DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 44


__ADS_3

Willow terus saja menjalankan misi-misi kecil. Kebanyakan ia ditugaskan pada misi pengejaran bandit.


Ia merasa aneh. Setiap ia bertanya misi Luford. Willow pasti tak mendapatkan jawaban bulat dari pertanyaannya.


Ia selalu dibuat menggantung.


Kesal tentu saja. Berimbas pada misi yang ia tangani. Dan saat kesal Willow menjadi sadis.


Selamat datang di dalam tim penumpas bandit cere yang terdiri dari, Lime, Shelbi, dirinya, Olugi, Button, Zackary tantu saja dua tim center lainnya Lazarus dan Fernandes.


"Hai hai sayang-sayangku" bisa tebak? Benar, Fernandes. Si flamboyan playboi.


"Kantin semakin berseri jika adanya Lime disini" gombalan Fernandes pada Lime adalah kebiasaan yang dimaklumi.


Entah mengapa Willow merasa Fernandes semakin menjadi. Tingkahnya dan flamboyan nya. Entahlah.


"Makan saja sarapanmu!" Ucap Shelbi melirik kesal Fernandes.


"Aw! Ada yang dicuekin!" Shelbi melirik nyalang pada Fernandes. Sedari semalam mood Shelbi tak menentu, dikarenakan pengejarannya pada Raskal belum menampakkan progres.


Bukan belum tapi tidak berprogres. Walaupun begitu ia masih tidak menyerah. Jika Raskal menjatuhkannya 1000 kali, maka Shelbi akan bangkit 10001 kali.


"Mungkin kau ambil cuti dulu, beri jeda buat bernafas, memangnya kau tak lelah terus mengejar?" 


Olugi semakin matang dalam memberi nasihat. Helaan nafas Shelbi terdengar lelah.


"Tuh si pemeran utama datang, sama siapa?"


"Cantik"


"Fernandes!"


"Ya Shelbikuuuuu … "


Pletak!


"Aw! maaf … maaf, kenapa?"


Shelbi menunjuk satu tujuan dengan dagunya. Kerutan tampak di dahi Fernandes. 


Namun, setelah menemukan apa yang Shelbi maksud. Matanya langsung berbinar, dengan kode mata. Fernandes memberi hormat pada Shelbi.


"Baik kapten, laksanakan dengan senang hati!" Ucap Fernandes.


Shelbi menatap punggung Fernandes. Ia melihat gerak-gerik si flamboyan. Ia mengambil sebuah gelas dan meletakkan di nampan dengan sebuah buah apel.


Ia berjalan ke arah target. Fernandes menabrak, menumpahkan minumannya, meminta maaf dengan apel dan klasik, mereka mengobrol.


"Flamboyan playboi kelas kakap, sejak ia mendapat misi untuk menjadi host di rumah bordil, teknik merayu juga berkenalan semakin meningkat tajam"


Olugi menjabarkan. Perhatian meja mereka tertuju pada si flamboyan.


Zack menatap Fernandes. Yang mengedipkan matanya seperti orang kelilipan pada meja mereka.


"Ya meningkat teknik merayunya saja, tapi teknik untuk menjaga rahasia, bekerja dalam diam-diam nilainya nol besar."


Zack meminum jusnya. "Sang peran utama datang"


Dan Fernandes masih mengobrol dengan jempol mengarah ke meja Willow. Seketika semua mata yang menatap Fernandes mengalihkan tatapannya ketempat lain.


Willow dan Lime kembali makan. Shelbi lebih menatap kearah lain dengan pandangan kosong. Olugi sibuk dengan layar hologramnya. Lazarus tidur. Zack merasa tak mengenal Fernandes.


KRAK!


"AAAARGH!"


"Apa kalian mendengar patahan celery?"


Olugi berbisik dengan mulut yang tak nampak bergerak.


"Renyah"


"HAAARH!"

__ADS_1


"Kira-kira berapa lama sembuhnya?"


Shelbi berbisik, mereka mengobrol tanpa sedikitpun berpindah posisi.


"Sekitar 4-5 bulan" Olugi berbisik.


Langkah kaki mendekati meja mereka.


"Kalian rekannya kan?" Raskal mendekati meja Willow.


"Bawa rekanmu itu ke Couverture" 


Raskal dengan wanita di belakangnya yang menunduk, wajahnya memerah.


Raskal hanya menatap Shelbi lama. Tampang lelaki itu datar dan dingin. Wanita menunduk itu mengikuti Raskal seolah Raskal itu induk semangnya.


"Siap Kapten!" 


Olugi berdiri dan wajahnya meringis mendekati Fernandes yang terkapar di lantai. Tangan lelaki itu bergetar hebat.


"Ssshhh … Gila! Tonjokkannya tidak mengenaiku tapi tenaga dalamnya meretakkan rusukku sepertinya"


Shelbi dengan cepat membantu Olugi membawa Fernandes ke Couverture, rumah sakit, milik Giant Pipe.


"Maafkan aku"


"Kau terlalu mata keranjang! Ia dalam perlindungan Kapten Raskal"


"Ssshh … kapten Raskal?" Kernyitan kesakitan Fernandes bertambah dalam.


"Lagian Kapt, kalau cemburu lebih baik bertanya langsung," ucap Olugi pada Shelbi yang menatap kasihan pada Fernandes.


Mereka memapah Fernandes ke Couverture.


"Maafkan aku" Shelbi bersalah.


"Jika dia Jonny, pasti sekarang sudah naik menjadi Kapten" ucap Fernandes


"Kau sudah pernah bertemu dengannya?" Olugi menaikkan alisnya. Temannya ini tidak berhalusinasi hanya karena patah tulangkan?


"Lagi … Arh … lagipula ia masih tak bisa mengontrol kekuatannya"


"Kau sebenarnya sedang membahas siapa? Kapten Raskal? Dia sudah menjadi kapten? Kau tidak berhalusinasi kan?"


Olugi dan Shelbi menatap Fernandes. Dengan peluh bercucuran menahan nyeri pada jarinya.


"Spring Sorow"


"Hah?"


"Wanita yang ingin kau tahu itu, Shelbi!"


"Kenapa dengan wanita yang selalu menunduk itu?"


Shelbi menatap Fernandes yang kesakitan, ia menahan retakan pada rusuknya, pikirnya.


"Aku sedari tadi membahasnya dan kalian pikir aku membahas siapa?"


"Kapten Raskal"


Olugi dan Shelbi menjawab kompak.


"Sudahlah! Lepaskan aku! Aku masih bisa berjalan! Tanganku yang cedera bukan kakiku!"


Kesal Fernandes. Olugi dan Shelbi pun ikut kesal. Ia melepaskan pegangannya pada Fernandes.


DRUAK!


"AAARGH!!"


Playboi flamboyan itu terkapar kesakitan.


"Tak usah kau berlagak kuat!" Olugi dan Shelbi kembali memapah Fernandes.

__ADS_1


"Kau lihat Spring Sorow datang ke Giant Pipe"


"Baguslah Giant Pipe akan semakin kuat. Aku tak bisa membayangkan jika ia masuk ke organisasi kelompok jahat"


Mereka mendengar obrolan dua orang yang baru saja keluar dari ruang Couverture.


"Spring sorow? Yang kalian maksud orang yang sama?"


"Gadis yang selalu menunduk itu?"


"Yang selalu mengikuti Raskal layaknya induk semang itu?"


Fernandes mengangguk.


"Aku korbannya" lanjut Fernandes yang duduk diatas brankar. Tak lama seseorang membuka tirai penyekat antar brankar kosong dan brankar Fernandes.


"Apa keluhan playboy kita ini?".


"Dokter Hexa" senyum sumringah terpancar walau peluh membanjiri wajahnya, Fernandes terus tebar pesona.


"Jarinya patah, dan daerah dada, ulu hati mungkin rusuknya retak Dok" 


Olugi mempercepat proses pengobatan Fernandes. Jika lelaki flamboyan itu yang menjawab, bukan keluhan penyakit yang ia sampaikan, tapi keluhan hatinya. Alias menggombal.


"Oh kau lelaki yang menggoda Spring Sorow?"


"Benar-benar mau mati kau!"


"Bahkan kapten Raskal hampir mati saat membawa anak itu kemari!"


Shelbi terkejut, tanpa kata ia beranjak dari tempatnya. Ia harus bertanya langsung.


"Sebenarnya ia tak berbahaya, hanya saja ia belum bisa mengendalikan kekuatannya itu" lanjut Dokter Hexa.


"Jadi yang ngebuat kau cedera itu si wanita pemalu itu" 


Olugi menutup mulutnya. Ia baru menyadarinya. Sedari tadi ia tak mengerti apa yang Fernandes katakan.


"Shelb—"


Ia tak menemukan Shelbi disana. Wanita itu lebih dulu menyadarinya. Pasti dia sedang mencari Kapten Raskal.


*


*


*


"Kapt!"


Shelby melihat Raskal keluar dari satu ruangan. Ia mempercepat langkahnya. Tak lama seorang gadis berjalan mendekati Raskal.


Lama Shelby memandangi Spring Sorow yang terkenal saat ini. Gadis itu mendekat pada belakang Resta. 


Tubuhnya bergetar. Rambutnya lepek, ketakutan matanya bergerak liar, tak fokus.


"Permisi kapt" Shelby tak tahu harus apa. Ia melewati Raskal.


"Kapten Shelbi" Rascal memanggilnya.


"Siap Kapt!"


"Bisa ke ruangan saya setelah makan siang"


Ia melihat lurus pada Shelbi. Rasa senang membuncang hatinya. Sudut bibirnya mau tak mau melengkung.


"Siap kapten!"


Shelbi masih menatap kepergian keduanya. Ia mendapati jika Spring Sorow menengok ke arahnya. Namun Shelbi tak peduli. Ia kembali ke ruangannya dengan mood bagus.


"Di-dia wanita di-difoto di a-atas meja" 


Suara tercekat yang seraya bisikan gadis muda itu pada Raskal. Raskal hanya tersenyum. Jenis senyuman yang sama seperti wanita yang berpapasan dengannya tadi. Juga senyuman yang pernah ia lihat pada kedua orang tuanya. Dulu. 

__ADS_1


 


Tbc.


__ADS_2