
Blue print projek Zale dan Bill sudah berada ditangan Marky. Sekarang ia menuju ke tempat Bill.
"Sudah sampai Tuan" Patrik memberitahu Marky. Dari jendela terlihat Ethan yang tergopoh, menyambut kedatangan Marky.
Lelaki itu membuka pintu kendaraan Marky. "Selamat datang Bos." Senyum sumringah di paksakan.
Beberapa jam yang lalu, ia mendapat panggilan dari Patrik. Marky akan datang dan ia di suruh untuk menyambut.
Tak biasanya, ada apa sebenarnya?
Dari jauh Luke mengerutkan dahi. Pria itu juga bingung mengapa Ethan menyambut kedatangan Marky. Tak biasa.
Karena tak pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya. Dan kalaupun ada, pasti Bill yang akan melakukannya.
Mereka mendekat.
"Apa kabar Luke?" Marky menyapa pemuda itu. "Baik Bos" Marky menepuk pundak Luke.
"Mana Bill? Ia tak menyambutku?" Luke memandang Ethan. Ia mengangkat bahunya tak tahu juga kemana sang ketua.
Luke menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. "Ah ... mmm ... ke ... Mengantar Wina ke daerah hutan" Asal Luke. Ia tak tahu sebenarnya si ketua dimana.
"Aku bisa menunggu." Kata Marky masuk ke dalam lab. Yang siikuti oleh Patrik dan Ethan.
Luke menarik Ethan. "Kemana ketua?" Luke berbisik pada Ethan. "Kau bilang kehutan tadi kan?" Ucap Ethan ikut bingung.
__ADS_1
Luke memukul pelan dahinya dan mengusap rambutnya. "Aku mengarang tadi" bisiknya lagi.
"Coba kau hubungi." Saran Ethan.
Panggilan tak dijawab, Luke menggeleng kepalanya pada Ethan.
Dan Luke mencoba lagi. "Ya Luke" sahutan dari seberang.
"Ketua, kau dimana? Ini bos menunggumu" pekik tertahan Luke.
"Aku dihutan bersama Wina" Bill bisa melihat Luke dari radarnya ia terkekeh melihat wajah Luke yang terbengong.
"Hahaha ... berikan jamuan untuk Bos kita Luke, aku akan segera kembali" diselingi tawa Bill memutuskan sambungannya.
"Dimana dia? Apa katanya?" Tanya Ethan.
"Silahkan dinikmati Bos" Luke datang dengan makan cepat saji, makan siang Ethan, Luke juga Potka. Potka juga berada disana. Ia sibuk dengan perkembangan Wina setelah Wina pulih dari penculikannya.
"Kalian makan saja, sudah terlambat untuk makan siang kan." Marky duduk dikursi Bill. Ia sibuk dengan layar yang ada digenggamannya.
Ia masih sibuk dengan radar yang Marky rasa sudah dimanipulasi. Makanya ia datang pada Bill untuk menanyakan apa pria itu bisa menyempurnakannya.
Zale, pria itu kabur, dan Marky sudah menghukum anak buahnya yang bisa lalai. Bahkan Patrik pun kena. Terlihat di sudut bibirnya yang sedikir memar.
Bill datang dengan santai. "Ada apa bos mencariku?"
__ADS_1
"Proyek radar, kau bisa menuntaskannya? Sepertinya Zale memanipulasinya" Marky menatap tajam Bill. Ia ingin melihat gelagat pria itu.
"Ini adalah update terakhir dari proyek itu. Dan sisanya memang Zale yang bosa melakukannya, dan maaf bos aku tak diberitahu olehnya bagaimana ia akan menyelesaikannya" terang Bill sangat menyakinkan.
"Bisa kalian sempurnakan? Kalian itu peneliti pilihan, dan aku memilih kalian dengan khusus, Ethan apa kau tak mau mencobanya? Luke? Potka? Tentu aku mempunyai imbalan jika kalian bisa" Marky mendekati Bill,
"Apa kau tak sanggup ketua tim? Yah, berarti aku yang salah kalau begitu, terlalu mengharapkan kalian." Provokasi Marky. "Yang ilegal mungkin lebih bisa ya"
Raut wajah Ethan berubah. Ia tak suka dibandingkan dengan peneliti ilegal itu.
Ia sudah mendengar projek radar yang Bill dan Zale lakukan. Ia tahu Zale namun tak kenal. Ethan suka berkeliaran di pasar Wildlife dan tentang peneliti ilegal Ethan tahu. Ia dulu pernah dipecundangi oleh salah satu dati mereka.
Ia dipermalukan dan dendam itu masih ada. "Kami bisa!" Ethan bersuara. Ia masuk dalam perangkap provokasi yang Marky lakukan.
"Bagus kalau begitu aku tunggu kabar baiknya" Marky tak bodoh, ia telah melihat sekilas layar yang berada di laboratorium Zale kala itu. Proyek mereka sudah selesai.
Marky tahu Bill yang melakukannya. Memanipulasi data radar itu. Datang kesini memang niat untuk menekan Bill melalui timnya sendiri.
Ia bisa melihat perubahan mimik wajah Bill. Ia menatap tajam Ethan. Rahangannya mengeras. Lalu menatap garang Marky. Marky menangkap semuannya. Dugaannya benar. Senyum mengembang di bibir tuanya.
"Tak sabar menantikan tim peneliti hebat macam kalian" Matky terkekeh dan melangkah keluar ruangan. Ia puas dengan apa yang ia timbulkan.
Ia telah berada dikendaraannya. Senyuman itu menghilang, "kembali ke Nokturnal" perintahnya. "Awasi mereka" lanjutnya lagi.
"Baik Tuan" Patrik mengangguk hormat.
__ADS_1
Tbc.