DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 19


__ADS_3

"Aku lapar" Willow terduduk dengan rambut acak-acakan, mata masih menutup. Troto tertawa, ia mendekatkan diri pada Willow. Mengecup bibir wanita itu, mengecup pipinya dan mengecup lama leher wanita yang masih terduduk dengan kantuknya.


"Aku akan buatkan makanan," Troto memasuki kamar mandi, tak lama ia keluar dan sudah segar.


Willow masih tetap dengan posisi awalnya. Tangan hangat mengelus rambut berantakannya.


"Sama bersihkan dirimu, aku akan kebawah dulu, kau mau makan apa?" Akhirnya Willow menatap Troto.


"Apa saja aku lapar" rengeknya.


Troto sangat gemas kembali ia menunduk dan ******* bibir yang sudah menjadi candunya. Dan ia senang, ia bisa mendengar rengekan Willow lagi.


Ia merasakan keputusannya sangat tepat. "Oke Ratuku" Troto menatap Willow lama, ia geli dan kembali terkekeh melihat tanda kebiruan yang ia ciptakan pada sekujur leher hingga dada Willow.


"Aku turun! Kau segera bersihkan tubuhmu!" Troto akhirnya keluar kamar Willow. "Jangan tidur lagi!" Seruan Troto dari luar kamar.


Decakan terdengar dari bibir Willow dengan perlahan ia turun ranjang ia jalan agak terhuyung, ia merasakan sedikit nyeri pada bawah tubuhnya. Dan menyadarkan Willow bahwa ini nyata. Ia dan Troto bersama.


*


*


*


Mereka berjalan ke bukit falldown. Karena Willow ingin bertanya. Mengapa di ingatannya ada ia dan Troto di bukit itu. Sedangkan ia tak mengingat jika dirinya memiliki hubungan khusus dengan lelaki itu.


Mereka mendirikan tenda. Troto telah menyalakan api unggun dan berjalan ke tempat Willow duduk. Batu disana dengan menggunakan selimut diingatannya.


Willow melebarkan selimutnya, agar Troto ikut masuk dalam selimut itu. Dengan senyuman Troto masuk dan merangkul bahu Willow juga mengeratkan selimutnya. Angin dibukit Falldown sangat kencang dan dingin.


Senja terlihat begitu cantik. Troto merasa harus menjelaskan semuanya. Tapi ia sangat takut Willow akan menjauh dan meninggalkannya.


"Sangat indah, aku tak pernah melihat ini, pemandangan secara nyata." Troto dibawa kembali kemasa lalu, wanita itu juga mengatakan hal yang sama padanya saat Troto membawanya pertama kali ke Falldown.


"Kenapa?" Willow mengusap pipi Troto. 


"Tidak, aku pernah mendengar hal yang sama" Willow memperhatikan dengan kernyitan garis didahinya. senyuman tercetak pada wajah lelaki itu. Ia menatap keindahan senja.

__ADS_1


"Kau harus menikmati keindahan ini" Troto memegang dagu Willow dan mengarahkan ke arah matahari terbenam.


"Nggak ini lebih indah" kembali Willow mengarahkan wajahnya menatap Troto.


"Lihat saja senja itu" Troto mengalihkan wajah Willow pada senja.


"Ish!" Willow pasrah. Troto terkekeh sedangkan Willow kesal. Lama mereka memandang matahari terbenam.


"Aku akan memasak." Willow mengangguk. Ia berpindah duduk di rumput yang telah dialasi kain. Melihat Troto menyiapkan peralatan memasaknya. "Kau sangat tampan" sudut bibir Troto terangkat.


Gombalan Willow tak terdengar lagi saat Troto selesai dengan masakannya. Ia menengok dan mendapati Willow yang tertidur nyenyak.


Ia mendekati Willow. "Sayang bangun, ayo makan" bisik Troto pada Willow. Senyum lebar Willow tercetak. Ia membuka mata. Melihat wajah Troto yang dekat. Ia menempelkan bibirnya.


"Ini enak" selanya pada ciuman mereka. Kecupan berubah menjadi luma tan panas. Sesekali bibir Willow menggoda Troto. Membuat Troto memperdalam ciuman mereka.


Tangan Troto menyusup dalam pakaian Willow, namun terhenti sebelum semakin naik. Suara perut Willow protes minta diisi.


Rona merah menjalar di pipi Willow. Tawa Troto terdengar "Ada yang protes minta perhatian, ayo" ucap Troto mencuri satu kecupan sebelum mengulurkan tangan yang disambut baik oleh Willow.


"Kenyang!" Ia mengelus perutnya yang sudah banyak menghabiskan masakan Troto. Ikan bakar yang lezat juga sup, dan terakhir ia menghabiskan satu loyang pizza.


"Perutku mau meledak" ucap Willow memperhatikan perutnya yang menonjol. Troto ikut merebahkan dirinya disamping Willow.


"Bagaimana seminggu sekali camping seperti ini?" Tawar Troto.


"Jangan sering-sering seperti ini, aku tak suka" jawab luga Willow.


"Kenapa?"


"Karena jika aku keseringan kamu masakin, nanti aku jadi gendut, aku pasti akan melebar, aku nggak bisa menolak masakanmu, semua yang kau buat itu lezat, apa lagi apel crumble dengan cream dingin seperti dulu"


"Kau ingat?" Troto tersentak. Apel crumble, Troto pernah membuatkan untuk Willow sebelum ia menghilangkan ingatan wanita itu.


"Heh? Apel crumble? Kau dul …."


"Kapan kau pernah membuatkan aku apel crumble?" Willow terlihat bingung. Troto menghela nafas kasar. Ini mungkin waktunya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Willow.

__ADS_1


Troto menarik tangan Willow untuk duduk menghadap dirinya. Wanita itu mengikuti. "Dengarkan dan jangan memotong saat aku berbicara" genggamannya mengerat. Willoe mengangguk.


"Aku menghilangkan ingatanmu" mata Troto melihat keterkejutan di bola mata bening Willow.


"Saat itu kita berhubungan, tapi aku memilih untuk bersama shera—" ucapan Troto berhenti, ia melihat Willow yang melepaskan genggamannya paksa. Tapi Troto tak melepaskannya.


"Aku bodoh. Karena tetua Guapo harus beristrikan wanita klan Guapo, sedangkan kamu masih manusia walau sudah menjelma menjadi bangsa Guapo."


"Aku mencampakkanmu dengan kejam, dan berpura-pura tak mengenalmu" lirihnya.


Willow tak menyangka ia melalui semua itu. Ia pun heran, ia tak suka dengna kalangan Mutan mengapa ditinggalkan di Guapo.


"Lalu semua orang Nokturnal?" Tanya Willow.


"Mereka kalah saat ingin menyerang Raja bawah juga Ratu pelindung, Braxton tewas begitupun Marky, kau memilih untuk tetap tinggal di Guapo. Karena kau bilang Nokturnal pun telah hancur, menjadi Nokturnal baru yang lebih manusiawi"


"Mengapa aku memutuskan tinggal disini? Dan kau tidak melindungi kami, kita bekerja sama bukan?" Willow meradang. Ia menarik tangannya tapi Troto tetap menahannya.


"Kau merasa tidak ada lagi tempatmu di alam atas. Dan kau memilih di sini karena ada aku, tapi aku mengkhianatimu dengan mencampakkanmu, kita bekerjasama, kalian membantu kami mendapatkan kembali High Majesty."


"Kau sendiri yang akhirnya tak ingin membantu rekanmu untuk menghancurkan dunia bawah karena kau ingin tinggal dan menetap di Guapo" dan bersamaku, lanjut Troto dalam hati.


Rasanya sakit mengingat kebodohannya saat itu. Membuat Willow harus merasakan rasa kecewa padanya. Makanya ia menghapus ingatan Willow agar tidak terus hancur. Katakan Troto bre ngsek, ia memang bre ngsek!


"Aku akan mengembalikan ingatanmu, dan aku mohon jangan tinggalkan aku, itu yang aku inginkan, tapi aku tidak memaksamu, aku akan menunggu keputusanmu, apapun itu aku akan setujui" 


"Ak,aku perlu waktu" Tangan Troto melepaskan tangan Willow, ia menatap tangannya, ada yang hilang saat tangan Troto melepasnya. Rasa genggaman hangat tangan besar Troto masih ia rasakan.


"Aku pulang" ucapnya,


Informasi yang ia dapat ini terlalu banyak. Ia tak bisa memutuskan begitu saja. Rasanya perasaannya sedang diaduk saat ini.


"Take your time, aku menunggumu"


Willow mengambil kain selimutnya dan meninggalkan Troto, ia bergegas turun dari bukit Falldown. Tak melihat kebelakang lagi, ia terus berjalan. Meninggalkan Troto yang menatapnya sedih.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2