
"Keributan apa ini!" Suara menggelegar terdengar dari pintu kantin.
Suara Resta terdengar dari pintu kantin. Ia bersama tin center. Yang melambai gembira pada Willow.
Mereka mendekat pada kumpulan Willow juga Sonya. "Will yang membuat ulah lebih dulu!" Sonya menjadi sosok lemah jika di hadapan Resta.
"Dasar dungu semua juga tahu jika kau yang mencari masalah disini!" Ucap Shelbi.
Sonya menatap tajam Shelbi. Lalu melihat Shera temannya itu hanya diam, juga tatapan orang yang berada disekitarnya tidak ada yang mau membelanya.
Sonya menghentakkan kaki lalu pergi begitu saja. Ia meruntuk pada Shera, lalu menyalahkan Willow.
"Dasar gara-gara j4 lang itu aku dipermalukan! Lihat saja sebentar lagi kau akan dibuang! Bahkan bukan hanya dari Giant pipe tapi juga dari Guapo!"
"Sudah! Sudah!" Fernandes membubarkan kerumunan itu.
"Dasar kelakuan bocah!" Ucap Shelbi. Ia kembali duduk di tempatnya. Kumpulan itu bubar.
"Hai kapten Will! Musuhmu semakin bertambah saja!" Fernandes menyapa. Setelah Willow keluar dari Jonny ia diangkat menjadi Kapten dan para Jonny harus memanggilnya Kapten.
"Hai Kapt Lime, Kapt Shelbi" sapa Fernandes.
"Terima kasih untuk para kapten yang membuatku menjadi begini" ia melirik Resta.
"Astaga Kapten Will! Kau masih saja mendendam pada kami!" Ucap Resta yang mencoba mendrama.
"Kapt Will, ada misi apa lagi? Boleh mengajak kami, mungkin?" Olugi, ingin sekali kembali menjadi rekan Willow, karena aksi-aksi wanita itu sungguh luar biasa.
"Kau belum boleh melakukan misi!" Ucap Lazarus. Tim Center lengkap saat ini. Mereka telah melakukan olah raga pagi. Lalu sarapan.
"Kalian sudah dengar" Olugi berbisik. Mereka telah menikmati sarapannya, Shelbi dan Lime masih ditempatnya.
Ia melirik Olugi. "Kau tahu Vtop, ia melanggar masuk ke lantai terlarang. Tapi ia tak mendapatkan sanksi apapun."
"Dan Darren yang mencoba memasuki lantai itu, langsung saat itu juga dikeluarkan dari sini" ucap Olugi.
"Aku pernah melihat Tyac juga. Tapi mereka masih bertahan" ucap Fernandes.
"Kau melihatnya? Kau juga pernah masuk kesana?" Fernandes menutup mulutnya, ia keceplosan, Resta menatap anggota tim asuhannya. Fernandes menyengir ke arah Resta. Dan memukul kepala Olugi.
"Ah Kapt, nggak Kapt, itu … "
"Dia hanya mengikuti wanita incarannya Kapt, macam stalker!" Ucapan Zack.
Plak!
"Bukan Kapt, Bro!" Fernandes melebarkan matanya pada Zack, lalu ia menggeleng pada Resta.
"Fernandes nanti kau keruanganku!" Ucap Resta. Fernandes hanya menghela nafas, lemas.
__ADS_1
"Siap Kapt!" Shelbi terkekeh melihat kelakuan Jonny-Jonny ini. Lime sudah dengan sarapannya. Ia beranjak dari mejanya diikuti Shelbi.
"Will kami duluan!" Ucap Shelbi yang Willow angguki.
"Will kau juga ikut ke ruanganku" Resta, menatap Willow serius.
***
"Aku mendengar dari Zale kau melihat Tyac juga Button di lantai terlarang?" Willow mengangguk pelan.
"Kapan?" Mereka ada diruangan Resta. Fernandes pun ada.
"Malam saat kalian mengajak aku ke bar."
"Mereka keluar dari kamar 5330" Resta mengangguk. Ia tak tahu kamar siapa itu. Karena semua yang berada di lantai terlarang adalah privasi. Juga pasti milik petinggi. Tapi pertanyaannya milik siapa
"Pantas …"
"Dan kau! Melihatnya kapan?" Resta langsung berganti pada Fernandes yang megumam.
"Beberapa kali aku melihatnya, tapi beberapa kali aku melihat Vtop bersama Tyac, apa mereka bertiga penyusup?" Ucapan Fernandes.
"Dari mana datangnya ide penyusup?" Resta tak mengira sepupunya ini berpikir seperti Willow.
"Rumor beredar di kalangan Jonny" sahut Willow. Fernandes mengangguk.
Resta tampak terkejut. "Will pantas saja mereka seakan memusuhimu" ucap Resta. Willow hanya memutar matanya malas.
Penyebabnya kan mereka yang menjebaknya masuk dalam Giant pipe.
"Iya kapt banyak sekali musuhnya, apalagi kalangan wanita, duh!" Willow mengetuk keras kepala Fernandes.
"Sudah! Sudah! Lanjutkan pengintaian mu kepada wanita itu" ucap Resta.
"Baik Kapt! Asik dapat misi!" Girang Fernandes.
"Jangan sampai ketahuan!"
"Serahkan padaku! Aku ahlinya!"
Fernandes menunjuk dirinya percaya diri. Resta hanya berdeham sebagai jawabannya.
"Kau mendapatkan jatah libur sehari, besok Will, untuk memulihkan wajahmu itu" ucap Resta. Ia hanya mengangguk. Sebenarnya apa yang Sonya katakan membuat dirinya terusik.
Troto bertemu dengan cinta pertama dirumahnya. Sialaan! Apa lelaki itu akan mencampakkannya lagi! Jika benar, ia tak akan melepaskan lelaki itu dengan mudah!
Keluar dari ruangan Resta kembali ia berpapasan dengan Sonya yang hanya sendiri.
"Ah si princess" ucap Sonya.
__ADS_1
"Tapi sebentar lagi menjadi gelandangan!" Ucapnya dengan tawa.
"Apa sebenarnya maumu!"
"Mauku? Kau keluar dari Guapo! Mejauh dari Resta!"
Sonya tak takut. Willow sedang tak ingin diganggu.
"Aku juga tak ingin tapi katakan pada mereka diatas sana untuk mengusirku! Mereka yang merekrutku dengan paksa!"
"Siapa kau! Percaya diri sekali! Mereka hanya memanfaatkanmu! Kau adalah senjata hidup paling mematikan menurut mereka!"
"Sunghuh kasian, saat di Nokturnal pun kau hanya dianggap senjata, disini pun sama!" Lanjut Sonya.
"Aku jadi mengerti mengapa Troto memilih wanita manusia sepertimu!"
"Kau lebih berguna daripada Shera, juga kau adalah manusia, kau tahu jika cinta pertama Troto adalah manusia?"
Sonya mendekati Willow dengan berbisik di kuping Willow. Sonya merasa diatas awan melihat perubahan wajah Willow.
"Sudah kuduga! Kau hanya alat untuknya, jika ia cinta denganmu sedari awal ia tak akan menghapus ingatanmu dan memilih bertunangan dengan Shera."
"Kau tahu kenapa, ia bahkan memberimu segala yang cinta pertamanya itu gunakan, pakaian, rumah tinggal juga bentukan mu yang baru ini,"
Sonya tergelak mendapati wajah Willow yang semakin jelek dimatanya itu, ini adalah awal pembalasan atas setiap Williw mempermalukannya.
Ternyata semenyenangkan ini, tanpa bantuan Shera, temannya yang tak berguna itu.
Willow terguncang dengan omongan Sonya. Tapi kembali ia mengingatkan dirinya sendiri. Jika ini adalah Sonya. Kembali Willow pada logikanya.
"Tak mungkin!" Ucapnya mendesis
"Kalau tak percaya datangi saja bibi Lomi, ia tahu semua, tentang Troto, mungkin sekarang lelakimu itu sedang memadu kasih dengan pacar pertamanya." Ucapan penuh racun itu berhasil membuat Willow menghantamkan tinjuannya pada wajah Sonya.
"ARK! SIALAAN! KAU LIHAT SAJA! UNTUK MEMBUKTIKAN SEMUANYA!" Teriak Sonya saat Willow sudah meninggalkannya yang terkapar di lantai.
"J4 lang sialaan! Ini sakit!" Sonya mendesis, kemudian ia menyeringai. Melihat wajah keruh milik Willow.
***
Willow berdiri di depan rumah menatap apa yang ada di dalam rumah melalui jendela.
Disana ia melihat bagaimana wajah Troto yang penuh kerinduan menatap seseorang yang membelakanginya.
Willow bertanya pada Bibi Lomi, kebenarannya. Wanita iti bahkan memberikan lembar foto yang membuat Willow sesak.
Walaupun begitu, Willow tak akan melepaskan Troto apapun yang terjadi. Ia akan menggenggamnya dengan erat hingga tak ada yang berani merampas lelaki itu darinya.
Tbc.
__ADS_1