DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Rahasia Besar DarkHole Bocor!


__ADS_3

Pria dengan setelah jas juga banyak tato menghiasi tubuh dengan tampang garang juga rambut klimis tersisiri rapi kebelakang itu berjalan angkuh.


Ia melewati meja sekertaris dan memegang kenop pintu.


"Maaf Tuan Braxton, ada yang bisa saya bantu?"


Braxton menatap tajam dan lama sekertaris Marky, Mariah. "Aku ingin menemui bosmu, bilang padanya Ia tak akan menyesal menemuiku sekarang!" Braxton mundur dan menunggu saat Mariah mengangguk dan mengangkat telponnya untuk menghubungi Marky didalam.


"Bos ada Tuan Braxton Wright ... iya ... iya ... " Maria menutup telponnya dan menatap lurus pada Braxton.


"Silakan masuk Tuan, Bos menunggu didalam" Masih dengan sikap angkuhnya, Braxton berjalan mengangkat dagunya tinggi.


"Siang Marky" sapanya tak sopan, Braxtin sudah lebih dulu mendudukan dirinya di sofa kulit tanpa dipersilahkan.


Marky hanya menatap pria itu sekilas lalu berjalan ke sofa kulit lainnya.


"Ada perlu apa kau denganku?" Marky bersidekap dengan punggung menyender disofa. Melihat sudut bibirnya berkedut, menyeriangai, Braxton, berandalan Monts Side ini.


"Kau pasti akan sangat beeterima kasih denganku" ia melemparkan amplop coklat di hadapan Marky.


Marky tak berminat mengambil amplop itu. Apalagi ulah pria ini? Mentang-msntang anak pemegang saham tertinggi di Nokturnal maka sikapnya sangat kurang ajar, pikirnya.


Braxton terkekeh melihat Marky sama sekali tak melirik amplop yang ia bawa. "Jika kau mengabaikannya kau akan menyesal"


Ia sama bersendekap dada denagn pandangan yang meremehkan. Untuk sesaat Marky menimbang kemudian tangannya terulur. Ia ingin cepat menyelesaiakan masalah apa yang ingin bocah didepannya ini tunjukan padanya.


Tak! Tak! Tak!


Maid robot datang menyuguhkan Braxton dengan segelas minuman berwarna kekuningan dengan bola es didalamnya. Braxton tergelak,ia menggoda robot maid dengan mengangkat rok maid robot itu.


Maid robot memang mengenakan baju maid, rok pendek hitam dengan hiasan rendah putih.


Marky mengeluarkan isi amplop dan sesekali melibat kelakuan aneh Braxton. Lembaran foto. Awalnya hanya terlihat gambar buram, juga sebuah ruangan dengan banyak komputer disana, kemudian ia melihat gambar hitam buram juga.


Marky terus melihat lembar selanjutnya yang mulai menampakkan sebuah laboratorium dengan tulisan DarkHole disana.


"Maksu---" Marky akan meletakkan lembaran foto buram itu,


"Sttttt ... lihat hingga selesai" Sela Braxton,

__ADS_1


"Kau ha---" Marky merasa hal ini membuang waktunya.


"Stttt ... stttt ... lihat dulu" Dengan tampang menyeringai ia mempersilahkan Marky melihat lembaran gambar itu tanpa berkomentar.


Mau tak mau Marky mengikuti hingga raut wajahnya berubah seketika. Braxton melihat perubahan itu. Ia terkekeh dengan menyesap gelas brandynya. Ia menggoyang-goyangkan gelasnya. Melihat ke dalam gelasnya dengan kekehan yang semakin lama menjadi tawa.


Ia merasa lucu pada perubahan-perubahan yang di tampilkan wajah Marky.


"Ini apa?" Sebenarnya Marky sudah bisa menebaknya. Namun ia tak ingin bocah gila didepannya tahu tentang ini.


"Kau pura-pura tidak tahu rupanya?" Tawa terkikik Braxton menghiasi tatapan mereka.


"Jelas disana, ada pohon yang berdaun uang" Braxton tak suka basa basi. Senyumannya menghilang. Matanya menatam menusuk Marky.


"Kau menyembunyikan motifmu sesungguhnya! Formula dengan Batu Meteor itu Bullshiit kan, Pak Tua?" Braxton bisa menebak sasarannya tapi tidaj dengan perubahan tampilan wajah Marky ia telah mengontrolnya.


"Hei kau, pak tua! aku tak akan menyia-nyiakan uangku yang kau hamburkan dengan hanya menyelidiki Batu aneh juga formula-formula bualanmu begitu saja"


Braxton menaikan kedua kakinya ke atas meja.


"Aku ingin pohon itu! Juga dengan bibitnnya!" Braxton menegak minumannya, perlahan ia turunkan kakinya, kemudian ia berdiri. Braxton melempar flash disk. Marky menagkapnya.


"Cepat dapatkan! aku sudah membantumu!" Ia keluar ruangan Marky. Dengan cepat Marky memeriksa apa yang ada dalam flash disk itu. Video cctv menampilkan taman tengah DarkHole.


*


*


*


Marky mengumpulkan ketua juga pasukan elit semua Side juga para petinggih. Ia ingin menyampaikan penyerangan ke DarkHole.


Ia perlu banyak pasukan, karena selain ia ingin menghancurkan laboratorium Camy juga untuk mengambil semua pohon-pohon uang disana.


Ia merasa kesal seperginya Braxton dari ruangannya. Kenapa bukan dia dulu yang tahu. Kalau begini rahasia dibalik ia begitu terobsesi dengan batu meteor juga formula yang dicarinya terbongkar.


Padahal ia ingin memiliki pohon uang itu untuk dirinya sendiri.


BRAAK!!

__ADS_1


"Siaal! Pantas saja anak Aldy itu sangat sombong, ternyata ia menyimpan pohon itu untuk dirinya sendiri!" Marky menggebrak mejanya.


"Kau dengan anak mu sama saja! Serakah!" Marky mengeram, bibirnya terangkat senyum licik tercetak disana.


Rapat sangat alot, raung rapat ricuh anggota Nokturnal terbagi. Kubu setujuh dan kubu tak mau tahu. Disana juga ada Theo, Wina, Willow juga Lamorna dan Leon.


Keputusannya mereka mempersiapkan peperangan. Mereka melatih lebih banyak mutan, juga manusia.


Mereka menyiapkan tempat dimana merwka secara bersama melatih dan meningkatkan kemampuan mereka. Disana pasukan elite yang bertanggung jawab.


Sebuah hutan dengan banyaknya barak. berkumpulnya mutan juga manusia juga pasukan robot, saling beradu dan menguji kekuatan mereka.


Lamorna dan Leon ikut serta hanya merwka pikir ini yerlalu berlebihan untik menghancurkan laboratorium kecil seperti DarkHole. Lamorna sudah menyampaikannya pada rapat.


Theo, memetahkan pendapatnya dengan menyerangnya, "Kalau DarkHole kecil, kenapa anda tidak menang saat melawan? malah disekap dan harus diselamatkan?"


Dari situ kemarahan Lamorna pada Theo semakin menjadi. ia dipermalukan sekian kalinya oleh bocah didepannya itu. Kepalan tangannya memutih, rembesan merah mengalir. kukunya menacap pada telapak tangannya yang mengemggam erat.


Leon mendampinginya. Nokturnal menjadi semakin ketat saja. itu menyebabkan para mata-mata DarkHole tak bisa mengirim berita apapun ke DagkHole. Leon dan Marzon mereka mencoba, keluar namun tidak ada cela. Nokturnal serius mengenai ini. Semua akses keluar dan masuk sangat dijaga.


Mereka mengerahkan banyak pasukan, ada robot, manusia juga mutan. Mereka sudah menyiapakan untuk hari H.


Drapp! Drapp! Drapp!


Barisan pasukan robot berjalan rapi, mereka dikumpulkan disebuah aula besar milik Nokturnal. Pasukan elit juga menyiapkan kendaraan seperti tank juga pesawat tempur.


Mereka menjajarkan kendaraan perang itu di aula yang berbeda. Juga berbagai senjata, ada disana.


Karena rencana Marky bukan hanya merebut pohon uang itu tapi juga membumi hanguskan DarkHole. Dulu ia memang menunggu, mungkin anak aldy ini bisa menyempurnakan formula ayahnya, dan ia bisa. Dan sekarang saatnya menghilangkan hama untuk Nokturnal.


*


*


*


Riby tidak bisa menjangkau Leon, begitu pun Sasana Ex Side yang tutup dan masuk kearah Nokturnal dijaga ketat.


Riby mencoba mencari Leon ke tempat yang di hutan Nokturnal yang tidak terlacak. Riby menemukan sebuah teka-teki. Awalnya ia kira hanya sebuah keisengan para mutan kecil.

__ADS_1


Namun, Sebuah surat ia hafal dengan tulisannya. Leon. Wajah Riby pias melihat apa yang ia temuakan.


tbc.


__ADS_2