DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 12


__ADS_3

Kembali keratan suara senjata yang berada di tangannya, kokangan senjata siap untuk digunakan.


"Olugi bagaimana?" Tanya Zack.


"Sekarang belum terlihat tanda-tanda penyerang, ah … tidak di depan kalian ada segerombolan entah apa akan menyerbu" suara Olugi dengan suara tangan menyentuh tuts keyboard menjadi latar.


"Mereka ada di 10km dari kalian"


"Mereka datang dengan cepat sudah 5km, apa terlihat?"


"Ya mereka mendekat, pakai senapan diatas saja." Lazarus telah mengutak atik, dan senjata di atas bisa diputar.


"Bersiap mereka terdiri dari 6 kendaraan. Ck! Klan tikus! Mereka menyerang dengan kendaraan yang  is mengebor tanah." Ucap Olugi.


"Bazoka paling benar, atau peledak lain." Olugi menyarankan.


"Tidak! Itu akan menghabiskan amunisi kita" ucap Willow.


"Tunggu … tunggu … dikatakan disini, putus bor didepan kendaraannya" layaknya tikus kelemahannya ada pada moncongnya.


"Ada apa ini?" Ucap Fernandes. Tubuhnya bergetar. Bukan hanya dia namun yang ada di dalam kendaraan itu ikut bergetar hebat.


"Gempa?" Suara bergemuruh terdengar semakin kencang. Dari dalam tanah di belakang mereka muncul cocor penggiling lancip ke permukaan tanah. Lalu disusul bentuk kendaraan besar, mengejar kendaraan tim Willow.


"Mereka ada di belakang, kita diserbu dafi dua arah" ucap Olugi.


Dentuman demi dentuman terdengar dan menyisakan bekas terbakar.


"Kita habisi mereka secepatnya, ada jeda waktu beristirahat" Olugi mengingatkan.

__ADS_1


"Sudah serang saja," Willow mencari senjata dari layar, mencari senjata dengan tembakan laser.


"Aku ambil alih" ucapnya, Willow bersiap mengoperasikan senjata yang berada di atap mobil. Fernandes menggeser senjata itu menjadi diatas Willow. 


Wanita itu meneropong, membidik cepat. Dan laser menembak, dan terus menembak. mengenai kendaraan lawan. Tapi mereka masih melaju mendekat.


Tapi semakin mendekat terlihat mereka oleng dan kendaraan lawan terbelah dua juga beberapa dentuman ledakan.


"Will berikan padaku, aku yang akan mengurusi bagian belakang ini" Lazarus memutar kursi miliknya. Lelaki itu meningkatkan senjata menjadi paling optimal.


Serangan laser menuju ke arah sudut yang telah ia lock, sudut terlemah kendaraan lawan yang mengejar mereka.


"Kau tamat" ucap Lazarus dan ia tekan tombol, tembakan laser menuju target dan dentuman disertai hempasan angin kencang dari ledakan ikut mengguncang kendaraan tim Willow.


"Wuhuuu … " Zack kembali menginjak pedal, memacu lebih kencang.


"Ada pengumuman kawan! Aku sudah mengirim ke tempat kalian." Mereka membaca pengumuman terbaru. Duel dengan Bakiak. Dan kapten kembali ikut serta?


"Maksudnya apa ini Olugi?"


"Bakiak, kelompok bandit yang saat ini sedang menjadi buah bibir banyak melakukan kejahatan di Guapo, semakin lama mereka semakin meresahkan juga muncul dimana-mana" keterangan yang dibaca oleh Olugi.


"Dan kelompok ini menggunakan Bakiak, itu ciri khas mereka" dan kernyitan dahi terlihat dari mereka. Tapi mereka tetap serius mendengarkan.


"Terus? Apa hubungannya dengan pelatihan ini?" Fernandes menggaruk hidungnya yang tiba-tiba menjadi gatal.


"Tidak ada, Panggilan tugas kawan! Mereka menculik seorang anak petinggi Giant Pipe, dan pertandingan ini dihentikan"


"Kembali kemari!" Suara perintah tegas dari Resta.

__ADS_1


Perlahan Zack menghentikan kendaraannya ia memutar kembali ke tempat mereka mulai. Dibelakang mereka tim tenggara menyusul. Mereka beriringan kembali bersama.


Resta, Olugi dan Laya, Anggota tim Tenggara, juga, Kapten mereka, Degan. Menunggu kedatangan kedua tim. Mereka keluar dari kendaraan dan berlari menemui Resta. Berbaris rapi.


"Misi pertama untuk Jonny, Sanggup?" Pertanyaan standar.


"Ya kapten! Sanggup" ucap mereka serentak dari kedua tim.


"Kami juga akan ikut dalam misi, perkenalkan disamping saya Tuan Andreas, anak perempuannya lah yang diculik oleh komplotan Bakiak, Amira, usia 10 tahun, ditakutkan menjadi korban pelecehan, perdagangan anak dibawah umur, juga penjualan organ."


"Ck!" Decakan terdengar, Willow paling tak suka dengan bandit macam itu.


"Saya mohon tolong selamatkan putri saya, mohon kerjasama kalian" ucap Andreas lirih, ia membungkukkan tubuhnya. Ada guratan kecemasan terlihat dari wajahnya.


Semua anggota tim berjalan masuk, mereka dipersenjatai, Satu kendaraan besar telah disiapkan. Mereka akan di antar ke persembunyian kelompok Bakiak yang berada dalam hutan.


Tim mereka berpencar menyusuri hutan yang semakin masuk semakin gelap dengan rimbunnya pohon, menutupi cahaya matahari masuk. Mereka menerbangkan robot lalat. 


Dan memantau dari layar hologram mereka. Olugi, menemukan bangunan yang dipenuhi lumut menjulang tinggi, bangunan itu menyerupai pegunungan jika dilihat sepintas.


Berjalan mengendap. Saat Resta memberi aba-aba, ia melihat sesuatu yang mencurigakan. Mereka masuk dalam gedung. Dan mulai penyerangan. Ada beberapa penjaga yang bisa mereka lumpuhkan dengan mudah.


Dan mereka menyeret tubuh si penjaga yang tak sadarkan diri. Mereka kumpulkan dalam. Satu tempat.


Kembali mereka menaiki tangga dan menuju lantai dua. Mereka tidak begitu menemukan musuh, Berjingkat dan saat mendengar suara langkah si bandit. Dengan tanpa ampun mereka bekuk.


"Awas!"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2