DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Tambahan Dosis


__ADS_3

Potka juga menuju kamar. Ia hanya melirik Bill yang meminta pembenaran dari perkataan Ethan. Namun Bill tak mendapatkan jawabannya.


Potka menuju kamarnya, kantuknya sudah menghilang entah kapan. Setelah berganti pakaian ia pun menuju lab dimana Wina masih terbaring.


"Bagaimana keadaannya?" Luke mendongak kearah Potka.


"Stabil, ini laporannya?" Potka membaca berkas milik Wina semua bagus dan stabil.


"Kau bisa beristirahat Luke" Luke agak bimbang, namun ia teringat perkataan Bill bahwa Potka telah menjadi bagian dari mereka.


Jadi Potka memiliki kewajiban yang sama dengan mereka, dan di lab yang mereka tempati sekarang terdapat banyak cctv.


Luke bangun dari bangkunya, ia merengangkan otot-ototnya yang kaku karena terlalu lama dalam satu posisi.


"Aahk ... aku perlu kopi!" Luke melangkah gontai menyambar tas hitamnya.


"Okay! Bro sampai nanti" Luke menepuk bahu Potka yang mengangguk.


Luke sampai dipintu ia berpapasan dengan Ethan. "Hai Luke, kau istirahatlah!" Luke hanya mengangguk, dengan menguap lebar.  Ethan masuk, ia melihat Potka.


Ethan duduk bersebelahan dengan Potka menghadap kaca besar yang menuju Wina berada. Ia menyerahkan berkas Wina yang Luke tulis.


"Stabil, tapi ini terlalu lama, seharusnya tak semalaman begini!" Pintu lab terbuka, Bill muncul dengan kantong-kantong besar coklat berisi makanan.


"Kalian sudah disini" Bill mendekat pada meja bundar di belakang kursi Potka dan Ethan.


"Sarapan" Bill meletakkan kantong junk food diatas mejanya. Juga empat cup kopi.

__ADS_1


"Dimana Luke?" Bill tak mendapati asistennya. Bill melahap jellynya. Sedari tadi ia sibuk mengunyah makanan lembek namun menyegarkan itu.


"Ia beristirahat" Ethan menanggapi. Ia sudah berada di pinggir meja dan mengeluarkan seember ayam yang masih hangat, aromanya menyebar keseluruh ruangan.


"Luke kemarilah!" Bill menghubungi Luke.


"Hrgh ... Ya ... khetuwa Hoaaamm ... "


"Kemarilah, sarapanmu disini!" Tegas Bill. Ia selalu menjaga rekannya. Karena mereka harus selalu bugar.


"Sihap kethuah hoaaammm ... " sambunganpun terputus.


Pekerjaan mereka memiliki limit waktu. Dan menghabiskan waktu yang cukup lama dalam satu tempat. Stres dan kurang tidur adalah makanan utama mereka. Jadi harus pandai-pandai mengatur pola makan.


Perut Potka berbunyi. Karena aroma ayam krispi. "Sarapan dude!" Bill memberinya satu kotak nugget pada Potka. Potka menerimanya. Dan tanpa babibu melahap 6 buah nugget.


Mereka melahap makanan mereka. Dan Bill duduk ditempat Potka membaca berkas disana.


Bill melirik rekannya yang hampir selesai sarapan,


"Kita tambah formula kejutnya, sepertinya dosis formula contoh ini tak sesuai dengan tubuh Wina"


"Apa formula yang kau berikan sebagai contoh ini untuk ukuran manusia?"


"Tidak, itu yang akan kusarankan padamu Bil, formula contoh yang aku berikan kemarin, itu untuk tikus, dan aku pikir efek biusnya saja yang sedang berpengaruh pada tubuh Wina"


"Dan aku telah membuat versi untuk manusianya" ia telah selesai sarapan, Ethan melepas sarung tangannya, dan membawa bungkus kotor, membuangnya ditempat sampah.

__ADS_1


Ia menuju mejanya, dan mengambil tabung kaca pada Bill. "Kita tambahkan ini pada tubuh Wina. Sudah kuhitung kalkulasi dengan formula yang Wina minum sebelumnya."


"Okay! Kau sudah selesai dengan sarapanmu?"


"Sudah"


"Langsung lakukan saja" Bill mengambil jas putihnya, ia menggunakan sarung tangan dan juga kaca mata lab. Begitupun dengan Ethan.


Potka juga telah menyelesaikan sarapannya. Pintu lab terbuka. Luke dengan wajah yang sedikit segar. Menghampiri meja bundar. Membuka satu buah burger.


Ia seharusnya mengambil sarapannya dan kembali beristirahat. Ia sangat mengantuk dan rencananya ia akan sarapan sambil berjalan kekamar, karena setelah sampai kamar ia akan langsung tidur lagi, hingga shiftnya datang.


Tapi rencananya ia urungkan, saat melihat Bill dan Ethan berada diruangan Wina. Ia berdiri disebelah Potka.


"Ada apa? Apa efek lainnya sudah terlihat." Tanya Luke dengan menggigit besar ujung burger.


"Belum," Potka menengok kearah Luke yang sibuk menguyah. "Mereka menambah dosisnya, karena contoh formula yang Wina minum, dosis untuk tikus"


Sekali lagi Luke melahap burgernya, ia mengangguk dan terus mengunyah. Didalam sana Bill dan Ethan mempersiapkan jarum suntik. Bill mengangkat lengan Wina yang sudah diikat dan Ethan menyuntiknya.


Bill melepas ikatan dan menunggu reaksi Wina terhadap tambahan dosis formula yang mereka beri.


Mereka keluar. Bill melihat kearah Luke yang membuang bungkusan bekas sarapannya.


"Kau sudah sarapan?"


"Sudah ketua terimakasih," Bill melepaskan sarung tangan juga kacamatanya.

__ADS_1


"Ya sudah istirahatlah." Luke mengangguk dan berpamitan pada Ethan dan Potka bergantian ia menenteng segelas --yang ternyata-- susu hangat. Luke akan melanjutkan tidurnya.


__ADS_2