DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Persembunyian Wina


__ADS_3

"Ada pihak yang ingin bekerja sama dengan kita, Black Sea." dalam sebuah ruangan, Camy melihat disana ada ayahnya sedang berdiskusi. Black sea? Batin Camy.


"Bagaimana menurutmu? Ini akan membuat Nokturnal berkembang" Nokturnal? Ayahnya terlibat dengan Nokturnal? Camy mendekat ia ingin melihat lawan bicara sang ayah.


"Mereka bahkan tak sungkan mengelontorkan uang mereka untuk project ini" Wajah Ayah Camy, memberengut, ia berpikir dalam. "Kalau mereka tak akan mengganggu penelitian kita, aku oke"


"Yes bagus!" Pria yang duduk didepan ayahnya berdiri dengan bersemangat, wajahnya terlihat samar.


"Aku jamin ini akan sukses. Tak akan merugikan Nokturnal." Ayah Camy hanya menganggukkan kepala.


Mata Camy terbuka, Camy merasa kepalanya lebih ringan. Ia bangun dan melihat sekeliling putih dengan bau desinfektan yang sangat menyengat.


"Kau menakutiku!" Suara lirih disebelahnya. Druw duduk dibangku sebelahnya. Camy tersenyum padanya.


"Haus" Ucap Camy. Druw memberikan gelas berisikan air dengan sedotan. Camy meneguk banyak-banyak.


"Ayahku terlibat dengan Nokturnal juga Black Sea" Camy menerawang mengingat mimpinya. Druw menatapnya,


"Aku bermimpi, ia sedang berdiskusi dengan pria tapi tak terlihat wajahnya, samar," Jelas Camy.


"Jika dirunut sejak sakit kepalamu semakin menjadi, itu ketika kita terlibat dengan Nokturnal, bukan?"


"Apa ayahmu sedang memperingatimu Cam?" lanjut Druw.


"Entah aku juga merasa aneh, seperti aku merasakan adanya keterikatan dengan Nokturnal." Guman lirih Camy. Camy meraih jam tangannya, Druw meraih cepat jam tangan itu. menatap tajam Camy.


"Kau istirahat saja dulu, aku panggil kan dokter" Druw tahu, Camy pasti akan kembali menyibukkan diri dengan berbagai laporan penelitian yang ada di DarkHole. Druw tak suka.


Druw keluar, ia belum memberi tahukan tentang keadaan DarkHole juga Wina yang berkhianat dan menghilang bagai ditelan bumi. Amber dan tim berada di DarkHole sedang memulihkan sistem yang Wina porak-porandakan.


Juga dengan pertemuannya dengan Willow yang kembali teringat.


"Oh kalian sudah tahu. Bodoh sekali dia, menunggu lama hanya untuk pria bodoh!" Komentar Willow, setelah Druw meminta Willow menjelaskannya.


"Dan kemana mereka bersembunyi" geram Druw, Willow kembali diam. Hanya menatap datar Druw hingga Druw merasa Willow tak akan membuka mulutnya lagi. dan sia-sia membujuknya.


*


*


*

__ADS_1


Riby merasa buntu pada penelitiannya, mengapa Nokturnal menginginkan formula ini? Apa istimewanya? Mengendalikan manusia? Tapi formula ini bukan untuk itu? Lalu formula ini untuk apa? Tak terlihat efek sampingnya selain merusak tubuh yang terpapar dengan formula ini? Riby membatin sambil menatapi formula yang belum sempurna itu.


Ia tak mendengar Jo masuk keruangannya, "Riby mana laporannya?" Ia mendudukan dirinya pada kursi disamping Riby.


Riby menyerahkan setumpuk berkas yang membuat Jo heran, sebanyak inikah? berkata dalam hati.


"Bagaimana keadaan Camy?" Riby masih berkutat dengan penelitiannya. Tidak mendapat jawabannya apapun dari Jo, Riby menengok kearah Jo yang menatap tumpukan berkas yang ia berikan dengan tangan ia lipat didada.


Riby mengikuti tatapan Jo, kemudian menyengir lebar. "Ayolah bantu aku, yaaa..." Riby tak sempat memeriksa beberapa berkas karena sibuk berpetualang dengan Leonidas.


"Pelanggaran di Nokturnal ternyata terjadi disini" Jo mengambil berkas dan memindahkannya ke sofa bed empuk yang berada disudut ruangan Riby.


"Sudah baikkan, tapi dia belum tahu keadaan keos disini" ia melemparkan dirinya pada sofa bed itu. Lelah. Semua tim merasakannya. Riby kembali meneruskan penelitiannya.


"Druw menyuruhku tidak mengatakan pada Camy, biarlah Camy beristirahat"


"Kau dan Leon, pacaran?" lanjut Jo bertanya pada Riby, Riby menggeleng, "Kami hanya teman berpetualang" Memang baru mengenal dan mereka sangat dekat, dan kedekatan itu tidak menimbulkan perasaan lebih pada diri Riby. Ia hanya menganggap Leon teman.


Teman yang pintar juga mengasikkan, dengan Leon menunjukan berbagai sudut tempat yang Riby tak pernah mengira tempat itu ada didunia ini.


"Tak adakah getar-getar menyenangkan dihati?" Jo mengulik, dan sedikit godaan tentang perasaan Riby.


Riby hanya menggeleng. Memang selama ini yang Jo tahu tiga hal yang bisa membuat mata Riby berbinar. Makanan, Jasat yang sempurna juga pembedahan. Sudah. Itu saja.


"Bahkan soal Wina aku tak menyangka tapi juga tak terlalu kaget. Aku sempat melihatnya yang menjadi Miss Bect, dengan wig coklat, benar-benar membuatku muak"


Menghentikan godaan Jo, ia mengingat saat tak sengaja melihat  mereka, Miss Becs a.ka Wina dengan pakaian yang ketat dan sangat menempel pada Theo. Pasangan yang pintar berakting.


"Mereka kenapa tak jadi artis opera sabun saja, sangat cocok, aktingnya sempurna memperdaya kita" Geram Riby.


Yah kekecewaan. Riby menganggap mereka adalah kakak. Setelah ia yang terbuang dalam keluarga, disini tak ada yang memandangnya dengan mengerikan.


Disini ia merasakan hangatnya memiliki keluarga. Dan itu tak pernah tetlintas dalam pikirannya saat awal ia bergabung dengan DarkHole Lab ini.


Sebuah kehangatan yang membuatnya menghangat. Tapi ia sangat kecewa dan marah pada Willow juga Wina. Kedua kakaknya yang baik ternyata hanya kedok saja.


*


*


*

__ADS_1


Wina dengan perban di kepalanya. Hampir saja ia mati tertimbun reruntuhan markas kecilnya, untung saja Theo berhasil menyelamatkannya. Ia berada di Fox Inc sekarang. bersembunyi.


Fix Inc adalah perusahaan di payung Nokturnal Corp dan milik ketua Foxes Side, Theo, tempat Theo bersembunyi selama dua tahun itu tanpa terlacak.


Mereka berada di salah satu ruangan dengan banyak komputer yang memang khusus Theo buat untuk dirinya. Amarah Wina meradang sejak ia kalah dengan Amber.


"Berani sekali Ja lang itu menghancurkan ku. Dengan ini DarkHole akan lenyap" Sebelum sempat Wina mengklik tombol pada keyboardnya, dering panggilan masuk menyelanya


"YA!" Bentaknya. Kemudian ia melebarkan matanya.


"Jangan apa-apa kan DarkHole!" Perintah dari sebrang.


Klik!


Suara pria membuatnya terdiam ditempat dengan mata yang masih terbelalak tak percaya. Ini pertama kalinya, pria itu menghubunginya langsung, biasa, Mr. Ruler yang akan menelepon dan menyampaikan apapun padanya.


Senyuman mengembang di bibirnya, mood swing yang cepat. Tak ada yang lebih bahagia dari ini, Sang Boss menghubunginya langsung. Ia melihat nama si pemanggil. Senyum makin lebar pada bibirnya.


"Berterima kasihlah pada Bossku, kau masih aku kasih tenggang waktu Dark'AASS'Hole!" Tertawanya mengisi ruangan.


"Sayang ada apa? Kau senang sekali" Theo meletakkan sekantong penuh makanan cepat saji juga kantong kecil yang ia bawa dari Nokturnal Health Center, rumah sakit Nokturnal.


"Ini minum obatmu" menyerahkan satu plastik berisi obat. Theo menyerahkan botol air mineral pada Wina.


"Makasih sayang, Boss menghubungiku, ia melarangku menyerang DarkHole" Theo bingung melihat sang kekasih malah senang saat dilarang menyerang musuh mereka. Kemana sifat keras kepala dan tak mau kalahnya?


"Boss?? Bukan Mr. Ruler?" Wina mengangguk cepat, ia meraih kantong berisikan makanan, mengambil bungkusan burito, membuka dan melahapnya, moodnya yang sedang baik membuatnya lapar.


"Lalu apa sekarang yang akan kamu lakukan?" Theo Juga mengambil burgernya, dan ikut melahapnya.


"Memantau dan sedikit menguncang mereka" Wina menggigit besar buritonya, hingga daging cincangnya tercecer di mejanya.


"Hati-hati"


"Heh! Tak salah! Mereka yang harusnya hati-hati padaku! Aku bisa menghancurkannya, kalau tak ada perintah dari Boss" Senyum menyeringainya terlihat.


"Bukan itu, lihat kau makan berceceran" Nah kan sifat yang ini baru benar. Winanya.


Bukan hanya Wina dan Theo yang bersembunyi disana, sesekali Lamorna juga datang kesana, Karena Black Sea belum bisa muncul sekarang,


Dan Black Sea masih berada di bawah perlindungan Fox inc. Dan hal itu membuat Lamorna berang juga ingin secepat membangkitkan lagi perusahaannya ini.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2