DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow dan Troto 2


__ADS_3

Willow terbangun, ia berada di sebuah pondok. Ia tak mengingat apapun, rasanya kepalanya berdenyut. Ia menggelengkan dan mencoba menghilangkan denyut pada kepalanya.


Willow menatapi sekelilingnya. Ia masih setengah sadar. Keluar, sinar terik masuk dalam matanya. Menaikkan tangan dan menutupi matanya dari gempuran sinar menyakitkan matanya itu.


Orang hilir mudik di depannya. Seorang wanita jalan cepat kearahnya. "Nona kau sudah siuman?" Ucapnya memegang lengan Willow. Ia menyipit melihat sosok itu bukan manusia. Mutan.


Wajahnya mengeras. Ia tak suka dengan mutan dan makhluk sejenisnya, makhluk rekayasa menjijikan pikirnya.


Willow mendorong wanita tua itu. Wanita tua itu tersungkur.


"Hei!" Tegur beberapa dari kawanan mutan didepannya. 


"Kau tak apa nyonya?" Tanya seseorang yang menolong wanita tua itu. 


Wanita tua itu hanya menggelengkan kepala. Lalu dengan peelahan berdiri dengan bantuan orang yang menolongnya.


"Apa kalian jangan mendekat! Kalian mutam menjijikan!" Serunya saat ada yang ingin mendekat Willow mundur lalu berlari.


"Nona! Tunggu, nona" Wanita tua itu ingin mengejar namun ia tak sanggup. Wajahnya kelihatan muram.


Willow terus berlari, ia menyusuri perkampuangan dengan menutupi kepalanya yang terus bsrdenyut.


BRUG!


"Ah maaf, maaf, maaf" Willow menubruk tubuh seseorang. Ia mendongak. Matanya bertatapan langsung dengan mata kebiruan di depannya.


Ia melihat gigi runcing, telinga runcing juga garis tiga di curuk lehernya yang bergerak. Willow memundurkan tubuhnya. Wajahnya memerah, rahangnya mengetat.


Kepalanya bedenyut, ia masih bisa menahannya.


"Troto" suara manis dari belakang tubuh lelaki di depannya itu. Mengalihkan tatapannya pada tangan mungil putih yang tiba-tiba merangkul lengan lelaki itu.


"Ark!" Pekiknya. Merasakan denyut menyakitkan yang dirasakan bersamaan di kepala juga di hatinya. Willow meremas pakaian di dadanya. 


"Kau tak apa?" Suara itu membuat degupan jantungnya meliar, ia melihat tangan lelaki itu menjulur ke arahnya.


Spontan Willow mundur, ia waspada pada sentuhan lelaki itu yang ia rasa akan menyakitinya.


Entah mengapa Willow masih ingin menatap lelaki itu lamat-lamat. "Ayo sayang." Ucapan wanita di samping lelaki itu menyadarkannya.


Tentang keanehannya, Willow mundur dan berlari menjauhi lelaki itu. Ia menengok kebelakang dan menemukan lelaki itu masih menatapnya.


Willow terus berlari. Tak ia indahkan ranting dan rerumputan yang melukai kaki yang tak beralas.


Terus, dan terus, ia menyusuri pantai. Disebelah kanannya. Ia masih terus berlari. Hingga kakinya tak kuasa untuk digerakkan lagi.

__ADS_1


Ia melipir ke pantai. Langkahnya melambat, dengan nafas juga masih tersengal. Ia menjatuhkan diri di atas pantai pasir dengan banyak pohon kelapa.


Ia berguling merentangkan diri. Menatap matahari yang masuk di sela-sela nyiur. 


Mengapa ia berada ditempat ini? Siapa lelaki itu? Mengapa hafinyanikit sakit melihatnya dengan wanita yang menggandengnya? Ada apa dengan dirinya.


Willow menutup matanya dari matahari, merasakan hembusan angin yang membelai wajahnya.


"Apa yang aku lakukan disini?" Suara lelaki mengejutkannya. Disana ia melihat mutan lain. Lelaki dengan rambut keperakan dan lebih pendek dari yang ia lihat sebelumnya.


Matanya kebiruan, giginya runcing dengan telinga runcing bertindik, tubuhnya kekar, dengan warna lebih putih dengan tatoo menghiasi tubuhnya.


"Sudah mengamatiku?"


Willow tersentak. "Ini dimana?" Ucapan yang membuat lelaki itu mengernyitkan  dahi. 


Bukannya wanita ini datang bersama manusia lain yang membantu mereka menduduki High Majesty.


Apa wanita ini mempermainkannya? Kalau memang begitu ia akan mengikuti alur permainan wanita itu.


"Kau ada didesa Guapo. Kita klan Guapo"


Kerutan terlihat didahi Willow, ia menatap lelaki itu bingung. "Kau tak tahu klan Guapo?" Willow menggeleng pelan.


Sebenarnya lelaki itu malas untuk menanggapi namun ia telah memutuskan mengikuti alur permainan wanita ini. Jadi mau tak mau ia akan menjawabnya.


"Eh bukannya aku menyombong, memang itu nama kami, Ras Guapo, ras paus tampan." Ia melihat willow melemparkan matanya ke arah laut.


"Mengapa aku sampai disini?" Lelaki itu mulai merasakan kejanggalan.


"Kau tak mengingatnya?" Tanya lelaki itu dan Willow menggeleng.


Willow masih merasakan keenganan berdekatan dengan para mutan. Namun ia sangat ingin tahu, mengapa ia bisa terdampar di tempat, apa tadi ras Guapo? Rasa paus tampan. Ini sebuah lelucon atau bagaimana?


"Aku disini untuk membantu kami untuk merebut kekuasaan High Majesty. Kau beserta manusia lain, juga asa robot." Mendengar itu membuat otak Willow bekerja. 


Apa Nokturnal mengirimnya kemari?


"Manusia lain? Mana?"


"Entah aku kira mereka telah kembali ke dunia manusia"


"Dunia manusia? Lalu ini dunia apa?"


"Dunia bawah." Disini pikiran Willow berasap. Otaknya kembali berdenyut nyeri.

__ADS_1


"ARGH!" Ia berguling dan memegangi kepalanya.


"Hei kau tak apa Willow?" Mutan itu menyentuh lengannya, Willow mendorongnya menjauh, kaki Willow melangkah dan berlari ke arah laut. Mengapa lelaki itu mengenalinya?


Terus masuk dalam air, dan ia terjatuh dan tak sengaja melihat dirinya dari pantulan air, ia yang juga menyerupai mutan. Willow tercenung.


"Willow!"


Tangannya bergetar hebat, ia mengulurkan tangan menyentuh telinga runcing, ia dapat merasakan sentuhannya, juga giginya yang meruncing,  juga rambut keperakan.


Ia tak melihat rambutnya dari pantulan air. Ia mengacak air dan kembali berlari lagi. Masuk kedalam hutan.


Lelaki itu masih mengikuti Willow, berlari terus tak mengindahkan kakinya yang terluka tertancap ranting tajam.


"Aku menjadi mereka? Apa itu sebabnya Nokturnal tak membawaku kembali" rapalnya.


Ia terpeleset dalam jurang, tangannya bergerak menggapai angin. Dan masuk dalam sungai dalam.


"Menyusahkan!" Ucap sosok lain yang langsung ikut terjun masuk dalam sungai itu. Ia menyelam masuk dengan cepat ia melihat Willow yang sama sekali tidak berusaha berenang ke permukaan.


Ia menarik pinggang Willow. Mata Willow terbuka merasakan tarikan seseorang. Mulut Willow melipat rapat.


"Kau bisa bernafas bodoh!" Ucapnya dalam air.


Lelaki itu adalah lelaki yang ia temui menggandeng wanita. Willow meniupkan udara melalui mulutnya dan membuat gelembung air.


Matanya melebar, willow mencoba berbicara, "Haloo" ia kembali dibuat terkejut. Ia menutup mulutnya.


Willow masih berada di pelukan lelaki itu. Ia melepaskan diri, dan mencoba menggerakkan kakinya yang ternyata berubah menjadi ekor.


Is mengangkat kakinya dan memegangnya. Kemudian ia menggerakan dan Willow meluncur. Entah mengapa perasaannya menjadi bahagia.


Willow meluncur cepat masuk ke dasar sungai, ia menyentuh bebatuan dan kembali melesat ke permukaan, tawa menggema dari bibirnya.


Ini kesenangan pertamanya memiliki tubuh mutan. Ia tersadar ia seorang mutan sekarang, mutan yang amat ia benci.


"Bagaimana cara bisa ekor ini kembali menjadi kaki?" Ia bertanya pada lelaki dengan wajah garang itu.


Lelaki itu tidak menjawab malah meninggalkan Willow. Ia menatap punggung lelaki yang menjauh itu.


Dan baru tersadar lelaki itu bukannya tidak menjawab tetapi langsung memberitahu caranya.


Willow keluar dari air dan voila, kakinya kembali, tawa senangnya terdengar. Menggema di hutan yang mengelilingi sungai itu.


Troto. Lelaki itu menarik sudut bibirnya saat mendengar tawa Willow dikejauhan. Willow untuk berapa lama menikmati air sungai. Perutnya lapar. Ia akan kembali ke tempatnya menginap tapi ia lupa jalannya.

__ADS_1


Jadi Willow mencoba mengikuti aliran sungai mungkin saja ia akan menemukan jalan kembali.


Tbc.


__ADS_2