
Willow dengan wajah yang lebam di beberapa sisi duduk bersimpuh dihadapan Troto yang menatapnya nyalang. Lelaki itu berdiri dengan tangannya melipat didada.
Mereka ada dikamar Willow.
Tak habis pikir dengan wanitanya ini. Ia baru beberapa waktu lalu menjadi korban penculikan, tapi hari ini ia membuat lawannya tak berdaya.
Lawan yang juga bodyguard yang Troto kerahkan. Terios. Salah satu pasukan elit terbaik milik Giant Pipe. Willow tumbangkan.
Benar-benar. Helaan nafas pasrah. Ia tak bisa melihat mata Willow yang tampak seperti seekor kucing. Memelas.
Decakan keluar dari bibir Willow. Ia tak bisa hanya dengan memelas. Ia sedang kesal dengan lawannya itu.
"Ia duluan yang memulai!" Elak Willow.
"Berdirilah" Troto memijat kepalanya. Willow beranjak perlahan.
"Sini" tangannya melambai. Willow menatap Troto dengan wajah yang mengkerut. Ia mendekat pada Troto.
"Sini lebih dekat" ucap lelaki itu. Willow menaikan alisnya. Ia mendekat selangkah. Decakan terdengar dari Troto.
Ia menarik lengan Willow untuk masuk dalam dekapannya. Pelukan Troto mengetat erat.
"Kau ini! Nakal! Jangan membuat jantungku berhenti!" Ada kelegaan disana. Rasanya sudah lama sekali ia tak mendekap sang kekasih.
Willow mengelus punggung Troto. "Aku rindu" ucap Willow lirih. Hati Troto membuncang senang.
"Aku sangat iri melihat Kellan dan Giana" ucap Willow yang melihat keakraban yang hangat itu.
Mereka saling mendukung dan tak terlalu memikirkan organisasi yang akan memusuhi mereka.
Troto menjauh untuk melihat wajah Willow. Ia mengusap wajah wanitanya. Rindu itu ia sampaikan dengan kecupan hangatnya.
Mengecup seluruh wajah Willow. Wanita itu pasrah ia pun membutuhkannya. Bibir Mereka bertemu, luma tan rindu berubah menjadi luma tan menuntut.
Troto mengangkat tubuh Willow dan ia memperdalam luma tannya. Membuat Willow yang layak koala. Melenguh.
Willow mendongak memberi jalan Troto untuk menjalarkan kecupannya pada leher hingga telinga Willow.
Nafas keduannya menderu. Troto menjatuhkan Willow di ranjang ia siap melepas pakaiannya. Senyum genit Willow tercetak di wajahnya.
Troto mengukungnya. Tangan nakal Willow menjalar pada perut rata dan liat milik Troto. Tatapan penuh kabut Troto menenggelamkan Willow.
Willow menggigit bibirnya. Menggoda Troto. Kembali Troto menyerang bibir Willow. Mereka bertukar saliva, lebih dalam, lebih panas. Tangan Willow berada di punggung Troto mengelus punggung lebar penuh tato tribal itu.
"Kau sangat cantik" ucap Troto mengelus bibir bengkak Willow. Lalu tangannya mengelus lebam pada wajah wanitanya itu. Alisnya menaut. Ia tak suka.
"Masih sakit?"
Willow menggeleng.
"Dia harus dihukum" Willow mengulum senyumnya.
"Kau juga harus mendapatkan hukumanmu" kembali Troto mencium dengan dalam Willow yang terpekik senang.
Malam panjang adalah hukuman untuk Willow yang Troto maksud.
*
__ADS_1
*
*
"Kau lihat Raflesia?"
Kantin di siang hari. Shelbi datang meletakkan nampan berisi makanan nya. Willow dan Lime mendongak.
"Itu yang disana, ia dekat dengan Tetua ya" Willow melarikan tatapannya pada sudut yang Shelbi maksud.
Raflesia. Ia sudah lama tidak melihat wanita itu. Setelah ia kabur dari Bukit Rfizt. Dan membantu Guapo untuk merebut High Majesty ia tak lagi melihat keberadaan wanita duyung itu.
"Aku dengar ia membantu Guapo saat mengambil alih High Majesty"
"Wah Kapten Raskal pun ikut"
Tatapan Willow mengeras, ia melihat kegenitan Raflesia pada Troto. Ia kesal. Tapi tak lama. Saat ia melihat Troto yang menghindar dari Raflesia yang akan mencium lelakinya.
Sudut bibir Willow terangkat. Ada ******* senyum yang ia tahan.
"Tapi aku dengar ia ditunangkan dengan Luford" ucapan meja sebelah mereka pun ikut menggosipkan wanita duyung yang sempat menjadi idola di LifeWild market. Pasar milik Nokturnal.
Shelbi menatap kedua rekannya itu dengan mata berbinar, keinginan tahunya sangat besar.
Ia mengangkat nampannya dan berpindah pada kedua wanita di sebelahnya.
"Hah! Kalian tahu kabar itu darimana? Luford? Yang petinggi perusahaan itu? Yang tampan itu?"
Shelbi ikut membaur. Matanya menunggu kedua orang dimeja sebelahnya memberi jawaban.
Kedua orang disebelahnya menatap Shelbi aneh. Mereka agak canggung ketahuan bergosip. Tapu mendengar ucapan Shelbi yang juga mengagumi para petinggi tampan.
"Iya aku dengar, dan mereka sebentar lagi menikah"
"Tapi banyak yang menduga itu hanya pernikahan politik karena Luford sering kepergok jalan dengan berganti wanita" ucap dengan bisikan.
Shelbi mengangguk.
"Ternyata Raflesia tidak bisa menaklukkan Luford" Luford terkenal dengan lelaki playboy, yang selalu berganti wanita seperti menghela nafas. Sangat cepat.
"Pastilah seleranya lebih tinggi dari si duyung" Shelbi mengamati perbincangan keduannya dengan melanjutkan makan siangnya.
Di meja Willow dan Lime juga dapat mendengar obrolan keduannya.
"Sepertinya ia tak suka wanita" Lime menggigit daging bakarnya.
"Atau kita turunkan saja anggota lelaki tampan? Siapa? Resta? Atau Raskal? Bisa juga Zale?" Ucap Lime membuat sudut bibir Willow terangkat.
"Ada apa kalian membawa namaku"
Zale duduk didepan keduanya. Yang disusul Raskal, Resta, Troto juga si pemeran utama dalam pergosipan meja di sebelahnya yang sudah hening. Raflesia. Mereka datang dengan nampannya masing-masing.
Troto berjalan ke sebelah Willow dan mengecup kepala wanitanya. Sorakan terdengar. Ia tak menyangka Troto akan melakukan sesuatu yang akan menjadikannya bahan gosip lagi.
"Yang sudah resmi, selamat Tetua" ucap Zale.
"Hah! Tetua dan Will?" Raskal membelalak.
__ADS_1
"Selamat tetua" ucapan dari Resta yang telah mengetahui adanya hubungan benci jadi cinta pada keduannya.
"Woah Will selamat yaaaa " ucap Shelbi yang kembali bergabung dengan mereka.
"Selamat" Lime mengangkat gelasnya.
"Kapan?" Raskal masih tak percaya.
"Sudah lama, sebelum kemari"
"Dari sebelum penyerangan High Majesty" Raflesia ikut bersuara.
"Hai Willow apa kabar?" Raflesia tersenyum menyapa Willow.
"Baik, kau juga selamat, katanya kau sudah bertunangan dengan Luford" ucapnya.
Shelbi dan Lime ikut menunggu jawaban Raflesia.
"Terima kasih" jawaban yang membenarkan jika kedua nya bertunangan.
"Jangan lupa mengundangku jika kalian menikah kami" Willow menuesap minumannya.
Troto melihat Raflesia yang menjawab ucapan Willow dengan senyuman.
"Kalian akan diundang semua, tenang saja" Suasana menjadi canggung.
"Will aku ikut penyerangan High Majesty?" Shelbi mencoba membalikan suasana dengan bersemangat. Willow hanya mengangguk. Ia menyesap minumannya.
"Kau tak mengajakku makan siang?"
Tatapan datar Willow lemparkan pada Troto. Tak biasanya Troto bersikap ingin menyentuhnya jika di depan umum.
"Kan sudah bertemu, sekarang cepat makan, kau belum menyentuh makananmu"
"Ah rasanya aku ingin memiliki pasangan" Raskal berucap, ia menghela nafasnya. Suara kursi terseret mundur, dan langkah mendekatinya. Wanita itu merapikan pakaiannya.
"Kapt Raskal! Nama saya Shelbi, single, boleh mendaftar?" Uluran tangan Shelbi di depan wajah Raskal.
Tawa terbahak Raskal tak membuat nyali Shelbi ciut. Raskal dapat melihat binaran mata dengan keberanian disana.
Tangan Raskal menyambut tangan Shelbi.
"Boleh, boleh … tapi sayangnya aku tak percaya cinta" ucap Raskal.
"Tak masalah kapten! Saya akan dengan senang hati membuat anda percaya dengan cinta saya!" Ucap Shelbi lantang.
Sorak sorai terdengar dari beberapa orang disana. Mendukung keberanian Shelbi. Raskal menatap Shelbi. Mungkin boleh juga ia akan mencobanya dengan wanita aneh ini.
"Buat aku percaya cinta!"
Senyuman miring Raskal. Ia mengelus kepala Shelbi. Membuat Shelbi tak percaya. Matanya melebar namun Raskal bisa melihat binaran keberanian dan kepercayaan diri disana.
Shelbi mengangguk.
"Percayakan padaku Kapten Raskal"
Shelbi tersenyum dengan lebar. Memperlihatkan lesung pipi yang manis.
__ADS_1
Tbc.