DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Dalgron dan Kristal Abadi


__ADS_3

Bharat terbangun dengan tubuh prima. Semalam ia tertidur dengan nyenyak. Ia mendekat pada tempat Grey tertidur namun naga itu sudah tak ada.


Ia mengintip pada kandang besi ia melihat gumpalan yang bergerak didalamnya. Grey kembali ke kandangnya.


Ia akan menyerahkan kembali kandang Grey pada Atari. Bharat sudah rapi bersiap turun dengan menenteng kandang Grey.


"Pagi Ratu" sapaan Atari. Mata Bharat melebar. Ia tidak percaya mendapat sapaan seperti itu dari Atari.


"Pagi" jawab Bharat,


"Ini" lanjut Bharat menyerahkan kandang dan tak terlalu mengharap pada Grey. Atari hanya menatapnya bergantian dari kandang ke Bharat, tanpa mengeluarkan perkataan apapun.


Bharat hanya bisa berdiri terdiam. Menunggu Atari, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu pada Bharat.


Kandang yang berada diatas meja itu berontak. Atari mengulurkan tangannya membuka kunci pada pintu kandang. Pintu terbuka Atari menunggu Grey untuk keluar. 


Bharat masih berdiri menunggi pergerakan dari naga yang berada dalam kandang. Dan tak lama Grey melesat cepat, pergi. Penolakan. Atari mengerti.


Namun,


WHOOSSH!


Tubuh Bharat disambar dan terlempar ke udara, lalu mendarat pada punggung berkulit. 


"Grey?" Raungan makhluk mitologi itu kencang dengan api keluar dari mulutnya, Grey, si naga yang sedang membawa bharat terbang. Berkeliling.


"Kau menerima ku?" Ia masih tak percaya.


"Benarkah?" Ada rasa haru, ia masih dibawa melesat pada punggung Naga. Menyusuri atas hutan pinus. Berputar pada air terjun dengan beberapa teman naganya.


Seperti mengenalkan Bharat pada kawanan naga lainnya, Atari dan Sunna melihat dari bawa.


"Tak diragukan lagi bukan?" Sunna bersuara, 


"Apa ini yang membuatmu mau menjadi guidenya?" Atari bersedekap dada, menunggu respon Sunna.


"Dari awal desas desus, Haiyla mendapatkan pengganti Ratu yang lama, aku sudah tertarik. Banyak yang meremehkannya," Sunna menaruh tangannya dalam saku.


"Dan kau melihat masa depannya bukan?" Bukan rahasia umum, kemampuan yang Sunna miliki tentang melihat masa depan.

__ADS_1


"Hanya melihat adanya kedamaian antara dunia bawah dan dunia manusia" Atari melihat Sunna dengan wajah bangga pada Bharat. Atari melemparkan pandangannya pada Grey yang melandai, menurunkan Bharat.


"Kau hebat, aku akan memberikannya padamu, kau panggil siapa dia?" Atari tak basa-basi.


"Aku panggil dia Grey."


***


Bharat masih menghabiskan sisa waktunya ditempat Atari sebelum kembali ke Phoenix Way.


Ia memanggil Red. Disana Bharat mempertemukan kedua sahabat barunya. Awalnya sangat Bharat melihat mereka canggung.


Namun setelah beberapa saat mereka berlatih dan Bharat seperti mengomando semuannya. Mereka tampak bagus bekerjasama.


Bharat puas begitu pula Sunna yang memantaunya.


***


Haiyla kembali berkata bahwa acara penobatan ua menjadi Ratu akan diadakan sebentar lagi.


Dan mereka memerlukan kristal abadi. Dan Sunna memberi tahukan sebuah peta daerah Dragon Eye.


"Pertarungan selanjutnya, akan menjadi pertarungan terakhir sebelum Ratu dinobatkan" ucap Sunna.


Ia menunjuk peta hologram dengan laser merah. Titik merah menunjuk sebuah gunung paling tinggi menjulang di Dragon Eye.


"Di sana kau akan melawan Dalgron" Sunna kembali pada layar di besar yang menggantung di belakangnya.


Keluar gambar sebuah naga, "Dalgron tak bisa diusik, ia akan mengejarmu sampai dapat dan menghancurkanmu jika kau mengusik kristal abadi yang ia jaga"


"Hingga kini tak ada yang mau berurusan dengannya, banyak korban berjatuhan. Saat kau sudah mengganggu teritorinya maka ia akan mengganggu teritorimu"


"Ini tak akan mudah" Sunna memperingatkan Bharat.


Bharat saat ini berada di sebuah lembah dengan gunung api yang aktif diatasnya. Sebuah portal menjadi pintu masuk ke tempat Dalgron. Sunna membantu membuka portal.


Sunna menepuk bahu Bharta dan ia percaya Ratu mereka bisa membawa batu kristal itu.


Bharat masuk ke dalam portal dimensi dan kakinya berpijak pada tanah yang kering dan retak.

__ADS_1


Hawanya sangat panas. Suasana berwarna kemerahan mengelilingi Bharat, dapat ia lihat aliran-aliran lahar merah diantara retakan tanah yang ia pijaki. Bongkahan besar bebatuan mengelilingnya.


Dimana dia? Apa ini tempat Dalgron. Sangat panas sekali. Keringat Bharat sebesar jagung mengalir dari dahinya.


Ia pun mulai melangkah, raungan terdengar, juga desisan lahar panas yang menghanguskan apa saja dilewati.


Udara panas, rasa kuatir, cemas dan waspada bercampur pada dirinya.


Ia melihat punggung berduri raksasa di depannya, sosok itu yang ia cari, ia berwarna legam. Ia menemukan salah satu yang harus ia temui.


Ia mencari dimana letak kristal abadi.


TAK!


Bharat menginjak ranting kering. Membuat si raksasa mencari sumber suaranya. Dan Bharat bersembunyi dibalik bebatuan dan sesekali mengintip.


Naga itu memiliki tanduk. Tanduk dengan kilauan cantik. Sebuah pemikiran masuk dalam otak Bharat. Jangan bilang …


Bharat masih bersembunyi ia tak tahu jika Dalgron mendekat ke arahnya. Bharat kembali mengintip namun siaalnya ia bertatapan dengan mata naga Dalgron tepat di depan wajahnya.


"HGRAH!" Raungan kemarahan ada penyusup di daerah teritorinya, Bharat memundurkan tubuhnya.


Kepala naga itu menghancurkan batu persembunyian Bharat. Wanita itu berlari menjauh dengan tembakan api dari mulut Dalgron.


"GRAAGH!" Rauman menggelegar, menggoyangkan tanah yang Bharat pijak, juga seburan lahar panas ikut menyulitkan pelarian Bharat dari kejaran Dalgron.


Nafasnya terengah, Bharat kembali bersembunyi dibalik batu, dan semburan api membakar batu tempat persembunyian Bharat.


Dalgron terbang dan hinggap di antara bebatuan besar. Mencari keberadaan Bharat. Is segesit tikus.


Ia harus menaiki Dalgron jika benar kalau kristal abadi itu adalah tanduknya. "Grey" dan Dalgron mengetahui adanya naga lain disana.


Dan dengan cepat mengejar Grey. Grey terbang menjauh. Pengejaran dan serangan api dengan lincah Grey hindari.


Ia kembali ketempat Bharat dan mengigit bahu Bharat dan melemparkannya di punggung. Bharat bisa melihat Dalgron yang terbang mendekat dengan kecepatan tinggi.


"SIAP! TERBANG, GREY!" Cemas Bharat.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2