DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Bharat dan bahan yang hilang


__ADS_3

Bharat dan Jenny menuju tempat yang Loreen katakan, mereka bersiap, jika tempat yang mereka tuju akan sangat jauh. Tapi dugaan mereka salah, tempatnya sangat dekat, dengan padang bunga indah warna warni menghampar luas.


Hanya ada satu rumah ditengah padang bunga indah ini, Bharat dan Jenny mendekati rumah sederhana itu.


Seorang pria tua, menyambutnya didepan pintu, "Saya telah menunggu kalian" Pria tua itu memberikan seragam juga topi dan arit untuk mereka berdua. Bharat menerima, Juga Jenny dengan melongo.


Mereka mengikuti pria itu dari belakang, masuk ke rumah, ternyata dalamnya sangat mewah dengan tatanan modern dan luas, menaiki tangga dan kami menuju lorong dengan banyak kamar, dan kami sampai didepan pintu, "Ini kamar kalian"


Pria itu membuka pintunya lalu masuk, dengan Bharat dan Jenny ikuti dibelakang, kamarnya pun sangat luas dengan dua kamar lagi didalamnya juga ada sofa besar ditengah dengan layar hologram menampilkan acara televisi.


"Ganti! Saya tunggu dibawah" perintahnya, Pria itu pun pergi. Menyisahkan dua orang manusia yang terbengong. "Apa kita harus menggunakan ini?" Bharat mengangguk menanggapi ucapan Jenny, oa melangkah kearah kamarnya.


Masuk kekamar ada sebuah ranjang dengan satu meja dan lemari, dan kamar mandi. Bharat telah mengganti pakaiannya, keluar kamar Jenny sudah menunggunya di sofa dengan pakaian yang sama.


Mereka segera menuju tempat yang dimaksud pria itu, mereka hanya berjalan tanpa tahu dimana tempat pria itu menunggu mereka, dan diujung sana terlihat pria tua itu juga siap dengan pakaian yang sama.


"Ayo ikuti saya" Bharat dan Jenny mengikuti tanpa kata. Mereka tiba di ladang bunga itu. "Perhatikan apa yang saya kerjakan!" Pria itu meraih segenggam tangkai bunga dan mengaritnya. Lalu secara otomatis semua bunga diladang itu sudah terarit.


Ia mengambil beberapa tangkai bunga dan melempar ke kotak besi besar dan seperti awal, bunga yang terpotong itu masuk dengan sendirinya kedalam kotak besar.


Dan setelah satu ladang habis, kotak besi itu akan berjalan kearah rumah Pria tua itu.


"Ayo masih banyak ladang yang harus kita kerjakan" Pria tua itu berjalan mendahului Bharat dan Jenny. "Kalian kesana, saya disini" Pria tua itu menunjuk dua ladang. Mereka menurutinya. Seperti terhipnotis.


Berladang-ladang telah mereka panen, dan hari pun telah sore. Mereka kembali kerumah. "Terima kasih kalian telah membantu, ini untuk hanya setengah hari besok, permintaan dari Nokturnal meningkat, jadiii... kalian kesini mau yang mana?" Pria tua itu melepas topinya, ia berjalan kearah ruang makan yang luas dengan desain shabby chic, cantik.


Ia menuangkan cairan merah pada gelas yang sebelumnya ia tambahkan es batu yang menguar wangi sedap. Sangria dengan es di sore hari yang melelahkan, aroma buah bercampur dengan kayu manis semerbak dipenciuman.

__ADS_1


"Minum agar segar." Meletakkan tiga gelas dengan cairan berisi banyak buah-buahan.


"Daniel Peterson" Pria tua itu memgenalkan dirinya. Mengulurkan tangannya pada Bharat, "Saya Bharat Colton dan ini teman saya,"


"Jenewa Speer" Jenny menimpali, lalu ikut menjabat tangan Daniel.


"Oke Miss Colton, dan Miss Speer kalian istirahat kekamar dulu, saya akan ke ladang lagi, sepertinya mereka siap panen lagi." Daniel menggunakan topinya lagi serelah menyelesaikan satu gelas sangrianya.


"Panen?" Apa tadi ada yang luput mereka panen, pikir Jenny. "Iya Miss Speer, saya menggunakan pupuk fast grow milik Nokturnal dan ini yang membuat jadi kuawalah juga. Kalau begitu sampai jumpa besok" Daniel segera beranjak dari tempatnya.


"Kami bisa bantu Mr. Peterson" Bharat yang tadi saling pandang dengan Jenny itu, menawarkan diri mereka.


"Daniel, tapi kalau kalian tak keberatan, ayo kita berangkat" Senyum cerah tersungging di bibir tuanya.


Jenny mendekat ke Sandos ia membutuhkan bantuan robotnya itu, untuk ikut memanen, juga mengerahkan setoples robot kloningan bantuan, agar semakin cepat.


Dengan laser pembesar, robot itu membesar dan lima menit sebelum tenaga robot kloningan itu habis, robot itu akan kembali pada toplesnya. Pengembangan dari Alex. Dan DarkHole sangat terbantu.


"Loreen memanfaatkan kalian" Ucap pria tua itu. meletakkan topinya di meja, ada robot sedang memasak untuk mereka. Bharat dan Jenny merasa sangatblelahbdan mereka pertllu untuk istirahat.


"Daniel kau bisa serahkan semua pada mereka Sandos yang akan mengendalikannya, jadi kita bisa beristirahat. Dan ini minumlah, kau akan segar saat kau terbangun, walau kau tertidur hanya 10 menit"


Jenny menyerahkan sebutir benda bulat berwarna hijau mint, mirip permen mint dan rasanya juga mirip, tak seperti obat tidur. ini penemuan Druw yang sering di konsumsi Camy, hanya saja ini berdosis ringan.


Daniel tak ragu ia memakan tanpa curiga, ia percaya pada dua manusia yang baru semalam ia kenal. Daniel beranjak dari meja makan, ia menggangkat tangan, melonggarkan sendi-sendi tubuhnya, lalu menguap lebar.


"Kalian istirahatlah, sepertinya efek obat yang kalian beri ini telah bekerja, impresif, sangat cepat, nanti mungkin kita bisa barter dengan bunga-bungaku yang tak kalah hebat efeknya" Daniel mengerling sebelum beranjak pergi kelantai dua.

__ADS_1


*


*


*


Camy masuk dalam labnya, mengenakan jasnya juga siap meneliti, ia mencoba formula yang baru-baru ini ia ingat. Lalu ia menambahkan bubuk batu meteor itu.


Sama seperti Camy, lab Nokturnal yang sekarang diketuai oleh Clara juga masih dengan tim Mariah, melakukan tes formula yang mereka buat.


Awalnya melihat perkembangannya Clara dan timnya yakin, Formulanya telah ia dan timnya temukan. Bisikan juga gembar-gembor membuatnya tersebar cepat pada Mont Side dimana tempat para petinggi Nokturnal berada, dan Tempat si Boss.


Ucapan selamat Clara dapat dari setiap sudut Nokturnal jika ia lewat, membuatnya semakin percaya diri. Mariah dan timnya pun merasakan euforia kemenangan itu.


Tentu si Boss yang mendengar itu menjadi semakin tak sabar dengan harapan tinggi.


Mereka larut dalam euforia yang belum tahu hasil akhirnya. Saat rapat besar telah ditentukan tanggalnya.


Mereka terus menjaga agar tak tetjadi apapun pada cairan itu, mereka meneliti dengan lebih ketat, dan tak menemukan psrubahan berarti. Yang mereka tahu, mereka hanya membuat formula cairan ini. Karena dirapat besar itu, si Boss sendiri yang akan memalukan sesuatu dengan formula itu.


Hari H didepan mata, dan tak ada yang berubah dengan cairan Formula, tak berubah.


Rapat bear diadakan. Kumpulan petinghi dari Monts Side mendatangi ruang lab Di Owls Side, Pria berjas datang berkelompok, pemandangan yangbjarang dilihat. Monts Side hampir jarang mendatangi Side lainnya.


Banyak dari Side lain kasak kusuk melihat Side itu. Kumpulan uang dari Nokturnal.


Bornt Marky sudah melihat cairan dari foemula yang pernah ia lihat dulu, sama, senyuman mekar di bibirnya. Ia yakin kali ini ia pasti berhasil.

__ADS_1


Ditengah ruangan Bornt Marky memulainya, dihadapannya terdapat cairan formula dan kumpulan uang dan koin. Membuat para peneliti juga anggota Monts Side mengkerutkan kening apa yang akan dilakukan oleh bossnya itu dengan benda didepannya.


Kotak kayu berisi beberapa koin dan uang kertas ia geser mendekat lalu ia mengambil pipet dengan cairan formula itu, dan meneteskannya pada uang itu. Mereka semua menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan mereka tercengang dengan yang mereka lihat.


__ADS_2