
"Jadi bukan aku yang pertama kali menemukannya?"
"Kau yang menemukan monika, kata ayahku, dia menyuruhku untuk menanamnya satu, milikku"
"Apa ini warisanmu Cam?" Camy hanya menganggkat bahunya.
"Tapi walaupun aku tak sengaja menemukan monika, aku tetap menyayanginya"
"Bukan hanya kamu sepertinya orang tuaku menyanyangi pohon uangnya sebagai anaknya sendiri, ia kakakku Jo" obrolan yang absurd memang.
Kenyataan dengan mereka berhasil karena 'Monika' benar adanya tanpanya entah akan bagaimana Camy mencari investasi dengan penemuan-penemuan mereka yang akan dianggap aneh dulu.
*
*
*
"Tuan," Mr. Ruler, menghampiri Marky. Ia membisikkan sesuatu yang bisa membuat wajah Marky senang. "Mereka menyembunyikannya dengan apik, bocah-bocah itu" Marky tersenyum licik. Ia menatap Ruler. Dengan cepat Mr. Ruler menangguk kemudian keluar ruangan.
"Anak Aldy sungguh luar biasa" Marky melepaskan sarung tangannya. Dan membuang semua hasil eksperimennnya yang gagal. Ia tak oerlu lagi bersusah payah sekarang.
*
*
*
Camy keluar dari Hide Dome. Ia mendekat pada pantry yang ada di 'tenda' mereka. Mereka menyebutnya tenda karena bisa dibawa kemana-mana.
Ukurannya kecil jika dilihat dari luar namun isinya, layaknya apartemen dengan dua kamar tidur lengkap.
Camy menyeduh tehnya, ia ingin menyegarkan otak dengan aroma teh hari ini. Seperti biasa Druw memantangkan Camy kopi untuk sementara.
"Cam kau bisa ke pintu Hide Dome, aku ingin memeperlihatkanmu sesuatu." Suara Elle terdengar dari layar depannya.
__ADS_1
"Okey sekarang aku kesana" Camy beranjak ia menuju tempat Elle.
"Jo kau akan ketempat Elle?" Camy melihat Jo telah rapi dengan jas labnya juga Jo sedang memasang sadung tangannya.
Sama dengan Camy. Mereka berjalan di terowongan menuju pintu Hide Dome. Mereka melihat Elle juga Amber disana.
Penasaran mereka mempercepat langkah mereka. Elle memegang tabung kaca dengan ukuran gelas dengan isi kerikil hitam. "Kerikil hitam apa itu Elle?" Jo yang penasaran.
"Kerikil meteor, sebentar tolong bawakan" Elle menyerahkan tabung itu pada Joana. Joana mengamati. Hanya ada pecahan meteor berukuran kecil.
"Sini" Elle mengambil tabung dari tangan Jo lalu menyemprotkan sesuatu pada pecahan metero itu. "Ini kunci kita ke dimensi Hide Dome" terang Amber.
"Cairan apa itu?"
"Cairan itu formula yang di cari oleh Nokturnal" Elle meninpali.
"Sejak kapan ada cawan itu?" Alis Jo menungkik rasanya ia tak melihatnya kemarin.
"Cawan itu lubang kuncinya. Sudah ada disana sejak awal. Aku kira itu hanya artefak peninggalan atau hanya hiasan dinding biasa ternyata disitu tempat pembuka portal" Elle menuangkan pecahan meteor yangbtelah ia semprot formula tadi pada cawan, yang ada di dinding.
Riby yang berjalan kearah mereka tak lagi bingung melihat kehebohan Joana.
"Ada apa?" Tanya Riby, "Kau harus lihat cara masuk ke sini, mengagumkan!"
"Lebih aman hanya terlalu menyusahkan" komentar Amber. "Nooo ... ini like magic ya kan Cam?" Jo mencari dukungan. "Hm ... " guman Camy. "Leon bagaimana?" Camy memasukkan ke kantong sarung tangannya. Ia meraka tak memerlukannya lagi.
"Aku memberinya obat halusinasi, biarkan ia bermain dengan pikirannya intuk sementara"
"Beberapa hari yang lalu aku menemukan sinyal asing, dan saat aku periksa ternyata, sama seperti yang kutemukan pada Wina juga Willow, milik Nokturnal. Mereka mencari Leon"
"Lalu?"
"Tempat ini tak terlacak untungnya." Amber mengarahkan tabletnya pada Camy.
"Terus pantau dan laporkan padaku" Camy berjalan pada rumah tempat Leon mereka sekap.
__ADS_1
"Aku tak menyangka rumah yang dari luar terlihat homey, memiliki tempat yang mengerikan semacam ini" Jo berjalan tertatih ia sangat hati-hati dengan langkahnya.
"Iya tak ada yang tahu" lirih Amber memperhatikan sebuah gunting besar disana. Jo bergidik.
Camy melihat keadaan Leon yang berbaring di meja operasi dengan rantai di setiap tangan dan kakinya.
"Sudahlah biarkan dia sepeti ini dulu saja Cam," Jo meninggalkan tempat itu.
*
*
*
"Semua sudah tersebar ketua" laporan tangan kanan Theo, Hudson, lelaki 30an dengan rambut rapi dengan kacamata bingkai tipisnya.
"Bagus, sekatang kita tinggal tunggu efeknya bekerja sesuai ke inginan Boss" Theo tersenyum bangga, ia duduk dikursinya yang berada di ruangan yang dulunya dipakai Lamorna.
Theo berada di Black Sea. Ia sekarang yang mengendalikan laju perusahaan ini, sedangkan Foxes Side di pegang oleh Willow mendez dan Fox inc. Dipegang juga oleh Wina.
"Lalu apa lagi?"
"Mereka berhasil membuka Hide Dome" Hudson berkata lirih, entah mengapa di Nokturnal kata Hide Dome sangat dilarang untuk di perbincangkan.
"Dan Boss sangat tertarik dengan itu, mereka sedang mengadakan rapat."
"Beri tahu perkembangannya, Hide Dome tempat para peneliti berada saat Nokturnal masih baru, lalu apa yang mereka sembunyikan" Theo telah mendengar tentang DarkHole yang sibuk dengan Hide Dome.
Ia akan bertanya pada Wina hal besar apa yang DarkHole sembunyikan.
"Leon apa ada kabar tentangnya?" Theo mengatahui tentang Leon yang menghilang. Kabar di Nokturnal cepat sekali tersebar. Banyak orang yang membicarakan tentang serangan DarkHole pada WarSite.
Menurut Theo itu kebodohan anak buah Lamorna yang terlalu lemah. Mutan-mutan tak berguna. WarSite terkenal dengan penampungan mutan tak berguna. Mutan buangan.
tbc.
__ADS_1