DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Keep Your Friends Close and Your Enemies Closer


__ADS_3

"Kakak aku telah menemukannya," ucap sosok di depan sebuah nisan,


"kau tak perlu kuatir, aku akan membalaskan dendan kita" ia mengelus nisan didepannya.


"Maaf baru bisa menemuimu lagi" sorot mata sedihnya,


Sosok itu berdiri, ia menatap nisan didepannya dengan raut kesedihan, lalu tak lama berubah menjadi seringaian tipis namun mengerikan dibibirnya.


Ia melihat kepergelangan tangannya, layar hologram terpampang didepannya. Dan disana ada sebuah foto, wanita. Dengan data lengkap.


"Issa Alexandria" lirihnya. Sambil memandangi foto wanita yang menghabisi kekasihnya.


Sosok ini adalah kekasih sang ketua ras levian, dari klan Trudy yang Alex binasakan saat ia menyelamatkan Loreen.


"Kunao apa yang kau dapatkan?"


"Raflesia, kau mengangguku! Aku sudah mengirimnya padamu semua datanya" ada decakan diujung sana.


"Kau ingin mati, huh!" Desisnya dingin.


"Y-ya ... ya tidaklah, kau ini, tak bisa bercanda sedikit saja kakak ipar" ada gentar dari sebrang.


"Dia adalah anggota dari tim DarkHole laboratory yang telah Nokturnal hancurkan markasnya dan sekarang masih tak diketahui ia tinggal dimana, tapi beberapa kali anak buahku melihatnya di Wildlife. Namun kami selalu kehilangan jejaknya"


"Dasar tak becus!" Maki wanita yang dipanggil Raflesia itu, Dengan sepihak ia memutuskan  sambungannya dengan Kunao,


Sosok cantik bak boneka, dengan rambut merah kepirangan bergelombang, mata satu dengan bulu mata lentik, ia sering disebut boneka hidup.


Tapi kau lihat bagaimana Kunao sempat gentar dengan gertakkannya, wanita ini juga ditakuti di klannya.

__ADS_1


Mengenakan baju serba hitam ia siap untuk misinya. Ia akan tinggal di Wildlife dan memantau targetnya.


"Bighead! Bersiaplah!" Ia memutus sambungannya tanpa mendengar jawaban dari sebrangnya, ia tahu tangan kanannya itu akan mengerjakan perintahnya tanpa diperintah dua kali.


Riuh rendah sambutan dari penonton yang sedang menonton pertunjukannya, dengan gemulai ia meliukkan tubuhnya.


Penonton vvip, kalangan atas, para konglomerat yang berada dinegaranya, lelaki banyak uang dan juga hidung belang.


Para pejabat tinggi, dengan jejeran atas pemilik perusahaan besar, menjadi penggemarnya, dalam sekejap nama Flesi menjadi terkenal.


Raflesia, ia menjadi penari yang selalu ditunggu penggemarnya. Pecariannya tak sia-sia. Ia sudah menjadi teman Alex.


Berpura-pura lemah, menjadi budak yang diperdagangkan dipasar gelap, dan ya dengan mudahnya ia mengelabuhi Alex.


Alex yang membawanya ke tempat ini, disini raflesia diterima dengan baik. Sebagai penari. Penjagaannya pun tak main-main.


Para penggemar tak bisa sembarangan bertemu, mereka hanya bisa melihat saja.


Klub tari yang memang hanya tari, nyanyi dan teater yang terdapat disana. Karena Alex tak bisa memasukan orang asing ke bukit Rfizt.


Alex berada di kursi penonton. Ia melihat tarian Raflesia yang memaukau. Ia merasa tak salah menempatkan Raflesia ditempat ini.


Alex tahu kemampuan Raflesia untuk mengaet banyak penggemar dengan suaranya.


Raflesia adalah ras duyung. Mereka terkenal dengan menarik mangsa dengan suara mereka. Dengan nyanyiannya banyak pelanggan datang ke klub milik Madam Paloma.


Dan kebanyakan yang terhipnotis dengan nyanyiannya adalah kaum jantan. Dan dengan sekejap ia melejit menjadi salah satu penghibur yang populer. Juga melejitkan nama klub Madam Paloma.


Dan Raflesia menjadi kesayangannya. Alex juga merasa senang bisa membantu para temannya. Setidaknya nyanyian duyung yang mengerikan itu bisa menjadi positif dan menghasilkan.

__ADS_1


Alex bertepuk tangan, ia mengacungkan jempolnya. Ia turun menuju panggung belakang.


"Hai Flesi kau sangat memukau seperti biasa, aku tak menyangka mempunyai teman yang terkenal" Alex masuk dalam ruangan Raflesia.


"Ini berkat mu, aku sangat berterima kasih." Raflesia melihat Alex melalui kaca besar didepannya. Ia sedang membersihkan mukanya dari make up tebal.


"Sayaaaang Flesiii... " Paloma juga datang keruangan Raflesia. Seperti sudah-sudah dengan seikat bunga juga beberapa kotak hadiah.


"Ini dari Mr. Kanan, ia sangat tergila-gila padamu sayang, dan yang itu dari penggemarmu lainnya" genit Paloma. Paloma meletakkan hadiah-hadiah itu dimeja rias Raflesia.


"Woah kau sepertinya memerlukan ruangan khusus" Alex melebarkan matanya melihat banyak bawahan Paloma datang dengan berkotak-kotak hadiah di belakang wanita itu.


"Letakkan disana" perintah Paloma pada bawahannya,


"Kesayangaku, kau semakin meroket dan aku suka itu" ia memeluk Raflesia.


"Alex ayo bergabung mari kita rayakan, ini juga berkat dirimu" Paloma mendekat pada Alex.


"Hei apa kabar? Sudah lama kau tak kesini? Sibuk, huh!" Paloma memeluk Alex. Setelah semua hadiah Raflesia diletakkan dan para bawahannya keluar ia baru menyapa Alex.


"Aku pun terkejut dan juga merasa bangga mengenal kalian, kapan lagi aku mempunyai teman seterkenal kalian, ayo kalian harus metraktirku" Paloma dan Alex sudah berdiri dan siap untuk pergi merayakan keberhasilan mereka.


"Ayo~ Ayooo~ Aku berganti baju dulu, tunggu aku!" Girangnya Raflesia meraih bajunya. Dengan senyuman sumrigah di bibirnya.


"Oke kami tunggu diluar" mereka keluar ruangan Raflesia. Pintu tertutup dengan cepat merubah raut wajah Raflesia. Tidak ada senyum sumringah.


Bibirnya masih melengkung, tipis dan perlahan satu sudut bibirnya ikut tertarik, ia menyeringai mengerikan. Tangannya mengerat hingga kuku merahnya menembus kulitnya.


Ia percaya dengan pepatah yang mengatakan, 'Keep your friends close and your enemies closer' dan sekarang sedang ia lakukan.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2