DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 17


__ADS_3

Willow pulang ke rumahnya sudah tak menemukan bibi Lomi sudah tak ada di rumahnya. Namun bisa dilihat tidak ada debu yang tertinggal. Pasti bibi Lomi selalu datang untuk membersihkannya.


"Home Sweet Home" ucap Willow lirih. Ia masih tidak tahu rumah siapa yang ia tinggali, ia pikir ini rumahnya saat dulu ia pertama kali kemari.


"Home?" Bisiknya. Ia merebahkan diri diranjang. Perutnya lapar. Pasti tak ada apapun di dalam lemari esnya.


Tapi tetap saja Willow berjalan ke arah dapur. Dan menuju lemari es. Dan benar kosong hanya ada air.


Ia tahu bakal kosong tapi masih saja memastikan dengan mata kepalanya. Ia beranjak dan kembali keluar. Ia akan ke rumah bibi Lomi, untuk mengabarkan dirinya sudah pulang. Lalu setelahnya ia akan pergi kekedai.


Ia menatap halaman asri nan luas juga penuh dengan bunga dan pohon-pohon buah menyebar di halaman itu.


Lomi pernah memberitahukan alamatnya juga mendeskripsikan rumahnya pada Willow. Ia membuka lipatan kertas dan memastikan kembali alamat yang ia tuju benar baru ia mendekat.


Willow melangkah menuju pintu, mengetuk perlahan. Suara terdengar dari dalam. Pintu coklat itu terbuka. Sosok wanita tua muncul dari balik pintu. Netranya melebar menemukan Willow.


"Bi aku sudah pulang," kata yang tak pernah keluar dari bibir Willow. Wanita di depannya tentu terdiam. Ia bingung.


"Oh ya, selamat datang Nona" ucapnya bingung. Suara ribut terdengar dari dalam ruangan.


"Aku hanya mengabarkan kepulanganku saja bi, kalau begitu permisi" Willow menatap ke arah dalam ia mendengar suara yang familiar. Mungkin ada tamu di dalam. Willow permisi.


"Nona mari ikut bergabung, kami sedang makan malam, nona sudah makan?" Bi Lomi melihat gelengan kepala Willow.


"Ayo, masuk, mereka juga baru datang, atau kalian kembali bersama?" Alis Willow terangkat. Mereka siapa? Ia tak mengerti omongan wanita tua yang sudah menarik tangannya.


Dentingan peralatan makan terdengar ramai. "Nona carilah tempat dudukmu" ucapan Lomi mendapat sambutan dari mata-mata yang berada diruang makan.


"Lomi kau bawa siapa?" Seorang lelaki paruh baya berjalan dengan nampan daging panggang yang ia letakkan di meja makan.


"Will kau disini? Ayo-ayo sini Will kau pasti lapar" Resta berdiri menarik satu kursi di sebelahnya. Willow berjalan mendekat. Ia melihat ada Troto tapi tak ada Shera.


Ia duduk berhadapan dengan Troto. Perlahan ia duduk.

__ADS_1


"Oh kau Nona Willow, perkenalkan saya Dolar, Suami Lomi akhirnya bisa berkenalan denganmu," 


"Sudah-sudah nanti lagi perkenalannya. Kita makan dulu, dari tadi kalian terus mengobrol saja" ucap Lomi, wanita itu melepaskan apronnya. Dan menyusul duduk didekat sang suami.


Dolar memotong-motong daging dan Willow mendapat potongan pertama, daging sapi yang terbakar sempurna dengan kilauan saus meleleh di piringnya, suara perut Willow terdengar.


"Was pas sekali, untuk tamu istimewa," Willow dengan wajah menghangat menerima piring dari tangan Dolar.


"Terima kasih" ucapnya lirih. Terdengar dengusan dari sebelahnya. Willow melirik Resta. Dan menedang kuat kaki Resta.


Suara tendangan terdengar keras. Pekikan kesakitan Resta, membuat dua paruh baya itu teraenyim


"Kalian sangat bersemangat." Dolar menyerahkan piring terakhirnya pada sang istri sebelum menyendokkan daging untuk dirinya. Resta hanya menyengir menahan sakit di tulang keringnya. Mata tajam Troto tak lepas dari keduannya.


"Kau mau kentang tumbuk?" Resta menawarkan. "Terima kasih, Aku bisa mengambil sendiri"


"Kau harus makan banyak jika kemari, masakan Dolar dan Lomi sekelas dengan restoran mahal," ucapnya yang menumpuk salad makaroni pada piringnya.


"Dasar! Kau tak perlu menyajung kami terlalu berlebihan, kau bisa datang kemari jika kau lapar" ucap Dolar.


"Kita sama Will, kau akan kemana? Aku akan dengan senang hati menemanimu"


"Mengapa aku harus menghabiskan waktu liburanku denganmu? Kembali saja ke Giant Pipe" ucap ketus Willow. Ia ingin lepas dari Resta yang terus mengikutinya.


"Aku akan menjadi bodyguardmu" ucap Resta.


"Tak perlu aku bisa menjaga diriku sendiri." Telak, benar apa yang Willow katakan.


"Bagaimana jika kita kembali ke Giant Pipe bersama besok?" Kembali Resta dengan keabsurtannya.


"Kapt! Aku sedang liburan panjang" ucap Willow.


"Kau tahu Andreas menghubungiku, jika Amira ingin kau menjadi pelatihnya" kembali Resta menatap pada Willow.

__ADS_1


Willow tak mengindahkan omongan Resta, ia sibuk memakan potongan dagingnya. Matanya berbinar. Ia menatap Dolar dengan mata berbinarnya, daging bakar ini begitu lezat.


"Dolar ini sangat lezat"


"Terima kasih Nona"


"Masakan mereka memang lezat Will kan aku sudah berbicara tadi" Resta melahap sesendok besar salad makaroni.


"Aku tahu" Willow melahap makanannya. Terus memasukan satu sendok besar salad makaroni, saat Lomi menawarkan lasagna padanya tentu Willow mengangguk. Lasagna Lomi juara setara dengan Lasagna buatan Jo.


Willow terus memasukkan makanan pada mulutnya, terus mengangguk jika Lomi atau Dolar menawarkan sesendok makanan lain, Dan itu tidak lepas dari perhatian Troto yang sedari tadi diam.


Ia akan menatap tajam pada Resta jika sudah menggoda Willow. Zale memang kurang ajar. Sengaja memasukan Willow di Giant Pipe melalui Resta.


Ia baru tahu tentang itu, awalnya ia terkejut Willow masuk pelatihan militer Guapo ternyata Resta yang membawanya, perintah dari Zale.


Tentu Troto tertarik, dengan kemampuan Willow. Dan memang benar wanita itu memiliki nilai teratas dibanding yang lain.


Ia pun tahu tentang kepura-puraan Shera, dan tak sengaja mengajak Willow karena semua inisiatif dari Resta. Resta memiliki tanggung jawab menjaga Willow.


Malam itu Willow habiskan dengan bercengkrama dengan mereka. Mendengar kelakar Resta dan cerita-cerita dari Dola dan Lomi. Willow juga selalu menangkap pandangan Troto padanya. Lelaki itu lebih banyak diam dan menimpali sesekali.


*


*


*


Willow merasa sesak. Tubuhnya terpenjara oleh langan besar yang melingkari perutnya. Rasa kantuk mengalahkan rasa penasarannya. Ia hanya bergerak.


Lengan besar itu melepaskan dirinya. "Tenang, ada aku disini, tidurlah kembali" suara dalam dan serak. Mengelus belakang kepalanya. Willow merasa nyaman.


Willow bergerak masuk dalam rengkuhan nyaman itu kembali dalam tidurnya. Inilah 'Home' atau rumah sesungguhnya, untuknya pulang.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2