DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Willow Troto


__ADS_3

Willow menemui Zale di rumah utama. Sambil sesekali Willow melirik sekitarnya. Ia mencari Troto.


"Zale bisa kami berkeliling?" Zale Willow mendekat pad Zale yang sibuk pada mejanya. Kening Zale berkerut. "Kau ingin berkeliling dimana?" Tanya pria dengan surai keperakan itu.


"Braxton ingin ke Phoenix Way kalau diriku ingin Troto" ucap Willow genit. Zale menatap lurus wanita itu.


"Troto tak bisa kau temui semaumu" Senyuman genit Willow menghilang. "Apa dia tak boleh menikah?" Ia masih berusaha mencari informasi tentang tetua klan Guapo.


"Tentu boleh, kami juga ingin meneruskan keturunan" Zale kembali merapikan mejanya. 


"Tapi khusus yang menempati gelar tetua, maka diharuskan menikah dengan wanita klan. Dan mereka boleh memiliki lebih dari satu istri" Zale menatap wajah Willow yang masam.


"Sudah lupakan tetua kami, kalau kau mau masih banyak klan Guapo dengan tampang yang akan membuat kau suka,"


Zale keluar ruangannya. Willow mengikuti. "Kau mau aku kenalkan? Kami terkenal dengan tampang yang rupawan." Lanjut Peia itu.


"Kau lihat saja sekelilingmu, bagaimana? Lupakan tetua kami, lagipula ia tak akan tertarik pada manusia" Willow masih penasaran. Namun netranya menangkap bayangan sosok Troto.


"Zale itu Troto," Willow pun meninggalkan Zale dan pergi menghampiri tetua Guapo. Zale mengangkat bahunya. Willow termasuk wanita yang keras kepala. Ia tak peduli dengan beristri banyak dan satu klan yang bisa menjadi istri si tetua. Ia hanya ingin bersenang-senang.


"Hai" Willow mendekati Troto yang sibuk menebang pohon kelapa. Ia membantu warganya untuk membuat rumah, dan pohon kelapa salah satu bahan penting.


Troto tak menanggapi, pekerjaannya masih banyak mengantri. "Kenapa diam pak Tetua?" Ini pertama kalinya Willow tertarik dengan bangsa mutan. Ya di Nokturnal, selain manusia mereka menyebut yang berbeda seperti ini adalah Mutan.


Ia tak tahu ternyata ada juga Mutan masuk dalam kriterianya. Ia sangat jijik jika berpapasan dengan Mutan jika di Nokturnal dan memandang mutan itu tak memiliki kelas dan selalu dibawah manusia.


Makhluk yang tidak berguna dan memang cocok, barisan depan untuk menghadang para musuh.


Dan saat pertama kali bertemu, ketertarikan itu membuat Willow menggila. Sudah berapa lama ia tidak merasakan debaran-debaran pada jantungnya. Ia sudah lupa.


"Boleh aku bantu?" Willow hanya diam melihat Troto memotong pohon-pohon kelapa itu menggunakan gergaji yang pastinya diberi sihir.


Ia melihat perubahan raut wajah pria itu. Disepelehkan. Ia sudah biasa. Mereka para Alpha selalu menyepelekannya.

__ADS_1


Melihat banyaknya tumpukan pohon kelapa yang harus dipotong berbagai ukuran itu. Willow menggunakan goggles nya. "Ini ukurannya berapa?" Troto masih mengerutkan dahinya.


"Seukuran ini?" Tak mendapat jawaban, Willow mengangkat satu potongan dan memperlihatkan pada Troto.


Dan dehaman adalah jawabnya. Willow hanya mengangguk, "ini semua dipotong seukuran ini?" Kembali Willow bertanya, ia tak ingin melakukan kesalahan. Dan seperti tadi deheman sebagai jawaban.


Willow mengarahkan kukunya ke batang pohon dan seketika batang pohon itu terbelah. Laser merah terlihat dari ujung kukunya membelah dengan cepat.


Tak sampai lima menit Willow sudah menyelesaikan tugasnya. Ia tersenyum bangga dengan pekerjaannya. Ia melirik Troto, tapi yang Willow dapati, Troto dengan wajah garang. Rahangnya mengatup marah. Pria itu membuang gergaji miliknya dan pergi begitu saja.


Willow terpaku dengan tindakan Troto. Ia harus bertanya pada Zale. Ia menghubungi Zale.


"Kau dimana?" Willow tidak perlu basa-basi.


"Ah, kenapa? Gagal? Aku kirim lokasiku" tak lama Willow mendapatkan lokasi Zale.


Ia menyusul ke tempat Zale. Ia harus mengetahui mengapa Troto tak suka dengan manusia. Karena ia tak ingin menghancurkan moodnya.


"Willow sini!" Zale mengangkat tangannya. Riuh musik berdentum. Willow tak tahu ternyata di dunia klan Guapo ada klub malam, Willow ingin tertawa namun ini sangat keren. Lebih keren dari yang ia lihat di dunia manusia.


Willow menyebrangi lautan bangsa paus ini. Ia duduk dekat dengan Zale. Disana sudah ada Braxton yang hanya duduk diam di tangannya sudah ada gelas berisi minuman.


"Mendung wajahmu, Nih" Zale menyenggol Willow, Ia memberi wanita itu gelas untuk wanita itu yang sengaja sudah dipesannya sebelum Willow datang.


Decakan Willow lemparkan pada Zale. "Udah nikmati dulu malam ini kita pesta pora" ucap Zale. "Tuh" Zale menggerakkan dagunya kearah pintu masuk. Willow melihat Troto yang masuk dengan merangkul dua wanita.


"Sialaan bren gsek!" Willow mengambil gelas minuman yang tadi Zale berikan padanya lalu meneguk habis dalam sekali teguk.


"Willow kau mau kemana?" Zale menghentikan langkah Willow dengan menarik lengan wanita itu.


"Diam kau ikan! Aku ingin membuat perhitungan!" Bentaknya yang teredam musik di club itu.


"Oke, oke, silahkan" Zale mengangkat tangannya. Pria itu mundur selangkah. Dan Willow menatap Troto yang juga menatapnya tajam.

__ADS_1


Willow mendekat. Ia berbisik pada Troto. "Bagaimana hukum di desa ini mengenai pembunuh?" Pertanyaan acak yang sebenarnya bukan acak. Karena Willow ingin sekali melenyapkan  kedua wanita yang mengelendoti, incarannya.


Troto yang tadinya acuh menatap lurus Willow yang tersenyum miring. Willow mendapatkan perhatiannya.


Troto menghentakan tangannya dan kedua wanita itu pun pergi dengan bersungut melirik tak suka pada Willow yang mengambil kesempatannya bersama tetua mereka.


Willow duduk di sebelah Troto, ia menatap terang-terangan. Ia menyandarkan kepalanya miring pada tangan yang menopang pada pahanya.


"Kemana kau pergi?" Namun Troto tak menanggapi, lelaki itu terus menyesap minumannya.


"Kenapa kau meninggalkanku!" Willow mulai menunjuk Troto.


"Kau … pergi dengan marah!" Willow meraih paksa minuman Troto dan menegaknya habis.


"Ahahaha … aku menghabiskan minumanmu! Hei kau dengar aku!" Willow meracau, ia mabuk, wanita itu membanting gelas kosong ke meja.


Pengawal Troto akan maju, namun Troto mengangkat pergelangan tangannya, agar pengawalnya membiarkan Willow.


"Kau!" Willow mendekat dan menyurukkan kepalanya ke dada Troto. "Kau mister tetua! Kau sangat panas!" Ia menunjuk dada Troto lalu menusukkan telunjuknya pada pipi Troto.


"Lihat aku! Aku sampai berdandan ala klanmu agar kau melihatku!" Willow mengusap wajah Troto. Kelakuan yang sangat berani. Pria itu diam menatap nyalang Willow.


"Lihat! Aku cantik kan, eehh …" Willow berdiri dengan terhuyung, dan hampir terjatuh untung tangan Troto merengkuh pinggang Willow cepat.


"Dasar Bodoh!" Troto mengejek Willow tepat ditelinga lelaki itu.


"Iya bodoh sekali aku, masa bisa tertarik pada mutan sepertimu!" Willow merapatkan dirinya pada Troto. Dan menenggelamkan wajahnya di dada pria itu.


"Kau wangi, aku baru tahu ikan sepertimu bisa sewangi ini" dan tanpa kata Troto mengangkat tubuh Willow dan membawanya pergi dari tempat itu.


Kemarahan dan kemurkaan. Hanya itu yang ada dalam diri Troto saat ia keluar dari klub.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2