
"Ah ... Ehem ... Tuan Braxton" wajahnya memutih, suara agak bergetar, namun dengan cepat ia bisa mengendalikannya. Kekagetannya berhasil ia kontrol.
"Ada yang bisa saya bantu?" panggilannya sudah terputus. Juan kembali tenang ia memang cepat dalam mengendalikan diri.
Walau kegugupan bisa Braxton rasakan, ia mendengus, bocah ini ingin membodohi Braxton Wright, tidak akan bisa. batin Braxton dengan senyum menyeringai.
"Tidak, aku hanya penasaran apa yang membawamu ke tempat terlarang ini" Braxton mengelilingi ruang dengan kepala mendongak mengamati.
"Ternyata seperti ini dalamnya." Braxton mengangguk-anggukan kepalanya.
"Tapi mengapa ini jadi tempat terlarang? Kau tahu Juan? Mau aku beri tahu?" Juan masih mempertahankan wajah datarnya.
Braxton mendekat, sangat dekat, ia berada di samping Juan, didekat kuping Juan. "Karena ini titik hilang di Nokturnal" bisiknya.
Senyuman menyeringainya semakin lebar, Braxton perlihatkan pada Juan. Braxton dapat melihat mata Juan melebar walau sedikit.
Ia mendengus sekali lagi. Juan terintimidasi. lancang sekali, orang rendahan sepertinya, ingin mengusiknya. pikir Braxton.
"JUAN! Kau meninggalkan penelitianmu begitu saja! Katanya kau harus bertemu dengan ... Bos! Kau malah berada disini dan aku yang terkena getahnya" cerocos Mariah yang menjadi bisikan saat matanya bertemu pandang dengan Braxton. Ia juga ExSide yang memiliki misi mata-mata.
"Tuan Braxton" sapa Mariah. "Maaf Tuan, boleh saya membawa orang ini" ijin Mariah. Ia melihat Juan dan Braxton bergantian. Melihat dengan tatapan polosnya.
"Oh maaf aku menggangu kah? Tapi maaf Tuan Btaxton, ini menyangkut hal krusial. Bos Marky meminta Juan" lanjut Mariah.
"Tidak, bawa saja" Juan mengernyit ke arah Mariah. Ia tahu wanita ini sedang menyelamatkannya.
"Hei Juan, apa kabar kakakku?" Juan yang tadi berjalan mengikuti Mariah, langkahnya melambat dan Mariah mengetahui itu, kemudian, menariknya agar ia tak menimpali Braxton lagi.
*
*
*
Mereka masuk dalam laboratorium yang tadi Juan tinggalkan. "Ceroboh! Harusnya jangan kau tinggalan penelitianmu seperti ini!"
"Maaf ... " kode mata yang diberikan Mariah Juan dapat menangkapnya. Sekarang Nokturnal menjadi lebih ketat dengan berbagai macam penyadap dan semua diletakkan dibanyak tempat yang mereka ketahui ataupun tak mereka ketahui.
"Ini laporanmu! Sana bos sudah menunggu, tidak ada lagi kesalahan! Aku malas harus membereskan apa yang tak kau selesaikan!" Kesal Mariah. Juan hanya mengangguk. Ia sangat lega saat Mariah hadir diantaranya juga Braxton.
__ADS_1
Juan mengambil berkasnya lalu melangkah ke ruangan Bornt Marky. Ia ingin menyerahkan apa yang ia ketahui juga pendapatnya.
Juan mengetuk pintu Marky. "Kau sudah datang?" Sapa Marky yang masih menekuni berkas lain dimejanya.
"Ini Tuan" Juan menyerahkan berkas miliknya.
"Ya letakan saja disitu, tolong panggil Maid untuk antar minuman untuk Tuan Braxton."
"Baik Tuan"
Juan menelan ludahnya susah payah. Ia segera menyapa Braxton.
"Tuan Braxton" Juan hanya menundukkan kepalanya dan keluar kembali.
Ia tetap mempertahankan emosinya. Jangan sampai ada orang yang melihatnya.
Ia mengetik sesuatu di mesin berbentuk persegi panjang tinggi dengan layar sentuh ditengahnya. Juan mengetikan permintaan satu robot maid datang ke ruangan Marky.
Tak berapa lama. Juan kembali masuk. Marky menatapnya. Setelah membaca laporannya.
"Sepertinya kau sibuk, aku tak akan menganggu lagi" Braxton memilih mengundurkan diri dari sana.
Sebenarnya ia tak memiliki keperluan apapun dengan si tua Marky, ia ingin mengertak Juan saja dengan keberadaannya dan ia mendapatkan apa yang ia cari.
Braxton keluar ruangan dan maid masuk dengan membawa nampan berisi satu gelas cairan kekuningan dengan es bulat didalamnya juga secangkir kopi yang masih mengepul hangat.
Maid itu meletakkan apa yang ia bawa ke meja. Kemudian keluar.
"Sudah ada solusi bagaimana kita memanennya dengan cara lain?" Marky tak ingin membuang waktu juga tidak ingin ada kesalahan pada penelitian ini.
"Masih dalam penelitian kami bos" jawab Juan.
"Saya rasa kita hanya bisa mengambil seperti yang sudah-sudah, menunggu daun uang itu berguguran dengan sendirinya"
"Dan pupuk dari bukit Rfizt sangat membantu pertumbuhannya sangat cepat walau kurun waktu beberapa bulan akarnya telah kokoh mencengkram tanah baru"
Juan memperlihatkan video pertumbuhan akar pohon uang itu, dengan menggunakan temuannya ultrasonografi tanah.
Dengan menempelkannya pada tanah dan alat itu akan bekerja, bisa mencapai kedalaman 50.000 kedalam kerak bumi.
__ADS_1
Marky puas dengan kerja Juan selama ini merawat anak-anaknya. "Ya teruskan saja seperti semula."
Marky masih membaca laporan dari Juan. Alisnya mengkerut. "Kenapa dengan pembibitan? Hasilnya berbeda dengan pohon indukan? Dan sangat jauh. Apa banyak bibit yang gagal?" Marky mulai fokus membaca dengan menunggu penjelasan Juan.
"Kami juga masih menyelidikinya Tuan, dan ini sangat sulit, Tuan bisa baca, bibit-bibit itu tiba-tiba melemah, dan dalam kurun waktu 15 hari kebanyakan mereka akan mulai kering dan mati."
"Kami juga telah mencoba dengan berbagi pupuk untuk mempertahankan bibit namun setelah 15 hari, bibik akan kering dengan sendirinya."
"Apa harus ditanam dekat indukan? Tapi Lamorna menemukannya di dalam laboratory mereka." Banyak pertaannya membuat Marky sedikit gusar.
"Temukan segera!" perintahnya.
"Dan bagaimana perkembangan tentang pencarian para pemberontak?" Marky membuka topik yangblain tidak kalah pentingnya.
Kling!
"Bos, Tuan Hudson Cane ingin menghadap!" Mariah, Sekertaris Marky menggantikan Clara Era yang ikut berkhianat.
"Masuk!"
"Bos" sapa Hudson Cane sekarang menjadi ketua khusus pasukan elit milik Marky.
"Sampaikan!" Perintah Marky.
"Kami melihat sinyal didaerah hutan dalam Nokturnal, pasukan sedang kesana untuk menyelidiki"
"Lebih baik kau kerahkan robot nomor satu, mereka lebih cepat"
"Baik Bos" Hudson menunduk, sebelumnya ia melirik pada Juan yang bermuka datar. Ia tersenyum mengejek.
Juan ditarik dari pasukan khusus elite milik Marky dan disibukan dengan penelitian. Seorang Foxes Side memang dilatih khusus menjadi petarung bukan peneliti, dan jika ada dari Foxes Side yang beralih menjadi peneliti dan ditempatkan pada Owls Side. maka itu suatu penghinaan bagi mereka.
Entah sejak kapan adanya gesekan antara Foxes Side dengan Owls Side. Seperti aturan tak tertulis yang mereka tahu. Tapi mereka hanya diam.
Dan ini salah satu hal yang tak disukai oleh ExSide. Kearogansian keduannya, yang satu merasa kuat dalam kekuatan dan menganggap yang lain cupu, yang satu merasa paling pintar dan menganggap yang satu bodoh. Sudah. Susah. Dan menjengkelkan.
Juan masih dengan tampang datar, ia tak mengambil pusing dengan ledekan Hudson. Biarkan lawan senang sebelum ia menghancurkan kebahagian mereka.
"Sudah kau kembali sana!" Marky mengusir Juan. Juan menundukan kepala lalu berlalu. Pintu ditutup. Marky melihat kearah pintu. "Jangan coba-coba berkhianat!" Desisnya. matanya masih tajam menatap kearah pintu.
__ADS_1
Ditempat lain, Braxton menikmati brandy dinginnya. "Mariah? menarik" ia menyesap lagi minuman itu. ia mengetukkan jemarinya pada gelas kaca itu. " Semakin menarik"
tbc.