DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 25


__ADS_3

Willow masuk pada misi yang lainnya. Ia sedang menyamar kembali menjadi pasangan Troto untuk masuk ke bar yang ada di Phoenix Way.


Bar khusus untuk sindikat bawah tanah. Mereka sindikat yang melakukan tindak kejahatan yang tak tersentuh oleh aparat hukum. Tentu saja targetnya pada misi kemarin ada ditempat itu.


Mereka tersembunyi. Bar itu bukan sembarang bar. Namun juga adanya pasar gelap juga tempat judi yang menyenangkan untuk para bandit kelas atas.


Penyamaran Willow menjadi pasangan Troto. Mereka akan mengikuti sebuah acara lelang di dalam bar dan casino.


"Kau siap?" 


"Siap"


"Mari"


Troto mengulurkan lengannya agar Willow menggandengnya.


Mereka berjalan bergandengan masuk. Willow tampak menggoda dan seksi dengan balutan gaun berwarna emas dan mantel bulunya, tak lupa topeng senada dengan warna gaunnya, juga Troto yang sangat menawan.


Suara bar dengan musik kencang menyambut mereka. Lalu mereka langsung mengarah pada lorong yang tertutup dan dijaga ketat oleh dua penjaga dengan senapan laras panjang.


"Undangan?"


Troto menyerahkan selembar undangan emas. Si penjaga mengangguk dan mengkode Troto dan Willow agar mengikutinya. Keduannya mengikuti penjaga itu.


Mereka menyusuri lorong dengan warna dinding hijau tua. Lalu penjaga berhenti didepan pintu besi. Ia mengetuk pintu besi itu lalu meninggalkan Willow dan Troto.


Srrrttt …

__ADS_1


Kotak kecil pada bagian atas pintu itu terbuka, disana terlihat mata dengan kepala botak.


"Kata sandi?"


"Tas kuning di dekat barak" ucap Willow.


Klek!


Suara pintu terbuka. Troto dan Willow masuk kedalam. Didalam sana terdapat ruangan casino yang besar.


"Mantelnya Nona?" Ucap seorang pelayan rubah wanita, meminta mantel bulu yang Willow kenakan. Juga Troto mengikuti melepaskan mantelnya. Memberi pada pelayan yang lainnya.


"Ini akses untuk masuk kedalam semua event" penjaga botak yang meminta kata sandi tadi menyerahkan dompet kartu kulit pada Troto.


"Selamat bersenang-senang di Winter Fire" ucap penjaga botak dengan menunduk hormat.


Hembusan angin dingin dari balik pintu, menerpa mereka bersamaan dengan suara gemuruh suara dari dalam ruangan lelang yang akan dimulai.


Di sini, Troto melepaskan gandengan tangan Willow. Karena mereka memiliki tugas yang berbeda.


Mereka berpencar. Kursi pun nomor mereka berbeda. Jaraknya lumayan jauh. Willow menemukan kursinya. Ia duduk. Pelayan membawa minuman melintasinya. 


Willow meminta satu minuman. Ia duduk di kursinya dengan mata yang tertuju pada gelasnya. Tapi juga tak melepaskan pandangan sekitarnya.


Tak jauh dari kursinya ia melihat Baton Luford. Dalam beberapa detik suasana pelelangan semakin ramai orang. Mereka sudah berada ditempatnya menunggu pelelangan dimulai.


Para lelaki memakai taksedo juga topeng begitu juga para wanita dengan gaun indah mereka juga topeng yang senada.

__ADS_1


Willow memainkan minumannya. Wine kelas tinggi. Wangi dan pahit yang sedikit manis. Ia menatap targetnya. Saat mata mereka bertemu Willow mengangkat sudut bibirnya.


Tatapan tajam Luford mengarah pada Willow mereka bertemu lagi, setelah menghilang dan bawahannya tak dapat menemukan wanita menjijikan itu.


Bahkan dengan berani Willow mengangkat gelas Winenya, memberi salam pada Luford. Rahang lelaki itu mengeras. Ia sangat tak sabar untuk menangkap wanita itu.


"Ya tuan?" Luford berbisik pada bawahannya untuk berjaga. Bawahannya mengerti dengan cepat ia mengangguk. Dan pergi dari tempatnya.


Luford melihat ke arah Willow tapi ia sudah tak melihat keberadaan wanita itu. Luford mengumpat kencang. Ia membanting gelas Winenya.


"Tuan pesan untuk anda." Ucap pelayan. Dengan marah Luford merampas kertas itu, membuat sang pelayan beranjak pergi dengan ketakutan.


"Bren gsek!" Umpatnya.


'Kau tak bisa menangkapku!' Tulisan yang ada di kertas yang telah Luford buang dengan kesal.


"Tuan! Kami—"


"Jangan bilang kalian telah kehilangan wanita menjijikan itu!"


"Ia pasti masih disekitar sini! Jangan bodoh! Cari hingga ketemu! CEPAT!" bentakan keras Luford.


"Kau tak akan lolos j4 lang!" Umpatnya lagi.


Disisi lain. Willow melihat dari monitor yang menyadap cctv di pelelangan itu, 


"Coba cari aku jika kau bisa!" Ucap Willow yang sedang berada di sudut ruangan di pelelangan itu.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2