DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Raflesia dan Dendam


__ADS_3

Raflesia menggigiti kukunya, ia merasa kesal, murka, juga cemas. Saat ia tak mendapatkan reaksi pada Alex yang sedari tadi ia pukuli.


Wanita yang ia siksa itu tak merintih dan memohon padanya. Ia menendang tubuh wanita itu hingga tersungkur. Raflesia menendang kepala, perut bergantian.


"UGRH!" Alex terbatuk dengan darah segar keluar dari bibirnya.


Gambaran ingatan Raflesia. Memegang gelas Wine, ia menatap pemandangan Nokturnal dari jendela lebar, melihat ke arah WildLife yang tak pernah sepi dari atas.


"Bagaimana fasilitas kami?" Suara pria mendekat. Tarikan sudut bibirnya, ia tahu siapa yang datang.


"Tak pernah mengecewakan" jawab Raflesia. Pria itu memeluknya dari belakang. "Kenapa, Huh! Kau terlihat kesal" kepala pria itu tenggelam pada curuk lehernya.


Raflesia menikmati apa yang pria itu lakukan. Ia mengelus kepala pria tua itu. "Sedang menangani hama,"


"Hama? Bagaimana perkembangannya?" Pria itu masih bermain di curuk leher Raflesia. "Aku sudah memiliki rencana, dan kau pasti suka, tapi … Aku tak suka membahasnya sekarang" desis menggoda.


Yang mendapatkan senyuman miring dari si pria.


Anak buahnya telah mengikuti Alex dan ia telah mengetahui dimana letak Bukit Rfizt. Ia memang telah merencanakan, aksinya, hingga Alex masuk dalam jebakannya.


Membuat Alex kembali ke tempat berkumpulnya para pemberontak Nokturnal. Dan sekali tepuk hama-hama itu akan segera mati.


Ia menyesap Winenya tak terpengaruh oleh pria yang sedang mengerayaanginya. Ini harga yang pantas untuk balas dendamnya. Bahkan ia bisa mendapatkan lebih. Jika pun ia harus memporak-porandakan dunia bawah.


***


Camy memperbanyak penjagaan di Bukit Rfizt. Ia mengirim banyak robot toples yang terampil. Alex mendapatkan penanganan dari luka-lukanya. Clara Era dan Juan juga sibuk menjadi ketua, mereka membagi penjagaan.


Clara Era, bersama dengan Druw, Elle berjaga pada sisi Barat dan Selatan, sedangkan bagian Timur dan Utara ada Juan, Jenny dan Amber.


Dan sisanya berjaga di pusat, rumah Daniel, Alex dan Joana juga Daniel. Mereka berjaga lebih ketat, Saat mengetahui Alex yang diculik juga penculik Alex merencanakan menyerang Bukit Rfizt.

__ADS_1


Camy yang mendengar, ia mengirim banyak robot toples untuk tetap melindungi bukit Rfizt. Memperingatkan mereka tidak boleh menyepelekan musuh, dan mereka gak ingin ada DarkHole kedua. 


Dan dugaan, Marky ada dibalik ini, membuat mereka memang tak bisa lengah sedikitpun. Camy juga menceritakan pada mereka tentang desa Arctos juga Bharat yang akan menjadi Ratu Putih milik dunia bawah.


Daniel telah mengetahui keadaan itu. Juga dengan serangan Nokturnal pada desa Arctos. Marky ada dibalik ini semua, tentang membuat keseimbangan antara dunia terganggu.


Camy menceritakan Amarin yang Marky culik awalnya untuk mengendalikan wanita itu. Agar Marky bisa mencapai tujuannya, namun wanita itu tak memberikan apa yang Marky inginkan.


Dan bodohnya Marky yang menganggap remeh kekuatan yang Amarin miliki. Maka sekarang Camy benar-benar menjaga agar Marky tidak tahu tentang kekuatan Bharat.


***


Seorang anak buah Raflesia, memantau keadaan. Ia menyelinap masuk saat pergantian penjagaan.


Ternyata tak sesusah yang ia bayangkan. Sekarang ia berada di dalam bukit Rfizt. Bersembunyi di balik hutan yang berada di sekeliling kediaman Daniel.


Tapi di dalam ia tak bisa leluasa, ia melihat banyak robot toples yang berjaga. Ia sudah berkeliling, ia sudah mendapatkan spot untuk memasukkan kawanannya. Sudut yang berada di bagian Timur, bagian terlemah dari penjagaan.


Ia mengabarkan pada Raflesia untuk menyiapkan kawanannya. Mendengar kabar itu membuat wanita itu di atas angin. Ia mendengar selentingan tentang DarkHole yang katanya lawan tangguh Nokturnal ternyata tak ada apa-apanya bahkan untuk level anak buahnya saja bisa membobol dengan mudah penjagaan Bukit Rfizt.


Ketukan pintu terdengar. Seorang penjaga membawakannya buket bunga besar. Ia menarik kartu yang berada didalamnya.


Untuk kamu yang berambut madu, yang lebih indah dari jutaan bunga yang ada di dunia.


Kola.


Ya, Kola teman Alex. Rencana kejutan yang akan ia berikan sebagai hadiah terakhir untuk Alex. Seringaian miring, ia meremas kartu itu lalu membuangnya ke tempat sampah.


Bunga baby breath. Ia menarik jepit rambutnya, rambut nya tergerai dengan indah. Menarik beberapa tangkai bunga. Ia lilitkan pada jepitannya.


Menggunakan sihir, ia membuat rambutnya bertabur dengan bunga pemberian Kola. Memberitahu pada Kola ia menerima pemberiannya juga, juga menggunakan untuk hiasan rambutnya.

__ADS_1


"Flesi" Paloma memanggilnya, pintu terbuka senyuman indah ia berikan untuk artisnya yang memberinya ketenaran dan uang lebih banyak.


"Mereka menunggu, aku melihat Tuan Kola disana. Jadi kangen dengan Alex. Ia sangat sibuk bahkan ia tak mengangkat panggilanku" keluhnya. Raflesia hanya melirik, sambil mematut dirinya pada kaca dan merapikan rambutnya.


"Sudah waktunya" panggil kru panggung.


"Oke, aku lihat dulu" Paloma memindai Raflesia dari atas ke bawah.


"PERFECT!" pekiknya dengan memeluk Raflesia. Ia mendorong bahu Raflesia, untuk menuju panggung.


Musik berhenti, lampu mendadak mati, Raflesia berjalan cepat ke tengah panggung dan bersiap dengan pose yang menawan.


Musik mulai saat gorden beludru merah yang menjuntai menutupi Panggung terbuka. Sorot lampu berfokus pada Raflesia yang berada di tengah ruangan.


Ia memulai sihir duyung yang memikat semua yang berada di ruangan itu. Terhipnotis dengan nyanyian dan tarian Raflesia.


Ia menatap Kola dan mengirimkan sihir kuatnya pada pria itu, ia berputar memperlihatkan rambutnya yang penuh dengan putik bunga pemberian Kola.


Pria itu dibuat tersenyum lebar. Raflesia menyungging senyummu memikatnya. Menebarkan sihirnya.


Ia tahu ini akan menjadi hadiah yang manis untuk Alex. Ia tak sabar menantikannya. Melihat kehancuran dalam mata wanita yang telah merenggut kekasihnya itu.


Selesai melakukan pertunjukannya, tampang aslinya keluar bertepatan dengan gorden beludru itu menutup panggung, riuh tepukan tangan menghiasi ruangan.


"Sayang kau lebih memukau! Luar biasa!" Paloma datang ia membawakan jubah tipis lalu menutupi tubuh Raflesia.


"Aku tak ingin diganggu dan akan langsung pulang" ucapnya setelah berganti pakaian. Paloma biasa membawanya nemuin tamu-tamu penting.


"Baiklah" Paloma tak bisa memaksakan kehendaknya, padahal ada beberapa pejabat tinggi dan kaum pengusaha jetset yang ingin bertemu dengan Raflesia. Paloma tak bisa memaksa. Ia tak ingin artisnya kabur atau bahkan keluar dari tempatnya.


Raflesia menutupi dirinya dengan mantel juga tudung. Merubah wajahnya, agar tak diketahui.

__ADS_1


"Flesi" Sapa seorang pria. Siapa yang mengenalinya? Sangat tidak mungkin ia dikenali, ia telah merubah wajahnya.


Tbc.


__ADS_2