DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Rapat Besar


__ADS_3

"Itu tadi garda depan yang akan kita serang. Orang-orang yang bersama Alamira." Zale menjelaskan.


Mereka berada di sebuah bar. Willow terlihat bosan, ia memainkan kuku-kukunya, dan membuang tatapannya keluar ia menemukan sesuatu yang menarik disana.


Willow bangkit, "Kita bisa berpisah disini kan?" Ini bukan pertanyaan, Willow tak memerlukan jawaban. Ia sudah keluar dari bar.


Zale mengikuti punggung Willow yang keluar bar dan menemui tetuanya. Dengan tak tahu malu wanita itu menggandeng Troto.


"Sepertinya kau akan kehilangan bawahan, sebentar lagi" Zale menaikkan alisnya. Tapi Braxton tak begitu peduli.


"Jadi kapan kita menyerang tempat itu" Braxton kemari bukan untuk bersenang-senang.


Zale menatap santai, ternyata Braxton orangnya tidak bisa diajak bercanda. 


"Nanti setelah rapat besar" setelah Zale mengatakan itu Braxton berdiri. 


"Sudahkan?" Zale hanya mengangguk dan Braxton pergi keluar. Zale hanya bisa terbengong. Mengapa ia seperti terbuang begini.


Zale kembali melanjutkan menyesap tehnya.


*


*


*


"Aku mau tanya berapa luas tempat ini?" Troto hanya melirik wanita yang mengandenganya ini.


"Pasti sangat luaskan?" Willow tak mendapat tanggapan. Ia kembali bertanya.


"Ini takdir! Di tempat seluas ini, kita bisa kebetulan bertemu" Willow tersenyum dengan menutup bibirnya, kelakuan centil yang hanya untuk memikat sang target.


"Sekarang kita sama" girangnya menyadari saat ini ia adalah Wol bersaudara. Ia klan Guapo.


"Bagaimana? Cocok? Lihat rambut keperakan ini, sangat cantik" Willow melepaskan tangannya dan berdiri didepan Troto dan berpose seksi. Ia mengerling nakal. Tanggapan datar yang ia dapatkan.


Ia kembali menggandeng tangan Troto yang tak menolaknya. Willow mengeratkan gandengannya.


"Kita mau kemana?" Bisik Willow menggoda. 


"Pulang" jawab Troto yang membuat senyum lebar di bibirnya.


"Aku suka" ia kecup rahang tegas yang sangat menggodanya itu.


*


*

__ADS_1


*


"SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB MEMBAWA DUA ORANG ITU!" Teriak keras Hilton setelah kembali ke High Majesty. Ia masih tidak terima, Zale yang mempermalukannya di depan banyak orang. 


"Aku" Alamira maju. Ia tegang, ia siap mendapat kemurkaan Hilton.


"Jacklyn! Bawakan aku Bennie" mata bulat Alamira melebar. Ia tidak mengira akan mendapatkan hukuman itu.


Ia kira ia akan dihajar, seperti Jacklyn saat di Phoenix Way tapi ini, 


"Potong-potong tubuhnya dan berikan pada Bennie" Hilton memerintahkan tugas itu pada Jacklyn sekembalinya pria itu dengan sosok besar hitam, manusia bermoncong panjang yang ditutup muzzle, bertaring yang haus akan daging segar. 


Mata Alamira melebar,


"AMPUN TUAAAN, MAAFKAN SAYA" Jeritannya dengan cepat Alamira bersujud pada kaki Hilton.


"TU,TUAN HILTON, MA,MAAFKAN SAYA!" Ia terus menghiba, bercampur suara tangisan pilu.


"MA,MAAFKAN SAYA, SAYA MOHON AAMPUNI SAYA TUAAANN …" Ia menunduk, dengan tangan meminta pengampunan.


"Jacklyn selidiki kedatangan dan perjanjian dibalik kerjasama dengan ikan busuk itu!" Hilton tak peduli penghibahan yang Almira lakukan.


"TUAN! SAYA SAJA TUAN!" Alamira akan melakukan apapun agar ia tetap hidup. Ini kesempatan baginya.


"SAYA  AKAN MENYELIDIKINYA, SAYA MENGENAL MEREKA BERDUA," Hilton memandang wanita itu tajam.


"Aku memberimu satu kesempatan, jangan kecewakan" Pria itu mencengkram kasar dagu Alamira yang mengangguk cepat. "Pergilah!" Usirnya.


"Awasi dia" Hilton berucap, netrannya menatap dingin. Ia meraih sebongkah daging dan melemparkan pada peliharaannya itu.


Dan dengan beringas bennie melahap habis bongkahan besar daging yang masih berlumuran darah itu.


"Baik Tuan" Jacklyn mengangguk hormat.


*


*


*


Zale menghadiri rapat besar yang diikuti para tetua. Disana juga ada Troto. Zale membawa masuk Braxton dan Willow yang sudah berubah menjadi dirinya semula.


Willow yang menemukan Troto disana tidak bisa menahan diri. Ia melambai lalu melemparkan kecupan jauh pada pria itu. Yang duduk di antara para tetua klan Guapo.


Dan yang ditanggapi dingin. Walau matanya mengikuti pergerakan Willow.


Rapat ini bukan hanya dihadiri oleh Klan Guapo namun juga para tetua dari klan pendukung. Salah satunya klan Trudy dan klan duyung. Disana Willow melihat sosok tak asing, jika di Nokturnal ia akan menjadi idola.

__ADS_1


Sosok perempuan yang duduk di dekat Troto, dan sesekali mendekatkan diri pada Troto untuk berbisik. Mereka tampak akrab. Tentu Willow tidak suka.


"Mereka berdua manusia dunia atas yang akan membantu kita dalam persenjataan dan tambahan masa, Tuan Braxton Wright dan Nona Willow Mendez"


Zale mengenalkan Willow dan Braxton. Sebagian besar yang datang pada rapat besar ini adalah mereka yang pernah tinggal dan bekerja di Nokturnal, sama seperti Zale.


Braxton maju dan mengeluarkan layar besar hologramnya. Ia memperlihatkan robot-robot toples yang ia ambil ilegal dan memperbanyaknya di perusahaannya sendiri. Membuatnya menjadi robot petarung.


Dan juga memperlihatkan senjata-senjata yang ia produksi, berbagai macam jenis dari pistol laser, bom hingga racun.


Mereka juga memperlihatkan saat pengujian robot petarung itu. Willow dan Braxton turun tangan sendiri untuk maju.


Awalnya mereka menyangka Braxton dan Willow datang dengan nama Nokturnal namun saat Braxton memperkenalkan perusahaannya sendiri dengan nama Braxton Project.


Mereka paham. Jika sesuatu antara Braxton dan Marky. Braxton digadang-gadang akan menjadi pengganti Marky. Tapi tampaknya pria yang sedang menjajakan produk perusahaannya itu tidak sabar menunggu lengsernya si pemilik Nokturnal.


Terlihat dari video bagaimana tangguhnya robot petarung itu. Lalu saatnya mereka keluar dan menunggu keputusan akhir kerjasama ini.


Zale mengantarkan Braxton dan Willow kekamar mereka.


"Aku yakin mereka akan setuju, melihat robot-robot itu akan sangat membantu" ucap Zale.


"Dan yang pasti mereka akan meminta blue print robot kalian" dari awal Zale telah mengatakan sedikit mengenai kerjasama mereka. Braxton tentu saja tidak menolak.


"Silahkan beristirahat tunggu kabar baiknya." Zale keluar.


[Tuan, saya sudah mendapatkannya]


Pesan yang Braxton terima. Semua data orang penting klan Guapo, berada di tangannya. Ini hanya untuk berjaga. Tidak menutup kemungkinan ada pengkhianatan.


Ruang rapat sedang terjadi perdebatan alot. Pertentangan tentang peperangan diadakan sebelum penobatan Ratu dan Raja. 


Banyak yang menyuruh menunggu, mengamati dahulu seperti apa Raja dan Ratu mereka.


Mereka takut pada dampak setelah peperangan itu. Hukuman pasti akan desa dan klan mereka juga para klan pendukung terima. Yang jadi pertanyaan hukuman besar seperti apa yang akan mereka hadapi.


Tapi sebagian tidak peduli dengan hukuman yang akan mereka terima. Jika mereka bisa mengambil alih High majesty maka tidak ada yang bisa mencampuri urusan klan mereka dengan High Majesty yang semua orang dunia bawah tahu ada dendam disana.


Palu sudah Troto ketuk, keputusan telah diambil. Menurut Troto melakukan sekarang atau nanti sama saja, jika mereka memikirkan hukuman, tapi dendam dan merebut High Majesty, harus segera mereka laksanakan.


Mereka telah lama berdiam dengan dendam. Dan sekarang saatnya menggulingkan kekuasaan pemerintahan dari kumpulan klan High Majesti. Menggantikan dengan pemerintahan milik klan Guapo.


"MARI KITA AMBIL MILIK KITA!" Seruan keras Troto.


TOK! TOK! TOK!


Sambutan meriah terdengar memenuhi ruangan yang riuh tepuk tangan dan teriakan-teriakan yang terisi dengan kobaran ambisi untuk mengambil apa yang seharusnya juga menjadi milik mereka.

__ADS_1


 


Tbc.


__ADS_2