DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Troto Willow 46


__ADS_3

Willow mengajak Spring untuk berlatih bersamanya. Mereka berada di arena latihan sayap kanan Giant Pipe. Awalnya semua berjalan kondusif lama-lama Spring menjadi tak terkendali.


"Jangan masuk"


Lime menjaga pintu arena latihan.


"Ada apa?"


"Gunakan tempat lain,"


Tampang datar Lime pada dua wanita yang ingin berlatih di sana. Keduanya tidak ingin memiliki masalah dengan Lime itu mengalah dan pergi walau mereka kesal.


Zack dan Lazarus datang.


"Bagaimana?"


"Kalian lihat saja sendiri"


Mereka masuk berdua. Di dalam Willow mengejar Spring yang berlari kesenangan. Gadis mudah itu melempar apapun pada Willow.


Shelbi ada disana. Ia melihat Willow dan Spring. Dan akan masuk jika Willow mulai lelah.


"Dari kapan?"


"Sekitar 45 menit. Spring istirahat, saat kembali dari toilet Ia jadi tak terkendali."


"Apa yang membuatnya marah?"


"Itu dia masalahnya aku lalai"


Willow menarik kain yang mencuat dari tubuh Spring. Lalu membantingnya ke matras. Melihat itu Shelbi berlari gesit menghampiri. Ia menutup mata Spring.


Berontak Willow terpental, Shelbi melompat mundur. Ganti Zack maju. Bersama Lazarus. Zack menahan dan Lazarus menutup matanya.


Rontaan Spring menggoyangkan Zack tapi tidak melepas gadis itu. Spring mencengkram lengan Zack dan mengikatnya kuat. 


Zack meringis dahinya mengkerut dalam menahan gigitan gadis itu. Darah mengalir dari sudut bibir Spring.

__ADS_1


"It's okay Spring, we all here. Beside you,"


Lazarus membisikkan kata untuk menenangkan Spring. Ia menepuk kepala Spring.


"Its okay, always here"


Spring sudah tak meronta, geramannya makin lama makin tak terdengar. Gigitannya pada lengan Zack mengedur. Lelaki itu menarik lengannya.


"Aku akan membawanya pada Hexa."


Zack membopong tubuh Spring. Shelbi mengikuti Zack.


"Waktu?"


"Sejam empat puluh lima menit"


"Perkembangan pesat. Seminggu lalu Rascal memerlukan waktu 5-6 jam untuk membuat Spring kembali tenang"


"Kalian luar biasa. Gadis malang ini hanya ingin kasih sayang, namun kelakuan orang dewasalah yang merubah dia seperti ini"


Hexa mengelus kepala Spring merapikan rambut yang lepek penuh keringat.


Hexa melihat luka gigitan ditangan Zack.


"Permisi dokter" Shelbi pamit.


Zack menuruti Hexa.


Hexa dengan telaten membersihkan luka Zack. Lelaki itu memandangi dalam diam. Tatapannya datar.


"Ini akan sakit"


Hexa mengguyur luka Zack dengan alkohol. Membersihkannya. Wanita itu menatap wajah Zack tak berubah tetap datar.


Kekeh pelan Hexa.


"Kalian hebat, jaga anak ini, ia perlu kasih sayang tulus."

__ADS_1


Hexa yakin Raskal sudah merencanakan ini, dan ia setuju dengan keputusan Raskal untuk menyerahkan Spring pada tim mereka.


Mereka bisa mengembalikan Spring menjadi menjadi remaja pada umumnya.


"Kau selalu begini? Ramah tapi tidak dihati?" Zack berkata dengan dingin.


"Apa?"


"Kau tersenyum tidak sampai mata, palsu"


Hexa menghentikan gerakan tangannya yang sedang membebat kasa untuk luka Zack. Matanya perlahan menatap mata Zack dengan senyuman tipis.


"Kau selalu jujur ya"


"Sudah, beristirahatlah, aku akan menjaga disini"


Zack tak bergerak. Ia masih menatap Hexa.


Hexa membereskan perlengkapannya yang ia gunakan untuk Zack.


"Ada apa?"


Wanita itu melihat Zack yang terus memandangnya. Ia menduga Zack ingin mengatakan sesuatu.


"Boleh aku tidur di brankar samping? Aku mengantuk"


"Silahkan"


Zack beranjak dan melangkah menuju brankar, ia merebahkan dirinya. Matanya menutup. Sebelum  Hexa pergi. Ia mendengar ucapan lelaki itu. Yang menghentikan lankahnya.


"Kau juga luar biasa. Walau senyummu tak sampai mata tapi hatimu baik"


"Tidurlah nanti aku bangunkan,"


"Terima kasih"


Sssrrrkkkkkk …

__ADS_1


Hexa menutup tirai pembatas antara brankar.


tbc.


__ADS_2