
Druw mendatangi Jo dikamarnya, Jo kembali ke DarkHole. Ia duduk dengan tatapan yang kosong. "Kau tahu sejak kapan, kau anaknya?" Druw tak ingin membuang waktu, ia sudah menonton video Jo dan Mr. Ruler.
"Setelah Hide Dome terbuka aku semakin yakin, sebelumnya aku curiga saat Bharya kehilangan kekuatan dan tetua Bharat menanyaiku tentang ada hubungan apa aku dengan penginci kekuatan Bharat. Dari situ aku terus mencari kebenaran. Dan ini akhirnya." Jelas panjang lebar Jo.
"Sekarang bagaimana perasaanmu?" Druw duduk disebelah Jo dengan tangan mengenggam tangan Jo.
"Entah. Lega juga melayang"
"Kau tak tidur selama dua hari Jo, kau tahu, ini minum dan semua akan baik-baik saja aku janji" Druw mengelus punggung Jo yang telah meminum vitamin juga obat tidurnya. Sekarang Jo sedang berbaring.
Druw keluar kamar, sudah ada Camy menunggunya, "Bagaimana?" Druw mengangguk,
"Yah siapa yang akan baik-baik saja setelah membunuh satu-satunya keluarga yang sedarah dengannya walaupun orang itu sangat jahan tapi tetap saja."
"Kita tunggu saja beberapa hari, kita awasi saja perkembangannya" Druw meninggalkan Camy hari ini jadwalnya sangat padat. Ia praktek di beberapa rumah sakit.
*
*
*
"Bharat Alex terima kasih bantuannya, kalian sangat-sangat membantu," Daniel menepuk bahu Alex. Ia membuka lahan baru. Karena permintaan bunga-bunga meningkat pesat jadi mau tak mau ia butuh bantuan robot toples.
"Sama-sama Daniel. Aku lihat kau menanam bunga higanbana?waktu kemarin aku disini bungan itu belum ada? Ada yang memesankan?"
Daniel tersenyum sedari awal Bharat, ia melihat Bharat yang tertarik dengan bunga itu. "Iya tapi aku tak akan membocorkan nama klien ku, juga untuk penelitian, kalian berminat? Nanti aku beri"
"Aku juga ada black lily, persilangan antara black mopia dan lily of valley aku namakan mamba of valley. Racunnya berkali-kali lipat dan kadar 'melayang' nya sangat tinggi dan kematian cepat"
Daniel sebut 'melayang' agar lebih halus, bunga yang ia sebut memiliki kadar narkotika didalamnya, tanpa perlu lagi di olah menjadi serbuk,akan membuatmu melayang, juga berhalusinasi tinggi.
__ADS_1
"Aku sedang melakukan percobaan pada higanbana dan black mopia, belum selesai, jika jadi aku akan memberitahumu Bharat"
"Kau mau black mopia lagi?" Bharat mengangguk "Ya aku memberi sedikit saja pada obat-obat buatan Druw, efeknya sungguh luar biasa."
"Memang sifat black mopia itu digunakan dalam kebaikan akan baik jika di gunakan dalam hal jahat ya jadinya jahat."
"Dan aku sangat menunggu persilangan black mopia juga higanbana"
"Dan aku memiliki Danffodil alice, kau mau? Ia memiliki khasiat yang bagus untuk obat, ia langkah dan aku akhirnya berhasil mengembangkannya."
"Berikan padaku, sepertinya menarik" Alex bersemangat sedari tadi ia sebagai pendengar yang baik, ia sangat tertarik.
*
*
*
"Oh Leon ... " sambut Lamorna saat Leon masuk kedalam.
"Bagaimana tubuhmu? Harusnya kau istirahat saja" Suara memuakkan menurut mereka yang mendengar disebrang sana.
"Aku akan menengokmu" lagi suara manja yang membuat bergidik.
"Aku tak sabar ingin memeberitahukanmu apa yang Aku dapatkan disana" ucap Leon. Lamorna mengiring Leon untuk duduk di sofa ruangannya.
"Darius siapkan teh hangat cepat!" Seruan perintah Lamorna. Lamorna benar-benar berlebihan.
"Jadi apa yang ingin kau sampaikan padaku?" Ia mengelus pelan tangan Leon.
"Hide Dome. mereka telah berhasil membuka Hide Dome" Leon menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia gugup karena Lemorna sangat dekat dengannya. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Leon.
__ADS_1
Tok! Tok! Tok!
Lamorna menjauh. Darius masuk dengan baki berisi teh hangat untuk Leon. "Lalu?" Lamorna sudah tidak sabar. Sedangkan Leon belum juga memberikan sesuatu yang tak ia ketahui.
"Mereka menyembunyikan sebuah rahasia disana, aku tak terlalu jelas, karena saat itu aku dalam pengaruh bius, dan aku mendengar bukan hanya Bos yang kesana tapi juga Theo"
"Theo!" pekik keras Lamorna. "Ternyata bocah sinting itu juga mengiginkannya, apalagi? apalagi?"
"Jurnal. Mereka mencari jurnal. Mungkin disitu ada rahasia formula yang dicari bos"
"Juga mereka menyebutkan pohon uang"
Lamorna masih menunggu informasi yang lain. Dengan wajah serius. Leon merasa tak nyaman dipandangi Lamorna dengan intens. Ia mengapai cangkirnya dan meminum teh panas.
"Aarg ... " Pekiknya kepanasan, lidahnya menjulur merah. Ia muntahkan tehnya yang mengotori bajunya. Leon pamit kembali pulang. Dan Lamorna dengan wajah yang sedang berfikir tak menanggapi.
"Bersihkan semuanya!" Perintah Lamorna, ia melangkah menuju kursi kerjanya. Darius telah memerintahkan maid robot untuk memberisihkan teh yang Leon tumpahkan.
"Nyonya percaya perkataannya?" Tanya Darius. "Tidak" jawab Lamorna cepat.
"Tapi kita perlu menyelidikinya sendiri, Darius, kau siapkan orangmu untuk menyelinap kesana, karena si bocah Theo itu juga menginginkannya, aku tak ingin kalah lagi!" Lamorna memerintahkan.
"Tidak untuk ini, Cepat urus ini Darius!" peeintahnya lagi.
"Saya sudah menyelinapkan orang di DarkHole, dan belum ada laporan pada saya"
"Suruh orangmu ke Hide Dome, dan secepatnya memberiku kabar"
"Baik, Nyonya"
"Pohon uang ya? Pantas saja bos sangat tertarik dengan DarkHole DarkHole ini"
__ADS_1
"ini akan semakin menarik" bibir tuanya tersenyum culas.
tbc.