DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Marky bertemu Wina


__ADS_3

Netra Wina menatap seseorang yang mengulurkan tangannya untuk merapikan rambut bangun tidurnya.


Wina masih terdiam. Batinnya bertanya, mengapa ia ada disini? Bagaimana bisa? Ia sama sekali tidak merasakan adanya pergerakan.


"Apa yang kau inginkan?"


Sosok pria itu berjalan kearah dimana sofa berada, ia melempar tubuhnya, ia merengangkan tubuhnya sejenak, mengambil cerutu dan menyalakannya. Ia menghisap dalam, sangat menikmati.


"Apa itu sambutanmu untuk kedatangan Ayahmu ini" Iya, Dia, Bornt Marky. Pria itu menghembuskan asap dari bibirnya. Dan matanya lurus menatap pada Wina.


"Cih" decih Wina. Setelah lelaki ini membuatny jadi objek, dan membuangnya, sekarang ia mendatanginya. "Untuk apa kau kemari"


"Menemui putriku, seseorang yangbakan berguna bagiku, senjata hidup yang mematikan, yang akan melindungiku" Tenang. Lagi ia hembuskan asap-asap putih itu.


Kepalan tangannya mengerat. Ia memeras selimutnya. Luar biasa sekali 'ayah'nya ini,


"Tidak ingin rugi heh! Karena telah membesarkan anak yang akan berguna dimasa depan ya" Sarkas Wina.


Tawa Marky kencang, "Kau sangat mengenalku, Wina"


"Menjijikan!"

__ADS_1


Marky semakin terpingkal mendengar segala makian Wina.


"Tapi kau masih perlu pengakuanku kan, Putriku" telak. Wina terdiam. Memang hatinya ngilu mendengar cerita Simon, tapi ia memang masih mengharapkan pengakuan dirinya dari Marky.


Sedari kecil ia memupuk harapan diakui, dan setelah tahu kenyataan yang ada tidak merubah Wina menjadi membenci 'ayah'nya ini.


"Kau terlalu percaya diri Pak Tua" Wina bangun dari tidurnya. Wina masih ingin pengakuan, karena yang ia kenal sejak kecil adalah Marky. Jadi walaupun ia ingin bebas namun ada sebuah kegelisahaan didirinya.


Melihat kerutan diwajah orang yang selama ini ia hormati, walau angkuh, Wina masih melihat kebaikan Marky yang merawatnya sedari ia kecil.


"Kau tak memakan makananmu? Kau terlihat kurus" basa basi Marky, ia mendapat laporan dari G yang rutin melapor padanya.


Ia telah menghubungi Esmas namun tak mendapatkan apa yang ia inginkan. Keputusan perusahaan ada ditangan Pina. Kelihatan sekali Walabi mempersulitnya.


Marky kemari dengan tujuan melihat kondisi sebenarnya dari Wina. Dan ia melihat tidak ada yang berubah dari Wina. Ia masih normal dalam berbicara.


Ini membuat Marky frustasi. Tak lama ia kembali pada ruanga  penelitian. Marky terdiam cukup lama.


Otak tuannya berputar keras. Wina yelah mengetahui rencananya. Terlihat dari ia yang biasa saja melihat kamarnya yang terhubung dengan ruangan lain.


Netra Marky menatap lurus pada kepala yang menunduk didepannya. Potka. Mata datar. "Serahkan semua laporan yang kau punya" Potka hanya menganguk.

__ADS_1


Marky pergi dari hadapan Potka yang menatap nanar punggung tua itu.


tujuan utama Marky datang untuk memastikan perkembangan dari cairan yang G suntikan bberapa waktu lalu pada Wina oleh suruhan Marky.


Tapi sepertinya ia tak melihat efeknya, Wina masih ingat dirinya. masih sadar dan bosa ia ajak mengobrol normal. Bahkan bisa melawannya.


Ada yang salah dari cairan yang ia berikan pada Wina. Otaknya berputar keras. keadaan Wina yang kurus kering. ia tak menyentuh makanan yang mereka berikan.


Pantak tak berpengaruh, ia juga menaruh obat yang harus di konsumsi setiap harinya pada makanan yang akan Wina makan. bahkan air yang ia minum.


Projek ini dinilai lambat. Dan banyak waktu yang terbuang. Marky akan memastikan semuanya harus dalam kendalinya. Potka. ia akan membereskannya.


"Patrik selidiki Potka" Marky menghubungi Patrik. Bahkan Walabi telah melihat projek ini. Ia memutuskan untuk menemui Esmas. Ia tak tahu apa rencana Walabi. namun jika Walabi ingin menjadi musuh maka Nokturnal akan siap menghadapi. mereka tidak akan gentar.


"Esmas, diriku bisa menjadi patner yang sangat baik juga bisa menjadi musuh yang sangat kejam, kau tinggal pilih mau jadi patner dengan ku atau musuhku" lirihnya masih melangkah lebar kearah ruangannya.


Membuka sebuah pintu rahasia didindingnya, ia masuk dan lorong panjang menyambutnya. Marky terus berjalan. tak lama ia melihat adanya pintu besi lainnya, ia mendorongbdan masuk kesebuah ruangan gelap dengan keadaan berantakan.


ia melihat papan tulis didepannya. dan mendekat kesana, Marky membalik papan tulis itu. dan disana sebuah rencana mega besar tercatat.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2