DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kehilangan Riby


__ADS_3

"RIBYYYYY ... " teriakan Leon, ia terlambat. Pedang itu menembus dada Riby.


"Ughug ... " Riby terbatuk, cairan merah keluar dari mulutnya, darah segar juga mengalir dari punggungnya.


"HA HA HA HA ... " tawa menjengkelkan keluar dari robot itu,


"Aaagh ... " Pekikan kesakitan Riby ia terkulai, kesadarannya menipis. Robot itu mencabut pedangnya.


"Ribyyyy ... " Jenny juga Camy mendekat kearah Riby. Leon menyerang robot itu namun si robot lebih gesit dan melarikan diri. Leon mengejarnya.


"By bertahan by" Marzon langsung mengangkat tubuh lemah Riby.


"Ke ... ru ... ang ... ku ... " Lemah Riby. Jenny memegangi kain yang ia tekan didada Riby.


"Dimana?"


Amber lebih dulu melangkah dan membuka pintunya.


Marzon meletakkan Riby di atas meja oprasi miliknya. "Ma ... si ... " bisik lemah dan terbata. Marzon hanya mengangguk. Lalu ia mengangguk ke Jenny juga. Ia menjauh Membantu Ex Side melawan Nokturnal.


"By bertahan kumohon!" Camy kalut. Riby hanya tersenyum. Nafasn6a mulai tersenggal. Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai menghilang.


"Druw! Druw!" panggil Camy.


"Aku disini! By bertahan by!" Druw mengusap wajah Riby yang basah juga memutih, kelopak matanya membuka perlahan dengan keringat juga cipratan darah. Riby menggeleng.


Ia tahu, waktunya sudah dekat. Tangan Riby meraih camy. Camy mengenggamnya.


"Terima ... ka ... k ... si ..." tangan Riby terlepas. Isakan tangis mulai terdengar. Semakin lama semakin kencang.


Camy mengebrak meja. ia tak terima dengan kejadian ini. Marky telah keterlaluan. Ia tak menengis. Tatapannya tajam juga kosong. Hatinya sakit. Teramat.


Pria tua itu telah membunuh kedua orang tuanya, membuat banyak anak seusiannya menjadi yatim piatu, juga merasakan dunia yang gila diluar sana, hanya karena seorang yang gila kekuasaan macam itu.


Ia juga mengambil kedua rekannya dan sekarang satu rekannya lagi. Camy tak akan melepaskan. Jarinya mencengkram kuat pada meja besi dengan Riby terbaring kaku diatasnya.


"BORNT MARKY! AARGH!" Camy mengebrak mejanya berkali-kali, jika Druw tak menangkap lengan Camy, ia mungkin akan mengahancurkan tangannya sendiri.


"Cukup!" Camy masih tak bisa dihentikan.


"AARRGH ... " Melampiaskan kemarahannya dengan menyakiti diri sendiri.

__ADS_1


"CUKUP! Cam ... Riby tak akan suka kau menyakiti diri ... cukup okay!" Pekikan Druw yang memelan. Camy mendengarkan.


DOOM!


BOOM!


"Sialan kau Nokturnal!" Maki Jenny ia menghapus air matanya. Membuka pintu lab dan ledakan kencang mengintrupsi kedukaan mereka. Jenny keluar untuk melihat ia tak ingin seseorang lagi menjadi korban. Dan ...


BOOM!


DOOM!


DOOM!


"JOOOOOOO!" Jenny melihat Jo melayang dan tertimpa reruntuhan. Ledakan beruntun yang menghancurkan DarkHole.


Jenny berlari kearah Joana, dengan tampang cemas. Segera ia memeriksa denyit temannya itu.


Joana tadi menghalangi para robot menggali 'Monika' robot itu menggunakan peledak untuk melubangi samping-samping pohonnya.


Lamorna memerintahkan mengambil semua benih yang ia semaikan. Menjarahnya dari laboratorium pribadinya.


Mendengar teriakkan Jenny, semua langsung keluar.


Camy keluar menemui Joana dan yang lainnya. Ia menembaki siapapun yang menghadangnya, sekarang ia tak lagi ada ampun.


Ia kehabisan peluru Camy membuang senjatanya dan beralih pada dua pedang dipunggungnya.


Camy berlari menjauhi rekannya, mengiring dan mengalihkan musuhnya kepadanya.


Beraninya keroyokan, dasar! Makinya dalam hati. Camy dikelilingi oleh berbagai macam robot juga mutan. Mereka meremehkan Camy.


Seperti sedang menari Camy mengerakan bilah-bilah pedangnya. Layaknya menari balet Camy berputar dengan cepat pedangnya menyabet leher lawannya.


Dengan sekejap puluhan lawanya tumbang dengan cairan merah membanjiri lantai. Camy melangkah tenang diantara mayat lawannya.


Matanya kosong. Tujuannya satu Lamorna yang sedari tadi hanuandiam dengan senyuman mengejek disudut ruangan dengan berikade para tameng hidupnya.


"SANGAT PENGECUT!" teriakkan Camy kencang.


Tapi terus Camy mengayunkan senjatanya. Cepat dengan hati kosong. Kehilangan Riby membuatnya menghilangkan hati.

__ADS_1


Ia beberapa kali menembakan rudalnya. Mengurangi barikade tameng Lamorna. Namun barikade itu seperti amoba, yang bila terbelah ia akan bertambah banyak.


Tawa Lamorna memekakkan telinga. Tawa yang angkuh juga licik. Melihat itu Camy mau tak mau harus menggunakan senjata terakhirnya.


Ia mengirimkan pesan kepada mereka semua. Agar mundur perlahan dan menjauh, ini akan memekan waktu juga tenaga mereka jika tidak segera di musnakan.


Dan dengan cara terakhir. Menghancurkan DarkHole. Camy merancang DarkHole sedemikian rupa dan bila nanti DarkHole akan hancur maka semuannya akan musna tidak tersisa.


Biarlah semua penelitian dari DarkHole hilang. Camy sudah menyiapkan segalanya. Meledakkan DarkHole dengan hujan kimia siapa yang menghirup akan terkena imbas penyakit mematikan, sedangkan untuk robot akan meleleh begitu saja.


Camy menggunakan masker yang serupa hidung juga dengan orang DarkHole lainnya.


Asap menyelimuti sekitar DarkHole, membuat jarak pandang yang juga terbatas. Lamorna dengan segera menyadari langsung meraih masker seorang mutan dan mengenakannya.


Didepannya terlihat ratusan robot yang mulai melakukan hal aneh, dan sebagian ada yang meleleh, beberapa mutan kehilangan kesadaran bahkan terbatuk darah kemudian jatuh tergeletak di lantai.


Banyak pasukannya terkapar tak sadarkan diri. kengerian disekitarnya membuat Lamorna memutuskan untuk meninggalkan tempat ini.


Ia bergegas pergi. Karena rencananya pun telah tercapai. Ada kebangaan tersendiri ia akan menyimpan beberapa binit untuk dirinya sendiri. Senyuman licik tercetak dibibir merah darahnya.


Ia ingin melibas Marky tapi sepertinya keinginan intu tidak perlu lagi. ia akan tetap memberikan semua yang Marky mau tapi ia juga mengambil beberapa untuknya, untuk di perbanyak, untuk di biakkan sendiri. Dengan begitu gak perlulah jabatan tinggi yang penting ia bisa memiliki banyak uang.


Lamorna masih ingin memiliki Black Sea. Dan ia akan mendapatkannya kembali. Ia berterima kasih dengan DarkHole yang telah melenyapkan Theo. Menjadikan jalannya untuk memiliki Black Sea menjadi lebih gampang.


Willow menarik Wina saat ingin membalas pada Jenny.


"Belum saatnya! Pakai maskermu!" Willow memperingatkannya.


"Lepas! Aku bilang lepas!" Berontak Wina. Dengan mata yang tajam juga sisa air mata juga ayeliner yang mengering dipipinya. Sangat berantakan. Dan mengerikan.


"Sekarang! Pakai maskermu! Dengarkan aku! Nanti! Ingat bosmu!" Lagi Willow mengingatkan.


"Aku akan membunuhnya dengan tanganku! Kau ingat!" Wina sedikit mengendur, saat Willow membawa bosnya. Secinta apapun Wina dengan Theo, Marky bisa mengalahkannya. Wina ingin sekali mendapat pengakuan dari Marky. Obsesi.


"Ayo kita pergi, Carlo bawa mayat Theo, kita harus memberikan penghormatan terakhir untuknya!" Willow memerintahkan  asisten robot yang melindunginya.


"Ya madam!" Ia segera menyelimuti Theo dengan kain halus dan tipis dan membawanya mengikuti Wina dan Willow.


Tim DarkHole berkumpul dan segera pergi dari DarkHole yang sebagian telah menghilang, dengan cara meleleh, tinggal menunggu waktu saja DarkHole menghilang selamanya.


"Mari ketempatku" Marzon menawarkan diri. Camy tak mempunyai pilihan lain untuk sekarang ia sedang membutuhkan tempat. Pembalasan untuk Marky! Dan itu pasti!

__ADS_1


tbc.


__ADS_2