DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 7


__ADS_3

"Ayo cepat Will" ajaknya pada Willow. 


"Kau terlalu cepat Resta, tapi aku akan mengimbangimu" ucap Willow tak mau kalah. Ia mengejar Resta. Dan ia kini di samping lelaki itu.


Ia mengejek dan kembali memacu kipasan ekornya. Resta mengajak Willow menelusuri pantai dan masuk ke lautan dangkal. Willow mempelajari. Bagi seseorang yang bukan keturunan murni, masuk ke dalam lautan sangat tidak disarankan.


Makanya Willow meminta Resta mengajarkan dirinya. Dan ternyata laut juga semenyenangkan itu.


"Kemari aku akan menunjukan sesuatu padamu, ini permainan sangat menegangkan dan menyenangkan, membuat adrenalinmu terpacu."


Willow merasa tertantang ia suka tantangan. Memacu ekornya untuk mengikuti Resta. Willow melihat ada sebuah pipa raksasa berwarna hitam didepan Willow.


Resta berenang menuju bawah pipa itu menyedot tubuh Willow. Ia melihat Resta yang berpegangan pinggir pipa.


"Kita meluncur, pacu dan kau melompatlah yang tinggi dan kau akan ditangkap oleh jaring, jadi jangan khawatir."


"Terus atau —"


"Terus kalau begitu aku duluan"


"Wooohooooo … yuhuu galileooo … " gema suara Resta membuat senyuman di bibir Willow melebar. Suara yang menjanjikan keseruan.


"Oke Will giliranmu!" Teriak Resta dari atas.


"Pacu, pacu, pacu WOHOOOO …. " Tubuh Willow mengikuti arus semakin lama ia memacu semakin kencang dorongan yang ia lakukan. Willow meluncur cepat, ia bisa melihat awan.


Debar jantungnya berdegup kencang, menghimpit dan diaduk turun naik. Bukannya takut, malah dirinya kesenangan.


Willow terlontar tinggi, berkat dorongan yang melesatkan dirinya ia tak tahu seberapa tinggi ia terlontar lalu jatuh dengan cepat menuju kembali ke laut.


Salah ia tidak jatuh ke air melainkan masuk kembali dalam pipa raksasa itu, kering tidak ada air di sekelilingnya.


Ia terjatuh pada sebuh jaring kuat, yang memantulkan dirinya. Rasanya untuk sesaat bebannya terangkat. Senyuman indah tercetak di bibirnya. Ia masih terlentang di jaring. Tangannya memegang dahi, merasakan sensasi yang luar biasa.


Jantungnya melompat liar. Ia merasakan jaringnya terguncang, tangan kokoh terlihat menarik pinggir jaring.


Willow menggelinding ke arah ujung jaring. "Bagaimana perasaanmu?" ucap lelaki itu dekat dengan wajah Willow.


"Luar biasa"


"Siapa namamu?" Tanya tegas lelaki itu.


"Eehmm… W …."


"Siapa namamu?!" Bentaknya.


"Will" tegas Willow,


"Oke, Will, Over to good, selamat datang di Giant pipe" lelaki itu, Troto.

__ADS_1


Ia melihat Resta di barisan terdepan menghadapnya, berdiri dengan melipat tangan didada, ia tersenyum puas pada Willow.


"Baik Jonny, dengar! selamat, kalian terpilih," ucap Troto.


Giant Pipe adalah pasukan elit milik Guapo. Mereka akan dilatih secara militer tidak melihat gender. Semua sama dan rata.


Willow melihat, disana pun ada Shera yang menatap dirinya. Wanita itu berdiri di deretan depan bersama Resta. Yang mengenakan seragam hitam.


"Setiap nama yang saya panggil ikut dengan saya" Willow memiringkan kepalanya, Resta salah satu pasukan elit? Dan apa maksudnya membawanya berada dalam lingkaran ini? Ia sengaja mendekatinya kah?


"WILL, COME TO ME!" Willow tersentak, ia masih berkutat dengan pikirannya, ia tak tahu jika dirinya masuk dalam tim Resta.


Willow mengayunkan langkahnya cepat mengikuti barisan tim Resta.


"Halo Jonny, saya Kapten Resta, Kapten Tim Central, tentukan ketua kalian," ujar Resta. Satu tim terdiri dari lima anggota, dan Willow menjadi yang tercantik di tim itu.


"Saya"


"Saya"


"Okey, kalian bertiga putuskan, siapa yang akan jadi ketua" lagi Resta menyerahkan kembali pada ketiganya.


Willow menguap, ia sangat mengantuk dan merasa dijebak, tapi ia ikuti saja alurnya, Willow juga penasaran, mengapa si kapten Resta ini mendekatinya.


Willow menengklengkan kepala melihat lurus pada Kapten Resta. Mereka memang, belum lama dekat tapi Willow tahu, Resta merasakan tatapan miliknya. Ya Willow dulu juga bermain layaknya anggota pasukan.


Dasar pikirnya, Willow menarik sedikit  bibirnya, 


Willow memiliki mata dan bisa melihat tingkah genit wanita itu mendekati Resta tanpa punya malu.


"Tak punya mulut?!" Hardik wanita itu mendekatkan wajahnya pada Willow, "Bau" ucap Willow.


"Apa kau bilang!" Ucapnya tinggi.


"Sonya" tegur Shera.


Si wanita menor itu menoleh dan mundur walau ia tak ingin. Willow Menatap kepergian si menor dan si anggun. Ah mereka sahabat.


"Ini apa sebenarnya? Perpeloncoan atau pembulian?" Ucap Willow kesal. Ia meletakkan nampan makannya pada si pembagi makanan.


Nasi dilemparkan ke nampan Willow dengan kasar. Mendapatkan perlakuan itu ia mendongak, Willow hanya menatapnya lama, lama.


"HEI JONNY! MAJU!" Bentakan dari belakang. Ia mendapatkan satu lagi musuh. Willow menggeser nampannya dan lagi mereka meletakkan makanan dengan kasar.


Kekehan para pemberi makanan itu mengesalkan namun Willow tidak terpancing.


Mereka bukan tandingan dirinya, buat apa menyusahkan diri pikir Willow. Ia mencari tempat duduk dan menemukan Resta duduk sendiri.


"Makan kapten" Willow menaikkan makannya, lalu duduk berhadapan dengan Resta. Ia memulai makan.

__ADS_1


Banyak sekelilingnya yang mulai kasak kusuk. Begitu beraninya si Jonny satu ini terhadap sang Kapten.


Willow terus melahap makanannya tanpa peduli sekitar bahkan tidak peduli Resta yang menghentikan makannya dan menatap Willow lamat-lamat. Wanita itu sangat lapar. Kau tahu berenang sangat menguras tenaga dan juga membuat perutnya keroncongan.


"Kau tidak meneruskan makanmu Kapt?" Ujar Willow yang memandang Resta yang diam tak meneruskan makannya.


"Kau sangat berani Jonny" ucapnya dingin. Seringaian terlihat di wajah Willow.


"Harusnya aku yang bicara itu, untuk apa kau menarikku masuk kemari Kapt?" Kasak kusuk semakin menjadi, bukan hanya itu Willow menemukan Sonya-Sonya itu menatapnya membunuh.


"Selesaikan makanmu Kapt!" Willow beranjak dengan menepuk bahu Resta, apa yang mereka lakukan beberapa hari kebelakang.


Ia meletakkan nampan kotornya pada tempat pembuangan nampan. Ia berjalan pelan berpapasan dengan Troto yang Willow lewati begitu saja.


Dan ya Willow menjadi bahan gosip antar sesama Jonny. Tapi untuk di kelompoknya hanya ia wanita satu-satunya, dan lelaki di kelompoknya tidak sepenasaran itu. Walau agak terkejut dengan kelakuan berani Willow pada kapten mereka.


Ia membuka bungkus permen karet yang bisa terima saat pembagian makanan, ia mengunyah, rasa mint menyebar didalam mulutnya, menghilangkan rasa makanan yang tersisa dari mulutnya.


"Setelah ini Jadwal kita sparing dengan kelompok lain." Ucap ketua tim Willow, Olugi.


"Siap!" Jawab serentak mereka berempat.


Di tempat latihan,


Mereka akan melawan, Tim sayap Timur. Ada 9 tim dengan masing-masing tim berjumlah 5 orang.


"Ah, kenapa harus bertemu dengan kelompok yang memiliki tikus didalamnya. didalamnya memuakkan!" Ucap lelaki dengan tubuh berotot namun mulutnya seperti wanita, sosok sok kuat namun hanya banyak omong saja.


Dan undian sudah menetapkan bahwa si banyak omong itu menjadi lawannya. Willow menatap datar lawannya yang meremehkannya itu, lelaki itu melompat kecil, pemanasan dengan bergerak mengucek mata. Mengejek Willow.


Bocah banyak omong, nama yang Willow sematkan pada sosok yang berbadan lebih besar darinya itu.


"Jangan nangis ya!" Bisiknya. Willow mengulurkan tangan dan lelaki itu menubrukkan tangannya kencang. Willow mengibaskan tangannya, melihat itu ejekan pun Willow terima lagi dari lelaki itu. Ia menunggu gilirannya.


Dan tentu dari empat mereka memenangkan keempatnya. Hingga giliran Willow. Ia bisa dengan mudah membunuh si banyak omong itu. Tapi disini tidak diperbolehkan ada yang tewas.


"Aturan jelas, KO, end game" ucap wasit. Wasit menyingkir, tanda permainan dimulai, lelaki itu cengengesan, ia menganggap enteng Willow. Ia melakukan gerakan-gerakan untuk memancing Willow. Tapi Willow hanya memandang si bocah banyak omong dengan malas.


Sesekali bocah itu tertawa, meminta dukungan teman setimnya, yang sebenarnya tak peduli juga malu.


Dan Willow berjalan mendekat dengan gesit dan memegangi tengkuk lelaki itu dan lelaki itu meluruh dilantai tanpa perlawanan, ia pingsan. Wasit mendekat memeriksa dan mengangkat tangan Willow, Willow melawan tidak sampai 5 detik dan si lawan dibuat tak berkutik. Kemenangan telak oleh tim Center.


Banyak yang tak percaya, bagaimana ia menyerang si banyak omong itu. Mereka menyangka Willow menggunakan senjata, atau sihir. Dan tentu saja Willow tidak menggunakan itu semua, mereka diperiksa sebelum bertanding.


Willow duduk di kursi nya, tatapannya lurus pada ruangan kaca diseberangnya, tatapan lurusnya pada Troto, disana juga ada Shera, dan Resta yang menarik sedikit ujung bibirnya, dan itu tak lepas dari penglihatan Sonya yang semakin tak suka dengan Willow.


"Tahun ini sepertinya akan lebih seru" ucap salah satu kapten tim lain. Kapten Tim Barat, Rega.


"Timmu kalah telak John" ucap Rega menepuk bahu John kapten tim Timur. John melipat bibirnya.

__ADS_1


"Memang sial mereka harus bertemu dengan tim center" ucap Palo. Kapten tim Barat Daya. Troto masih menatap Willow, dan Shera memperhatikan itu.


Tbc


__ADS_2