DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
kisah Willow Troto 8


__ADS_3

Mereka makan malam, setelah diumumkan, Masuk dalam empat besar dan akan bertanding esok hari.


Kembali terjadi kasak kusuk saat Willow masuk ke ruang makan, ia mengambil nampan dan lagi, mereka memberi makanannya dengan kasar.


Ada satu orang disana yang ingin menumpahkan kuah sup panas pada dirinya, tapi dengan gerakan menghindar kuah itu mengenai tubuh dibelakangnya.


"Ark!" Teriakan seseorang yang apes itu. Ia menatap wanita yang menatapnya kesal. Wanita itu ingin menyiramnya lagi. Namun dengan cepat centong sup berpindah ke tangan Willow dan siap menyiramkan pada si pemberi makanan.


"JONNY!" Bentak Shera.


"Apa yang kau lakuakan?" Tatapan Willow masih tertuju pada si pemberi makanan yang menunduk, cemas.


"Hanya membantu centong supnya mau jatuh, ya kan bu?" Ucap Willow menekan kata ibu.


"Iy,iya terima kasih" ucapnya menatap seringaian Willow.


"Dan kenapa kau terkena kuah sup"


"Tadi dia menyiramku" ia menunjuk Willow, si pemberi makan ikut menyeringai, mendapatkan bantuan dari orang yang terkena kuah sup.


Centong ada di tangannya, ia tak bisa berkelit, dan mereka tidak akan percaya.


"Kau tidak diperbolehkan makan! Kembali kekamarmu!" Hukuman dari Shera. Willow, memberikan centong pada pemberi makan.


"Aku tandai dirimu juga temanmu itu" bisik Willow saat menyerahkan centong itu, wajah si pemberi makan itu menjadi pucat pasi.


"Ya sudah, kembali ke barisan masing-masing" Shera mengikuti punggung Willow yang menuju kamarnya.


"Keributan apa lagi yang kau ciptakan, huh?" Resta menghampiri Willow.


"Penyiraman kuah panas, ini sebenarnya plonco anak sekolah atau militer? Sangat kekanakan sekali! Tapi aturan membalas dalam diam tak akan mendapat hukuman bukan?" Tanya Willow.


"Tidak, jika tidak ketahuan" sudut bibir Willow terangkat.


"Mereka senior, aku akan membalas melebihi jabatannya, jadi apa alasanmu menjebakku disini, Tuan Resta?"

__ADS_1


Bukan menjawab ucapan Willow lelaki itu memberi Willow rotinya dan beranjak pergi.


***


Pagi harinya sebelum pertandingan. Willow berolahraga di sekitar taman dekat gedung kamarnya. 


Bertemu dengan ketuannya, "Hei Will" ia melepas earphone nya, memfokuskan pada si ketua.


"Kau tahu kita akan diuji di laut. Will hanya mengangguk dan kembali melajukan kakinya bersamaan dengan ketua.


Ia sudah tahu dari teman setimnya yang lain Lazarus. Kemarin malam si ketua tidak dapat menemukan keberadaan Will, dan akhirnya ia lupa.


"Lazarus telah memberikanku tentang apa saja yang kita lakukan untuk hari ini, juga persiapan yang kalian diskusikan."


"Bagus, dan akan aku beritahu padamu lagi, untuk lebih jelas dan detailnya" Olugi mulai menjelaskan strategi mereka, yang Willow tak ikuti semalam.


"Juga ada penilaian pribadi. Disini kita dilihat bagaimana penilaian diri kita, sendiri-sendiri, tapi ini tidak jelas di beritahukan saat kapan penilaian itu berlangsung" jelas Olugi.


Di kejauhan Troto melihat bagaimana Willow akrab dengan Olugi. Pandangannya datar.


"Aku ikut audisi, setiap tahunnya akan diadakan seleksi, dan ada tahap-tahapnya hingga lolos masuk kemari bukan? Memang kau tidak begitu? Kau masuk dengan cara lain?"


"Tidak, sama sepertimu"


"Ya aku yakin yang lolos berarti ia teruji kelayakannya" ucap Olugi. Mereka kembali melanjutkan olahraga pagi dan kembali ke kamar masing-masing sebelum sarapan.


Willow keluar kamar dengan kaos abu juga sweatpants juha abu, ia menuju ruang makan untuk sarapan. Ia bertemu dengan tinya di pintu.


"Pagi" ucap Willow menyapa semuannya.


"Hei cantik," ada Fernandes, lelaki berkulit hitam dengan mata kehijauan ini yang paling ramah dan menakutkan karena senyumannya hanya topeng.


"Pagi Will" Olugi dan Lazarus.


Dan yang hanya meliriknya singkat, Zackary, alias Zack. Ia yang paling dingin. Juga misterius.

__ADS_1


Mereka berbaris mengambil nampan makannya. Olugi diurutan depan, lalu Lazarus, Willow, Fernandes dan Zack diurutan terakhir.


Lelaki dengan rambut hitam dan juga mata hitam itu memegang nampan dengan satu tangan dimasukkan dalam kantong sweatpants. Ia menggunakan Hoodie.


Ia mengantri dengan tampang mengantuknya. Tim Center dengan banyak lelaki tampan dan idola dari yang Willow lihat, semua peserta wanita pasti tak lepas dari timnya ini.


Czrak!


Lagi Willow mendapatkan perlakuan yang sama. Sontak semua timnya ikut berhenti dengan pandangan terfokus pada si pemberi makanan.


"Hei manis, ada masalah apa kamu dengan anggota timku?" Fernandes, menghentikan wanita yang akan memberinya makanan itu. Ia menatap dengan senyuman yang membuat matanya menyipit.


"Ti,Tidak Fernandes," pemberi makan itu tak menyadari jika Willow diapit oleh anggota timnya yang membuat wanita itu iri. Ya ia mengagumi Fernandes.


Zack menatap satu-satu pemberi makan itu dan "Jonny ada apa ini?" Selorong masuk Resta.


"Kapten" Sapa ke limanya.


"Will mengapa kau selalu mencari masalah di sini?" Ia mengusap sebuah apel di seragam hitamnya.


"Kapt, bukan Will—" Zack menghentikan Fernandes untuk membela Will, dengan menggelengkan kepalanya.


"Kau tak tahu Will disudut ruangan ini pasti ada yang mengawasi" ucap Resta. Ia menggigit apelnya itu. Terdengar kerenyahan dan juga sangat berair.


"Hmm" gumamnya dengan menikmati apelnya.


"Kau Jonny dari tim mana?" Resta menunjuk si pemberi makan, mereka menunduk ketakutan. Karena yang saat ini menanyainya adalah anggota Giant Pipe jajaran atas.


"Ada apa kau menekan anak asuhku Resta?" Dari belakang si pemberi makan, Sonya maju, terlihat anggota yang terdiri dari wanita semua itu nampak lega pada wajahnya.


"Kau harus mendisiplinkan mereka, mengapa selalu saja mengganggu timku, ya kita tidak buta kan Sonya? Pengawasan sebanyak apa ditempat ini" ucap Resta dengan kembali menggigit lagi apelnya.


"Setidaknya bisa kau buktikan nanti di pertandingan Resta, kita lihat seunggul apa tim mu itu" ejek Sonya, timnya pun masuk 4 besar.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2