DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Hide Dome


__ADS_3

Lamorna murka, Leon membawa orang asing ke WarSite. Tapi ternyata untuk misi yang ya gagal itu.


"Apa yang dipikirkannya saat menyetujui misi itu? Padahal duduk diam didekatku saja sudah cukup untuknya, dasar serakah!" Gerutuan wanita tua itu. Tak melihat sifaynya sendiri juga sebelas dua belas dengan yang ia gerutukan.


"Darius, bagaimana perkembangannya?" Lamorna menatap tangan kanannya itu.


"Masih tak bisa terlacak Nyonya, Leon tak ada di DarkHole"


"Mereka menyembunyikan Leonku!" Geram Lamorna. Alejandro berjalan memasuki ruangan Lamorna.


"Lupakan anak bodoh itu" ia mendekat. Duduk di sebelah Lamorna. "Biarkan saja ia ditawan oleh mereka, bagis bisa jadi mata-mata kita"


"Kau bisa melacaknya?" tanya Lamorna, "Tidak hanya aku merasa ia masih hidup, kau lupa dia setengahku" rasanya Lamorna ingin meninju muka mutan ini. Kesal.


"Darius kita kembali ke Bats Side" Lamorna muak dengan Alejandro, apa yang bisa ia lakukan, ia hanya otaknya yamg bagus lainnya ya tetap binatang berkaki empat. Tal berguna.


*


*


*


Camy meraih berkasnya ia membaca penelitian Elle selama ini. Bahan dan kandungan dari Formula pohon uang, ia baca dengan seksama, jadi ini yang dicari oleh Nokturnal.


Disana juga ada catatan sang ayah, juga robekan kertas, Camy bergegas kembali ke rumahnya. Ia masuk kamar orang tuannya, membuka lemari dan mengambil satu per satu buku-buku yang masih tertata rapi disana.


Camy tak menemikannya, ia membuka sebuah kamar, yang ternyata ruangan lab ayahnya, mengarah ke tumpukan buku, juga lemari yang penuh dengan berkas juga buku-buku.


Camy mencoba mengingat sampul buku itu, tapi takut salah ia akhirnya memutuskan membuka buku dan menyamakan kertasnya dengan potongan kertas yang ia punya.


Banyak berkas juga penelitian disana. Ayahnya ternyata sangat passion terhadap kerjaannya. Terlihat dari detail catatan ayahnya pada berkas-berkas.


Camy menemukan berkas Pedro disana. Sangat membingungkan? Bagaimana bisa? Apa yang ia terapkan pada Pedro ternyata tertulis lengkap pada berkas-berkas yang ayahnya buat.


Camy membaca beberapa berkas lagi, Camy sangat penasaran. Dan sangat mengejutkan. Sebagian besar penemuan yang Camy buat juga tertulis disana.


Apakah ayahnya memilimi kekuatan seperti Bharat? Tidak mungkin! Lalu bagaimana bisa, Penemuan Camy ada di berkas ayahnya.


Camy meraih beberapa berkas lalu duduk dibalim meja kerja ayahnya. Membaca semua, hingga pagi. Camy memijat pangkal hidungnya. Ia lelah, banyak timpukan didepannya. Sebagian besar penemuan dan rencana penemiannya semua ada disana.

__ADS_1


Dan bukannya membuat rasa penasarannya tuntas, malah semakin menjadi, sekali lagi bagaimana bisa? Ayahnya tahu semua penelitiannya.


Di sebuah jurnal besar terdapat foto, disana Camy melihat ada foto Mr. Ruler juga ayahnya dan seorang yang pernah ia lihat diparkiran DarkHole.


Kalau tak salah, pemilik Nokturnal, Bornt Marky.


Sleeng ...


Sakit kepala itu terasa lagi. Ini memang sudah lebih dari seminggu. Camy mengambil tabung plastik dengan dua butir kapsul tersisa.


Camy menenggaknya tanpa air. Ia masih ingin melihat berkas ayahnya dan akan merepotkan jika ia harus kembali ke tempat tenda sementara yang DarkHole dirikan.


Ia membuka lagi berkas yang berisikan tentang penelitian untuk membuat portal. Portal yang akan menjaga keselamatan keluarga dari beberapa peneliti.


Ayah Camy awalnya mengerjakan sendiri namun, ia membutuhkan kerjasama dari beberapa orang terbaik dalam bidang yang akan dibutuhkan dalam pembuatan portal dimensi. Lalu ia membuat jurnal portal yang akan ia gunakan sebagai catatan harian. Dan Camy membacanya.


Banyak orang menolak karena pekerjaannya memerlukan waktu yang tidak sedikit, mereka harus mengorbankan waktu bersama keluarga juga.


Ada yang setuju karena memikirkan keluarganya yang bisa mendapat perlindungan. Ayah Camy juga memerlukan suntikan dana besar untuk melakukan proyek ini.


Banyak sahabat dan para rekannya uang bertanya siapa yang mendanai proyek ini. Ayah Camy tidak pernah menjawab. Ia hanya berkata, kalau orang yang mendanai proyek tak ingin namanya disebut.


Uang yang ada di dalamnya basah, Ayah Camy mengeluarkannya. Dan mengangin-anginkannya. Agar kering. Dan bukannya kering, Ayah Camy dikejutkan oleh uangnya bertunas hijau dan itu banyak sekali. Namanya juga peneliti. Ia penasaran. Dan memindahkannya ke polibag. Beberapa ia teliti namun tidak adanya kemelencengan.


Tunas itu hanya tunas biasa. Jadi Ayah Camy meletakkannya begitu saja di halaman belakang rumahnya. Dan ia dan ibu Camy sibuk di laboratorium lebih banyak menghabiskan waktunya di apartemen dekat dengan tempat mereka bekerja.


Tapi ia begitu terkejut kala membuka taman belakang yang sebulan ini ia tinggalkan, tumpukan koin berada disekeliling polibagnya. Dan melihat pohon berbuah koin. Ini ia menghayal atau memang nyata.


Ia memanggil sang istri dan sama sepertinya juga ikut terkejut. Istrinya tertawa antara bingung dan senang. Pohon uang. Pohon yang diharapkan manusia dimuka bumi ini ada di halaman belakang mereka.


Mereka pun menelitinya. Ternyata pohon ini bekerja dimalam hari. Saat sinar bulan menyinarinya maka ia akan dengan sangat bahagia berkembang dan menghasilkan uang yang banyak.


Ia mendanai sendiri proyek portal yang mereka sebut Hide Dome ini.


"Cam? Sedari kapan kau disini? Jangan bilang kau tidak tidur? Ayolah Cam kau sedang masa pemulihan" Druw memberikan Camy segelas susu hangat. Sebenarnya ia melihat Camy menyelinap tadi malam.


"Okey aku lanjutkan nanti." Camu meminum susu itu. "Gak ada! Kau perlu istirahat setidaknya satu minggu"


"Oh Druw ayolah! Satu minggu? Setengah hari, janji aku akan tidur habis ini" tawar Camy, ia bisa gila karena penasaran dengan kelanjutan jurnal sang ayah.

__ADS_1


"5 hari"


"Oke sehari, deal" Camy tak mau memgalah untuk ini.


"Tidak. Ada. Penawaran! 3 hari! Deal! Ayau aku alihkan perawatanku kembali pada dokter Lizman"


"Oke 3 hari deal" lemah Camy. Ia tak mau harus berurusan dengan dokter tua gila itu, yang ada ia akan dikurung hingga entah kapan.


"Sekarang kembalilah ke tendamu" Camy menurut dengan membawa susu hangat yang baru ia minum setengahnya.


*


*


*


Dirumah berbeda, di ruangan bawah tanah, seseorang berusaha melepaskan rantai pada tangannya. Yang nyatanya sia-sia.


"Uuugh ... " ia mencoba meloloska  tangannya tapi hanya memer dan luka yang ia dapatkan. Ia pikir tak mengapa luka kecil, dari pada harus menjadi bahan penelitian.


Riby mengetahui apa yang akan Leon lakukan, sengaja ia berlama menyiapkan alatnya, ia lebih suka menakuti dengan cara ini.


Tak perlu kau habiskan tenaga mengejar. Kau tinggal biarkan dia berlari mencari persembunyian dan jika mereka telah menemukan tempat bersembunyi maka kau tinggal mencari dengan perlahan. Sambil memanggil namanya.


Padahal kau tahu dimana dia berada. Sangat menyenangkan.


Riby mengamati Leon yang dengan susah payah itu. Ia memukulkan tongkat pada pinggiran kursi yang terbuat dari besi. Melihat reaksi Leon. Ia tersentak. Kemudian terdiam. Sangat lucu.


Suara ketel nyaring membuat Leon bergetar. Riby mendekat pada kompor dan mematikannya. Suara kucuran air panas mengema. Leon sangat tersiksa menduga-duga apa yang akan Riby lakukan padanya.


Semua yang ekstrim berkecamuk dalam pikirannya. Matanya meliar ketika mendengar suara dari tempat Riby. Dan pikiran jelek akan membayanginya. Ketakutan. Kecemasan. Kegelisahan. Riby menyerang mental Leon. Berhasil.


Leon semakin memberontak dalam baringannya. Ia ingin melarikan diri. Hanya auman tak jelas, seketika ia tak bisa berkata.


Riby bersandar pada pantry. Menghirup teh chamomile, sangat menenangkan. Dengan melihat Leon yang sekarang menyakiti dirinya dengan memaksa tangannya lepas dari rantai yang melilit pergelangan tangannya.


Riby berjalan dengan ketel di tangannya. Sudut mata Leon menangkap Riby dengan tangan memegang ketel itu membuat gerakan memaksa melepas tangannya menjadi semakin cepat dan darah terlihat pergelangan tangannya.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2