DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Yang Tak Kan Terlupakan


__ADS_3

Braxton mengejar Juan, amarah menguasainya. Namun jejak Juan sudah tak terlihat. "Broke, dimana? Kau tak melihatnya?"


"Baik Tuan!"


Radar Broke segera memindai apa yang Braxton inginkan. Namun ia tak melihat apapun didepannya.


"Mana Broke?" Desisnya saat radar Broke kosong. Tak terlihat apapun.


Tit! Tit! Tit!


Radar Broke menemukan sesuatu dubawah sana. Di tengah hutan Nokturnal.


Broke meluncur kebawah. Target mereka semakin terlihat. Itu kendaraan Juan.


"Bagus Broke! Bagus!" Dengan tak sabar Braxton turun dari kendaraannya dan mulai bersiap dengan senjatanya.


Dihadapannya kendaraan Broke terlihat lubang dengan kepulan asap menghitam. Juga lubang peluru, juga banyaknya goresan disisi-sisi kendaraannya.


Hudson dan Mariah berjaga dibelakang Braxton. Hudson berjalan lebih dulu, untuk mengecek dengan Mariah bersiaga disampingnya.


Braxton menunggu aksi mereka dibelakang dengan bersendekap dada. Hudson menodongkan pistolnya.


Ia menendang pintu kendaraan. Dan pintu terbuka. Namun kosong. Hudson pun masuk perlahan dan lagi memeriksa. Kosong.


"Kosong Tuan!" Lapor Hudson. Braxton pun bergegas masuk untuk memastikan sendiri.


BRAK!


"SIAL!"


BRAK!


"SIAL! SIAL!"


BRAK! BRAK!


"SIALAN KAU MARZON!" tak terbendung lagi.


DRUAK!


Braxton meluapkan amarahnya pada kursi kendaraan. Terakhir ia menendang pintu kendaraan Juan hingga lepas salah satu engselnya. Rambut rapinya berantakan. Tangannya menyapu rambutnya kebelakang. Dan merapikan jasnya.


"KALIAN TEMUKAN! HIDUP ATAUPUN MATI!" setelahnya pergi begitu saja. Hudson dan Mariah hanya mengangguk.


*


*


*


"Braxton sayangku" Lamorna menyambut kedatangan Braxton.


Ia memeluk Braxton. Tapi Braxton hanya jalan kearah mejanya, duduk di kursi Lamorna. Tanpa tahu malu Lamorna duduk di pangkuan Braxton yang menyenderkan kepalanya dikursi dengan memejamkan mata.


"Marah, Huh!"


"Ada apa?"


Braxton dengan perlahan membuka mata. Dan menarik kepala Lamorna.


Ia perlu distraksi.


*


*


*

__ADS_1


Willow berkeliling tempat dimana Juan menghilang. Jika Juan memang anggota ExSide dan bekerja sama dengan DarkHole maka ia akan menggunakan strategi DarkHole.


Willow mendekati rongsok Sandos. Ia mengingat ada sebuah chip yang diletakkan pada rongsokan Sandos agar mereka dapat ditemukan.


Ia menuju belakang kursi kemudi, masuk dan meraba sisi bawa kursi. Ia merogohkan tangan.


Ctak!


Sudut bibir Willow terangkat. Chip ditangannya masih berpedar walau lemah. Willow menyimpannya dalam sakunya. Tak ingin ada yang mengetahuinya.


Willow bergegas ke kendaraannya dengan senyum tersungging di bibirnya. Braxton melihat itu. Menatap lurus pada Willow dan ia pun ikut menyusul.


Pasti wanita itu menemukan sesuatu, pikir Braxton. Ia mendengar dari Hudson bahwa Willow menawarkan diri untuk ikut membantu. Ia tidak akan percaya begitu saja.


Willow memasukkan chip itu pada sebuah alat dan menditeksi keberadaan Sandos.


"Target ditemukan" suara dari alat itu. Willow menyambungkan pada layar kaca depannya.


"Kunci! Kita kesana!" Perintah Willow.


"Baik Madam" ia memiliki kendaraannya dan juga robotnya sendiri. Namanya York.


Willow meluncur menuju radar Sandos.


Braxton mengikuti dengan jarak amannya.  Ia mengetikan sesuatu dan mengkunci Willow agar tak hilang.


Kacamata hitamnya bertengger dihidung. Ia melipat tangan didada masih mengawasi Willow yang keluar dari area Nokturnal ke arah hamparan laut luas.


Tit! Tit! Tit! Tit! Tit!


Lengkingan suara terdengar intens, pertanda mereka telah dekat. Willow sedari tadi hanya berputar pada tempat yang sama.


"Telusuri bawah laut, York!" Beberapa waktu selanjutnya.


"Tidak terlihat Madam"


Ia penasaran kenapa Willow hanya berkeliling ditempat yang sama kemudian lama berdiam diatas laut.


"Tuan Braxton" sapa Willow. Braxton hanya mengangguk.


"Sepertinya anda penasaran dengan yang saya lakukan hingga anda mengikuti saya?" sindir Willow.


"Kau menemukan sesuatu disini?"


"Barter?"


"Cih!" Decih Braxton ia tahu akan hal ini.


Willow hanya menatap kuku merahnya dan tersenyum miring.


"Bagaimana? Deal?" Willow mengeluarkan amplas kuku dan mengamplas kukunya agar lebih runcing. Lalu meniupnya.


"Apa maumu?" Braxton ingin tahu apa yang diinginkan Willow darinya.


"Kesetian dan kerjasama"


"Woh ... sungguh berani! Kau wanita!" Willow ingin jabatan lebih tinggi. Theo sudah tak ada namun Lamorna dan juga Marky. Ia ingin diatas. Obsesinya. Mengalahkan semua laki-laki. Dan memperbudaknya.


Untuk Lamorna karena dia tak suka saja, ia ingin sekali melenyapkan wanita tua bangka itu.


"Take or Leave? Easy peasy darling!" ucapnya dengan mengerling ke Braxton. Braxton tersenyum meremehkan.


"Lalu yang aku dapat?"


"Sesuatu yang sangat kau inginkan, tentu saja"


"Apa?"

__ADS_1


"Marzon ... aku bisa memberitahumu dimana mereka berada"


"AHAHAHAHAA ... Mengapa aku ingin kakakku?" tawa mengelegar yang teredam terdengar dari sebrang.


"Kau sangat ingin menyingkirkannya, Braxton! ExSide. Juga Juan yang telah berani menginjakmu. Lucunya kau itu ... Kalah dengan sekelas budak pungutan!" Serangan bertubi Willow lancarkan. Membuat tautan alis Braxton mengkerut dalam.


Amarahnya naik hingga kepala. Wajahnya memerah. Tangannya terkepal, uratnya menyembul. Menatap tajam seolah Willow adalah Juan.


Braxton teringat dengan kekesalannya pada Juan. Terhina, itu yang Braxton rasakan. Rasanya ia ingin menghancurkan sesuatu.


"TUTUP MULUTMU, ******!" Seruan keras Braxton.


SREEK!


KRAK!


CTAK!


SREETT!


Braxton sudah menodongkan rudalnya tepat didepan Willow yang masih bisa menyungging senyum miring yang licik.


"Aku tahu kau akan setuju, karna aku bekas DarkHole tim"


Wajah marah masih tercetak pada Braxton. Tapi ia membenarkan perkataan Willow.


"Aku akan mengirimkan padamu secepatnya," Willow pun menjalankan kembali kendaraannya.


KRAK!


SREETT!


Braxton memasukan kembali rudal mininya, ia mengikuti Willow pergi menjauh, dimana sinyal Sandos berpedar.


Dibawah Marzon dan Clara Era telah menambahkan shield pada bukit Rfizt. Marzon merasa heran mengapa mereka hanya berputar-putar diatasnya. lalu ia mengingat shield yang baru ia tambahkan.


Apalagi ia melihat Willow. Sebelum ia melihat adanya Braxton ternyata ada disana juga.


Ia kembali dan tak berapa lama melihat Sandos yang sedang di kelilingi robot untuk memperbaiki dirinya juga Joana yang ikut memeriksa keadaan Sandos.


Marzon melihat pedaran yang berasal pada Sandos. "Apa itu yang berpedar?"


Marzon mendekati Joana.


"Berpedar? Oh sinyal pertolongan yang kami tanam pada setiap rob... Sial!" Joana melebarkan bola matanya. Terkejut. Lalu menancapkan kabel data yang tersambung pada perangkatnya. Dan mulai menon-aktifkannya.


"Pantas aku melihat Willow berputar diatas kita." Santai Marzon. Dengan melihat gerakan tangan Joana di keyboard sibuk dengan berbagai macam kode yang ia ketikan.


"Gawat! Jangan sampai mereka menemukan tempat ini" cerocos Jo dengan mata yang fokus pada ketikannya.


"Aku tak ingin tempat ini mereka jamah. Aku ingin tempat ini suci dari orang rakus sepergi mereka!" Lanjutnya lagi.


"Willow sedang menerobos masuk rupannya," Joana menyambungkan panggilannya ke sebrang sana.


"Amber, Alex, akan ada penyusup! ia ingin mencari tahu keberadaan Sandos" Senyum miring yang mengerikan Jo perlihatkan. Marzon penasaran apa yang akan Joana lakukan. Ia hanya mengamati sedari tadi.


"Teman lama rupanya" Alex telah menerima apa yang Jo kirimkan.


"Ya teman lama, mungkin ia rindu pada kita, makanya mampir" timpal Joana masih tersenyum. Sarkas.


"Pasti rindu, kita harus menyambutnya dengan tangan terbuka guys, mau kita suguhkan apa?" Amber terkekeh, ia juga sudah melihat kiriman Joana.


"Suguhan yang tidak akan terlupakan" bisik Joana. Mendengar itu mata Amber juga Alex menjadi datar. Menatap lurus pada layar dengan tangan yang tak berhenti bergerak diatas keyboardnya.


"Tak akan terlupakan"


tbc.

__ADS_1


__ADS_2