja sama juga, mereka ingin menguasai jarahan Lamorna. Mereka menyiapkan pemberontakan yang lain.


Sudut bibir Braxton terangkat sedikit, licik.


*


*


*


"Sayang" lirih. Wina tersentak dalam tidurnya. Mimpi itu terus menghantui Wina. Mimpi dimana ia melihat Theo yang ditembak mati oleh Jenny. Tangan Wina meremas kuat seprei ranjangnya. Mata menajam menatap lurus, seolah Jenny ada didepannya.


"Mati Kau, Ja lang!" Wina menggeram marah.


"Kau harus mati ditanganku!" Geraman lagi, Wina merasa nyeri dan panas pada tubuhnya. Ia mengeram, geraman yang sangat berbeda. Geraman aneh. Matanya memerah dan melebar.

__ADS_1


Wina terus mengeram. Dan kemudian ia tak sadarkan diri setelah berteriak kencang.


"Kesini cepat!" Seorang sedang mengawasi layarnya, seseorang dengan badan besar juga kantuknya melenggang kedekat si pemanggil.


"Lihatlah!" Ia mengucek matanya, fokus pada apa yang ingin si pemanggil perlihatkan padanya. Matanya melebar.


Dan terlihat ekor keluar dari dalam selimut Wina, bulu terlihat muncul diseluruh badannya dan terlihat serigala abu-abu tertidur dengan dada yang turun naik.


Mata tajam terbuka, monjongnya menganga, ia menguap lebar dengan lidah terulur. Menatap sekelilingnya. Ia berjalan kearah toilet dikamarnya.


Dengan kaki mengakat satu ia melepaskan keinginannya. Mengucur air seninya. Lalu ia bergidik. Lalu keluar dari toilet dan kembali lagi tertidur.


Tidur lelap. Dan beberapa menit kemudian tubuhnya berubah kembali menjadi manusia. Wina. Masih terlelap tanpa mengenakan pakaian yang sudah terkoyak.


"Kita berhasil! Kita berhasil!" serunya, kantuk yang mengelayutinya sedari tadi menghilang seketika. Mereka saling memeluk.


"Jangan kasih tahu siapa-siapa selain bos, karena ini masih uji coba" dua orang itu melemparkan senyum bahagia. Penelitian mereka berhasil.


"Sudah hampir setahun aku kira penelitian ini akan gagal. Apa sebabnya?" Pertanyaan si badan besar.


"Kita harus memberi tahu penelitian ini" Mereka peneliti yang dipandang sebelah mata oleh yang lain. Karena tak memiliki prestasi apapun. Dan dengan ini mereka pasti akan dilihat oleh si bos. Mereka sudah tak sabar.


Mereka merayakan keberhasilan mereka. "Apa tidak apa-apa kak?" Si badan besar bertanya pada pria satunya dengan badan tinggi kurus.


"Aahh ... tak apa, penelitian ini akan menjadi besar. Kita akan terkenal" jumawa. Namun tidak serta merta jawabannya membuat si badan besar puas.


"Ini ilegal, kita melakukannya pada Nona Becs, tanpa seijinnya" si badan besar ragu.


"Udah, aku yakin Marki akan bangga dengan kita, ini penemuan besar, bahkan peneliti Nokturnal saja tak ada yang bisa"


"Kau tidak usah kuatir, tidak sia-sia kita menyelinap ke tempat yangbsudah hancur lebur itu" Mereka memang mengais beberapa batu meteor juga beberapa formula-formula yang tertinggal pada Hide Dome, DarkHole juga Ex Side.


Dan mereka menjadikan beberapa orang petinggi Nokturnal menjadi percobaan mereka. Mereka menjadi staf kantin, dan mencampur benerapa makanan pesanan petinggi dengan formula hasil karya mereka.


Sayang Theo lenyap, mereka juga mengincar Braxton juga petinggi Monts Side lain, namun tidak bisa mereka tembus. Wina yanh sekarang menunjukan keberhasilan mereka.


Dan ada hal besar yang memang akan menanti mereka. Hal yang akan membuat mereka bertemu dengan bos yang mereka segani. Bornt Marky.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2