
"Lamorna?" Bisik Potka,
Lamorna terdiam, ia mengamati seseorang didepannya yangbtadi menyebut namanya,
"Marky! Marky! Keluarkan aku dari sini, Pak tua!" Kembali Lamorna memaki. Ia kehilangan kesabaran. Lamorna memukulkan rantai yang mengikatnya ke jeruji besi.
"MARKY AKAN KUBUNUH KAU! KELUARKAN AKU!" Teriaknya.
"Lamorna?" Potka yang sedari tadi diam mencoba memanggil lagi Lamorna.
Kembali lamorna terdiam dengan nafas yang memburu, "kau ingat aku?" Tak ada tanggapan dari Lamorna.
"Black Sea?" Lamorna melirik tajam Potka. Potka mendapatkan perhatiannya.
"Kau ingat Black Sea?" Potka kembali bertanya,
"Siapa kau?" Desis Lamorna, ia manatap tajam Potka. Potka mendekat ia melihat keadaan wanita didepan, sangat memperihatinkan.
"Potka, pasukan elite, tempat ap---" Lamorna dengan keras memukul kepalanya.
"AAAAAAaaaarrrkk ..."
Lengkingan kencang terdengar dari bibir wanita yang terlihat lebih tua itu. Lamorna menjambak rambutnya yang acak-acakan.
"AAAaaaarrrkkk ... "
"Lamorna? Kau kenapa?" Potka memicingkan matanya, ia memasukkan tangan ya pada jeeuji besi, ingin mengapai Lamorna.
Lamorna mendongak, ia dengan cepat menarik tangan Potka hingga Potka tertarik ke jeruji besi.
Dengan telinga menempel pada besi itu.
"Selamatkan dirimu, lelaki tua itu hanya memenfaatkan kalian!" Desisan Lamorna.
__ADS_1
Potka dengan cepat melepaskan diri dari cengkaraman Lamorna yang sekarang tertawa kencang, punggungnya menyenggol jeruji besi yang ada di belakangnya.
"Panggil pria tua itu! Kemana Marky! Aku mau Marky! Akan kubunuh dia! Akan kumakan jantungnya! Huahahahahaa...," Lagi seruan Lamorna.
Potka melirik, ia mendengar derapan yang semakin mendekat. Potka mencari tempat bersembunyi. Diujung terlihat ada lorong buntu dan kosong.
Potka menyembunyikan dirinya disana. Dan ia menghilangkan diri. "Heat Off!" Perintahnya. Dan dengan cepat alat itu menghilangkan dirinya.
BRAK!
"Kenapa kau nenek tua?" Seorang pasukan yang mendekat memukul jeruji besi Lamorna. Membuat tubuh tua rentah itu bergetar dengan tangan menutupi telingannya.
Ia melirik nyalang pasukan itu. Lamorna meringkuk dengan tatapan masih nyalang ke kedua pasaukan itu. Dari belakang terdengar langkah yang menyusul dua pasukan itu.
"Berulah lagi dia?" Suara yang membuat dua pasukan itu berdiri lalu menunduk hormat kepada pemilik suara berat itu.
Lamorna yang mengingat siapa lelaki itu berjalan cepat jeruji besi.
"Zale sayang! Keluarkan aku dari sini" Pekik Lamorna. Mengeluarkan tangannya ke arah Zale. Lelaki dengan perawakan tinggi besar hanya mengenakan kain di pinggangnya.
Klan Guapo? Juga Klan Trudy untuk apa mereka menyekap Lamorna? Pikir Potka yang sedari tadi mengintip.
"Zale! Zale sayang, mereka mengurungku disini!" Tatapnya sengit kepada pasukan yang berada dibelakang Zale. Zale menepis tangan Lamorna.
"Zale keluarkan aku dari sini! Mereka ... mereka mau membunuhku!"
"Mereka akan menghancurkan kita Zale! Mereka ingin merebut Black Sea kita! Zale keluarkan aku, kita akan menghabisi pria tua itu berdua"
"Makanya kaluarkan aku, kita bunuh pria tua itu, lalu rebut Black Sea kita dan jual aset Nokturnal lainnya." bisiknya pada Zale.
"Kau bicara apa nenek tua?"
"Kau mencoba merayu ketua kami, sadar dirilah nenek!" Pasukan dengan tampang paus yang sedari tadi diam berkomentar pedas pada Lamorna.
__ADS_1
"Lihat! Sayang lihatlah mereka kejam padaku!"
Lamorna mencoba meraih Zale, namun tepisan kasar pasukan paus itu membuat Lamorna menarik tangannya dan meringkuk dan melirik kesal. Ia memegangi lengan tangannya yang sakit akibat tepisan tadi.
"Lakukan!" Perintah Zale yang diangguki dua pasukannya.
Dua pasukan itu membuka pintu jeruji besi.
"Kau memang kekasihku yang terbaik, Zale, aku tahu kau akan mengeluarkan ku" Lamorna ceria, wanita tua itu, menyiapkan dirinya keluar.
Ia menyisir rambutnya yang acak dengan tangannya. Merapikan pakaian dengan banyak bercak kecoklatan. Pintu jeruji terbuka. Dengan percaya dirinya Lamorna melangkah mendekat pintu.
Namun dengan cepat dua pasukan itu mengankat tubuh Lamorna ke ranjang yang terbuat dari beton.
"Lepas, apa yang kalian lakukan!"
"Zale! Lihatlah mereka tak meuruti perintahmu, lepaskan! Hei kalian aku pacar ketua kalian!" Lamorna meronta, pasukan dengan tubuh leboh besar mengukungnya hingga Lamorna susah bergerak.
"Nenek baumu sangat busuk!" Komentas pasukan itu.
Dan yang satunya datang dengan tas di pinggang, ia sedang menyiapkan alat suntik.
"Apa yang akan kalian lakukan! Lepaskan breng Seek! Lepaskan aku bia dap! Zale! Zale!"
Lelaki yang dimintai tolong oleh Lamorna hanya menonton dari luar. Lamorna terus meronta, ia memukul apa yang tergapai tangannya. Ia menedangi apa yang bisa ditendang.
Terus meronta. Pasukan dengan badan bongsor memegangi lengan Lamorna. Dan satunya sudah menancapkan sutik. Menekan suntik dan obat dalam sutikan masuk ketubuh Lamorna.
"Apa yang kalian suntikan? Kalian ingin membunuhku! Kalian ... kalian ... breng seek! Kal ... " Dan tangan yang sedari tadi menjambak, dan memukul mulai terkulai, wanita tua itu hilang kesadaran.
"Bawa dia dalam lab!" Perintah Zale. Lalu meninggalkan kedua pasukan itu.
Satu membereskan suntikannya, dan satu yang berbadan bongsor dengan ringannya mengangkat Lamorna seperti memanggul karung beras.
__ADS_1
Mau dibawa kemana wanita tua itu, Potka mengintip ditempatnya.
Tbc.