
Benar seperti dugaan mereka, setelah menambah dosis formula dalam tubuhnya, efek sampingnya mulai terlihat. Panas tubuh Wina naik, ia demam tinggi. Hingga kejang-kejang.
Mereka hanya bisa melihat, karena memang itu yang harus Wina lewati. Lalu tak lama suhu tubuh Wina menurun, dan semakin turun lalu ia terkena hiportemia.
Tubuhnya mengigil, namun ia berkeringat dingin, wajahnya yang tadi merona beberapa saat menjadi pucat, nafasnya memburu, degupan kencang terdengar diruangan pengawas.
"Hiportemia ringan" celetuk Potka.
"Suhu tubuh pemimpin menurun 34,5 °C sekarang menjadi 33,5°C " lapor Luke.
Lalu mereka melihat Wina tak lagi mengigil dan nafasnya tak memburu juga degub jantungnya tak seramai tadi,
"Denyut jantung melambat, tekanan darahnya menurun, suhunya tubuhnya turun drastis 30,5°C" Luke melaporkan, danterdegar degupan jantung Wina yang melemah.
"Hipotermia sedang" sahut Bill.
"Masih ada tahap selanjutnya, terus pantau dan catat" perintah Bill yang diangguki oleh timnya.
Tubuh Wina mengejang, kaku otot, nafasnya semakin melemah, juga denyutan jantung pun ikut semakin melemah.
Dan,
Pip! pip! pip! pip! pip!
Suara nyaring terdengar Bill, Ethan dan Potka bergegas masuk ke ruangan Wina,
Ethan melepaskan oksigen Wina, ia mendongakkan dagu Wina meluruskan saluran pernafasan Wina, Bill memompa didada Wina. Agar pemimpinnya kembali bernafas. Bill melakukan CPR.
"Tuan Putri kau dengar aku!" Bill bertanya pada Wina di hadapannya.
"Pemimpin pingsan ketua" Luke datang. Bill masih belum menemukan denyut jantung Wina.
Luke menyiapkan alat kejut jantung, Wina mengalami henti jantung. Dengan cekatan Bill mulai menempelkan alat kejut jantung
pada dada Wina.
__ADS_1
Melihat kealat detektor yang terpasang disebelah brankar Wina. Ethan membantu melepas kancing baju Wina, Bill bersiap di samping Wina. Dengan alat kejut diputar di kedua tangannya.
"I'm clear!"
"You're clear!" timnya mengangguk bersamaan.
"Everybody clear!" Bill memastikan timnya telah siap.
"Shock!" seruan Bill.
Alat kejut menepel didada Wina yang terlonjak. Suara pip melingkupi ruang Wina. Raut tegang terlihat diwajah yang menyaksikan aksi Bill.
"Tambah!" Bill memutar alat itu,
"Clear!"
"Shock!"
Sekali lagi tubuh Wina terlambung. Namun denyut jantung tak terdeteksi.
"Tambah!" Bill kembali menyerahkan alat itu pada Potka yang akan diberi jel, Potka menyerahkan alat itu, Bill menempelkan kedua alat itu lalu memutarnya. Ketegangan semakin memuncak.
"Clear!"
"Shock!"
Bill melihat monitor menampakkan lagi denyut jantung, tekanan darah, dan Wina kembali bernafas.
"Selamat kembali Tuan Putri" Bill denang nafas memburu. Keteganggan sedikit menghilang. Kelegaan yang terpancar dari wajah-wajah diruangan itu.
"Ini baru tahap awal dari efek formula" Bill mengingatkan, masih panjang perjalanan mereka, dan harus tetap fokus.
Potka, Bill, Ethan dan Luke harus ekstra berjaga dan memantau keadaan Wina.
Wina meronta dalam tidurnya, rasa panas dalam dirinya, setelah melewati beberapa malam dengan turun naik suhu tubuhnya, Tubuh Wina mulai beradaptasi dengan formulanya.
__ADS_1
Hingga setelah menunggu dinyatakan stabil dalam tiga hari maka Wina yelah melewati tahap satu. Penerimaan awal formula pada tubuh. Masih panjang perjalanannya.
Setelah seminggu dari penerimaan awal, Wina terbangun dari tidur panjangnya. Ia tampak segar. Menatap mata-mata yang ada didepannya.
Ia mengernyit, "Bagaimana perkembangannya?"
"Ini laporannya pemimpin" Like menyerahkan berkas dengan laporan tentangnya didalam sana.
"Apa tak lebih baik kau istirahat Tuan Putri" Bill menyela, namun Wina hanya menggeleng.
"Aku sangat segar. Ini tidur ternyenyak yang pernah aku rasakan" Ia membalik berkas.
"Berapa lama aku tidur?" Yang Wina rasakan ia hanya tertidur dan bangun seperti biasa.
"Dua minggu, Tuan Putri" Wina memeriksa tanggal laporan yang ia baca.
"Lama juga" gumannya.
"Penerimaan tahap awal" ia membaca hasil dari laporannya.
"Iya Pemimpin" Luke akan menjelaskan namun Ethan menyerahkan laporannya pada Wina.
"Lebih jelasnya disini pemimpin" Wina menerima berkas dari tangan Ethan. Membolak balik.
"Lanjutkan" Wina menyerahkan semua berkas itu pada Ethan.
"Aku ingin jalan-jalan" Mereka menunggu Wina turun dan berdiri. Mereka memperhatikan gerakan yang Wina lakukan.
"Kenapa?" Wina heran, dengan semua yang memperhatikannya dengan dalam.
Wina berjalan perlahan. Ia menatap mereka, dan ia membuat gerakan mondar mandir. Dan mata para pria itu mengikutinya.
Ia pun melompat-lompat kecil, dilanjut push up, sit up, lompat kodok bahkan Wina melakukan roll depan dan belakang.
"Okay, Okay, Cukup!" Potka yang menyadari kejahilan Wina menyadarkan para pria disana. Saat Wina akan melakukan sikap lilin. Tawa riang Wina tergelak. Ulah jahilnya ketahuan.
__ADS_1
"Jika kalian ingin memastikan aku baik-baik saja, maka aku katakan, aku sangat bugar sekarang, Ya layaknya aku telah menengak 100 butir dopamin"
tbc.