DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Merayu Target


__ADS_3

Willow menikmati minumannya, ia tak tahu ada bar yang dibuka khusus untuk mereka dari dunia bawah.


Berkat alat yang Alamira tinggalkan, ia masih bisa berubah menjadi bangsa ular. Masuk ke dalam bar ini, ternyata sangat ketat pengawasannya, hampir saja ia mengurungkan niat, tapi saat ia mengingat alat Alamira masih ia miliki, ia mencoba dan berhasil.


Dan disinilah ia dengan ramuan yang adalah alkohol versi dunia bawah dan wanita itu suka. Rasanya seperti soda dengan aroma bunga.


Ia menegak sekaligus ketika target yang ia tunggu dari tadi setengah teler.


Willow mendekat dengan perlahan, membawa gelasnya mendekati si target. "Sendiri?" Ucapnya lirih.


Targetnya melirik dirinya dari atas ke bawah memindai. Wanita yang mendekatinya, ras ular, pikir target itu kemudian ia mengangguk dan menenggak lagi minumannya.


"Hari yang buruk, Huh!" Willow menyesap minumannya, ia sudah duduk disebalah sang target.


"Yah begitulah" sudut bibir Willow tertarik keatas. Yas! Umpannya disambut.


"Willow" ucapnya memperkenalkan diri.


"Zale, kau baru? Aku tak pernah melihatmu" Zale memainkan gelasnya. "Baru tahu ada tempat sekeren ini disini" ucap Willow tentang tempat ini.


"Kau baru juga di dunia atas ini?" Kembali lelaki itu bertanya.


"Yah bisa dibilang begitu," hening,


"Kemarin aku bertemu dengan orang Nokturnal. Kau tahu Nokturnal? Semua lahan besar disana miliknya, dan mereka memaksaku untuk memasukkan mereka ke dunia kita" Willow mencoba bercerita. Zale yang mabuk setia mendengarkan, dengan sesekali menyesap minumannya.


Gemuruh merajai hatinya saat mendengar tentang Nokturnal. Ia pun sama, sedang bersembunyi.


"Lalu aku kabur sebelum melakukan apapun, dunia ini sangat menakutkan dan pemaksa."

__ADS_1


"Tapi untung ada yang menyelamatkanku disana, aku tinggal bersama dengannya, ia menyembunyikanku dari orang-orang itu"


"Aku ingin kabur ke dunia kita tapi, takut mereka mengikuyi apa lagi aku ibgin membawa temanku ke dunia kita. Karena nyawanya tak akan selamat jika aku tinggal disini sendiri." Willow memainkan perannya.


Ia melirik Zale yang terlihat ka acuh. Raut wajah Willow berubah kesal, namun ia menahannya.


Ia meraih tangan Zale. "Ada cara kah membawa orang asing masuk ke dunia kita, aku tahu kita saja memiliki pentagram berbeda, dan aku dengar hanya keturuanan yang bisa, aku juga dengar kalau dipaksa dunia bawah akan tahu dan geger"


"Kasian sekali temanku" Willow meletakkan kepalanya pada meja, ia berpura-pura mabuk dan melantur. Hening. Decakan berbisik Willow keluarkan.


Sepertinya ia harus mencari cara baru untuk merayu Zale.


"Aku bisa membantumu" Zale dengan memainkan gelasnya, ia melirik belakang kepala Willow yang teebaring pada meja.


"Siapa nama temanmu itu, aku akan membantumu" kembali Willow melebarkan matanya. Tapi ia masih tertidur dimeja.


Ia berbalik perlahan. "Benar? Kau bisa menolongku?"


"Aku akan membantumu" Willow menangkap tubuh Zale yang akan menabrak kursi. Ia menarik satu lengan pria itu pada pundaknya.


Tanpa perlawanan Zale menurut. "Mana kendaraanmu?" Zale tak menjawab. Pria itu merancau tak jelas. Tubuhnya lebih besar dari Willow dan berat juga.


Tapi Willow bisa menahannya. "Hei Zale, bangunlah!" Ia menepuk pipi Zale yang mulai tak sadarkan diri.


Willow hanya meliriknya, dan mau tak mau ia  memasukkan Zale dalam kendaraannya. Willow meluncur ketempat tinggalnya.


Ia melirik dan meminta York untuk memindai tubuh Zale, apa dia benar-benar tak sadarkan diri.


"Tak sadarkan diri Madam" jawab Robot itu kaku.

__ADS_1


"York shield dia agar tetap nyaman dalam tidurnya dan sambungkan aku pada Braxton."


"Baik Madam"


Terlihat shield mengembang, bentuknya menyerupai kaca lentur tipis. Menyelimuti seluruh tubuh Zale. Agar tetap nyaman dan tak mendengar apapun.


"Ada apa kau menghubungiku?" Tanpa basa basi. Terdengar tak suka. Willow tahu mengintrupsi bosnya itu dari suatu hal. Dan ia tak suka.


"Saya mendapatkan Zale. Akan saya bawa ke tempat saya, Tuan"


"Anda juga harus ke tempat saya, karena saya menceritakan soal teman yang membantu saya didunia kita, saya menyamar menjadi ras ular dengan alat yang Alamira tinggalkan."


"Bagus, aku akan segera ketempatmu" Barxton segera mengenakan pakaiannya, ia memang sedang dalam pergumulan panas dengan sekertarisnya, jika Willow menghubunginya tanpa alasan jelas, bisa saja perempuan itu tak selamat.


Tanpa kata Braxton meninggalkan wanita yang telah telan jang di ranjangnya. Mariah, wanita itu menyalakan rokoknya sepeninggal Braxton.


Ia pun kemudian berpakaian, menuju kendaraannya, setelah agak jauh dari tempat Braxton, ia menghubungi seseorang.


"Mereka telah mendapatkan Zale, ada kemungkinan akan mengacak dunia bawah melalui orang itu ... Cam, aku serahkan semua padamu, keselamatan dunia bawah. Jangan sampai mereka berulah di acara penobatan".


Mariah yang selama ini diduga mengkhianati ExSide nyatanya tidak, ia masih disini sebagai mata-mata Camy.


Ia seorang dari duniah bawah. Salah seorang peneliti ilegal juga, ia tahu siapa saja penjahat yang membantu orang dunia atas untuk memasuki dunia bawah. Tanpa adanya izin.


Mariah tahu, juga tentang Marzon, ia yang menjaganya, saat jiwanya berada didunia bawah. Menggunakan sihirnya untuk menyelebungi pintu juga tubuh Marzon dari Braxton yang beberapa kali ingin membunuhnya.


Sebenarnya tanpa Mariah ikut memberikan pelindung pada Marzon. Hecate sudah membuat tubuh Marzon terjaga. Tak ada yang bisa mendekati tubuh itu.


Dan itu pemicu, Braxton ingin kembali kedunia bawah.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2