DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Lora


__ADS_3

Marky melompati satu pohon ke pohon lain, ia sangat menikmati menjadi bagian dari Mutan di dunia bawah, yah, kata mutan yang selalu ia sebutkan untuk makhluk dunia bawah.


Ia tak begitu tahu ternyata semenyenangkan ini berada dunia bawah.


Mereka memiliki kekuatan yang besar dan jika dipadukan dengan teknologi modern akan menghasilkan satu mahakarya yang sempurna.


Namun memang, di Nokturnal kekuatan mereka dianggap ilegal. Ya kalian tahu, Marky dan yang lain tak ingin tersingkir. Jadi karena itu. Mereka menyebut peneliti ilegal.


Ia masuk dalam bangsa penyihir yang bebas melakukan apapun, kelemahan bangsa penyihir hitam adalah jika mereka keluar dari dari teritori kekuatannya terkunci. Hanya ia yang memiliki kekuatan tinggi yang bisa menggunakan kekuatannya.


Untuk masuk ke dalam dunia bawah, Marky berubah menjadi seorang penyihir hitam. Dan pastinya ia mendapatkan kekuatan sihir sementara.


Ia senang teramat sangat senang, tubuh tuanya sama sekali tidak berpengaruh, kekuatannya kembali seperti ketika saat muda.


Dengan semangat ia menggunakan kekuatannya. Ia melompat dari satu pohon ke pohon lain, tubuhnya menjadi seribu kali semakin gesit dan ringan.


Marky sangat rakus ia tak mau kekuatan sihir sementara, ia mau memiliki kekuatan itu selamanya. Dan Kristal abadi akan membuatnya memiliki kekuatan sihir yang luar biasa tinggi.


Dan Marky yakin jika ia memiliki kekuatan itu maka tak ada yang bisa mengalahkannya.


Ia bisa melihat gerakan di depannya, kembali Marky memacu kecepatannya.


Bharat dan Berus masuk dalam sebuah gua. Marky mengejarnya. Pria itu masuk. Dan tak menemukan Bharat dan Berus.


Tapi serangan dari samping menyadarkannya, kepekaan ya pun meningkat. Ia dapat menahan serangan Berus.


Macan hitam dengan armor itu meringis menahan kesakitannya. Dengan gesit Marky berbalik menyerangnya. Ia melancarkan pukulan bertubi.


Berus menerima pukulan-pukulan itu. Ia mundur beberapa langkah, dan terbatuk darah.


Marky tersadar. Ia tak menemukan Bharat. Matanya mengawasi sekeliling. Dan menemukan sudut ruangan berpendar.


Marky meninggalkan Berus. Lelaki macan itu mengangkat alis kemudian wajahnya menjadi serius. Tak bisa Marky mengganggu Bharat.


Ia menyerang untuk menghalangi Marky mendekat. Ia mengaum dan Marky yang peka menghindari serangan dengan melompat ke atas batu yang berada didalam gua besar.


Marky menatap tajam Berus. Kembali Berus mengejar dan Marky kembali menghindar. Kejar-kejaran dengan sesekali Marky menangkis serangan kilat dan api yang mengarah dari tangan Berus.


Marky menggambar sigil pelindung, ini lebih efisien daripada tangannya. Pelindung akan melindungi Marky dari serangan apapun yang mengarah padanya.


Dan ia mengeluarkan belari yang berubah menjadi tongkat sihir. Dan merapalkan mantra dan menyerang balik Berus yang tak siap, hampir terkena serangan Marky.


Ia berguling, terus berguling menghindari serangan dan bersembunyi dibalik batu.

__ADS_1


Mereka tak.tahu ada Willow yang ikut menyelinap masuk ke dalam tempat Bharat barada.


*


*


*


Sementara itu Bharat telah meletakkan Kristal Abadi pada sebuah batu dengan ukiran yang bisa menopang kristal itu berdiri tegak. Disana ia memusatkan semua kekuatannya dan akan menyatukannya pada Kristal Abadi.


Bharat menyatukan kedua tangannya. Membentuk segitiga. Dari segitiga itu muncul cahaya yang menyorot ke arah Batu Kristal Abadi. Cahaya keperakan Bharat keluarkan.


Tubuh Bharat perlahan melayang,


Zliiiiiink …


Armor yang ia kenakan berubah menjadi sebuah gaun putih cantik, kain halusnya melambai, terkena angin yang muncul disekeliling Bharat.


Dan dari Kristal Abadi keluar sinar spiral kehijauan melingkari sinar keperakan menuju tubuh Bharat. Ini adalah penerimaan kristal terhadap Bharat untuk berkerjasama dengan Kristal Abadi menjaga dunia.


"Haark" pekik Bharat yang menahan masuknya kekuatan besar itu dalam tubuhnya, rambut panjangnya berubah putih dan ikal. Bharat tak sadarkan diri.


Willow melebarkan wajahnya. Melihat perubahan Bharat. Ia tidak bisa membiarkan Bharat menerima kekuatan itu. Ia pun ingin mengacaukan.


Tapi langkahnya terpaku pada tanah. Ia tak bisa menggerakan kakinya. Susah payah ia mencoba melangkah tapi tetap tidak bisa.


Hanya ada pedaran biru gelap dari sekitar kristal abadi. Tubuh Bharat terkulai, walau ia masih melayang, perlahan tubuh Bharat turun.


BLAR!


Petir terdengar menggelegar dan semua tampak gelap gulita.


Willow tangan menjulur, ia meraba, ia tak bisa melihat sekitar. Semua peralatannya mati.


Willow berdecak. Ia cemas. Kepala Willow bergerak mencoba mengamati sekitar. Ia bergerak gelisah mencari jalan keluar.


Zlenk!


Sosok bercahaya biru keemasan dengan bermahkota kristal melingkari kepalanya, berdiri didepan Willow. Willow tak tahu siapa itu. Sosok perempuan dengan rambut lurus putih dengan gaun putih itu melayang di depannya.


Dengan mata yang putih. Kain-kain gaunnya berterbangan di sekelilingnya.


"HOARHG!" Mulut sosok itu terbuka di depan wajah Willow. Hitam seperti pusaran yang siap menyedot tubuh Willow, Ia menjerit kencang, ketakutan namun suaranya tak keluar.

__ADS_1


Namun sosok perempuan lain muncul di depan Willow membelakangi wanita itu, Ia menahan si sosok putih untuk melahap Willow.


Sosok putih itu adalah penjaga kristal abadi. Ia bisa merasakan energi jahat pada tubuh Willow dan energi yang ingin merebut kristal abadi.


Sosok itu hanya menjaga apa yang harus dijaga, dan menghancurkan setiap yang ingin mengganggu apa yang ia jaga.


Dan Willow salah satunya. Sosok yang berdiri di depan Willow adalah Bharat dengan sosok barunya.


Matanya berkilat dingin. Menantang penjaga kristal abadi. "Kau Ratu baru huh!" Ucap sosok penjaga kristal abadi.


"Ya Lora, kenalkan, Bharat, Ratumu" mereka berkomunikasi dengan batin.


"Cih! Aku masih tidak menerimamu! Aku tak mengerti mengapa si bodoh Thaja itu kalah!" Ketus Lora, si penjaga kristal abadi.


"Juga si Haiyla, tak bisa apa ia mencari sosok yang lebih kuat!"


Bharat sudah mendengar sosok Lora dari Haiyla. Lora tidak gampang menerima orang baru dan akan memandangnya tak pantas untuk mengisi kekosongan Ratu.


Lora dengan keras kepala tak ingin adanya Ratu baru. Dan ingin mengosongkan posisi itu.


"Minggir!" Ucap dingin.


"Tidak!" Bharat tenang.


"Aku akan menghancurkan wanita itu! Jadi minggirlah, aku akan melindungi kristal abadi dan kau tak usah ikut campur" Hardiknya dengan suara meninggi.


"Tidak dia milikku" ucap Bharat masih tenang. Tawa menggelegar dengan nada mengejek.


"Milikmu? Bahkan ia punya niat membunuhmu," sosok itu masih terkekeh geli.


"Oleh karena itu, dia milikku, jadi—"


"LORA SOPAN! IKUTI RATUMU!" Haiyla dengan suara menggelegarnya.


"Cih! Aku cuma mengingatkan karena bukan hanya wanita itu yang mengincar kristal abadi namun pria didepan sana " Lora berdecak namun ia menuruti ucapan Haiyla. 


"Terima kasih perhatiannya" 


"Cih!" Lora, tanpa kata ia menghilang.


 Begitupun sosoknya di depan Willow. Ia menutup mulutnya dan menghilang begitu saja.


Bharat membalik tubuhnya. Ia melambaikan tangannya dan tubuh Willow menjadi ringan dan bisa digerakkan lagi.

__ADS_1


Ia menghilangkan ingatan Willow dan menghilangkan diri Willow dari sana. Entah Kemana Bharat membawanya.


Tbc.


__ADS_2