DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 24


__ADS_3

Mereka berhasil membabat semua pemberontak, entah siapa yang yang menyebarkan aksi Willow.


Ia kembali menjadi topik hangat. Dan makin membludak lah misi yang harus ia jalani. Troto seakan menjadi bosnya, ia sempat kesal. Menolak banyak misi yang tiba-tiba harus ia selesaikan.


Dan disinilah ia saat ini dengan para wanita-wanita Giant pipe. "Aksimu sungguh luar biasa Will" seorang wanita berambut pendek duduk di sebelahnya.


Mereka sedang menjalani misi dengan menyamar menjadi penggoda. Ia melihat pakaian seksi yang dikenakan wanita itu, lebih tertutup dari miliknya.


Tak mengapa Willow terbiasa dengan pakaian lebih terbuka dari yang ia pegang. Willow tak menanggapi.


"Sudahlah Shelbi kau tak usah susah-susah menyanjung atau berteman dengannya, ia tak akan menganggapmu!"


"Benar kau tak usah mencari muka mendekatinya agar Andreas melirikmu!" Sarkas wanita lainnya.


Willow melirik Shelbi. "Mungkin kalian yang memanfaatkannya, apa kalian buta! Tak melihat aksinya? Itu sangat keren, aku harus berlatih keras lagi."


"Dan kalian yang bisanya hanya mencibir ini, memang semampu apa? Seharusnya kalian ditendang dari Giant Pipe! Dasar tak berguna!" Ucap wanita imut dengan rambut bergelombang. Ia juga ada di tim untuk menumpas para pemberontak.


Dua wanita nyinyir itu terpaku, mereka menatap tajam, pada Juniornya tapi bisa melampaui level mereka. Mereka kabur. Mereka tidak ingin berhadapan dengan Lime.


"Dasar tak berguna" Lime melemparkan tubuhnya di sebelah Willow.


"Aku akan kesana targetku sudah datang" Shelbi beranjak ia melangkah anggun dan menggoda didepan targetnya.

__ADS_1


"Siapa targetmu?" Tanya Lime.


"Luford"


"Aku juga, sepertinya ia sudah datang" Lime mengedik kan dagunya pada pintu masuk bar dan seorang lelaki berkulit coklat, dengan topeng juga mantel tebal.


"Aku akan lebih dulu menggodanya" Willow mengangguk. Mereka adalah sindikat jahat yang masih berhubungan dengan kasus pemberontakan kemarin.


Mereka yang tak tersentuh. Sebelumnya ia telah meneror lelaki itu. Melalui surat kaleng. Dan mengadakan pertemuan di bar ini. Jika Lime mendekati lelaki itu menggunakan teknik polosnya, Willow akan menunjukan misteri pada lelaki bre ngsek itu.


Willow melihat bagaimana Lime mendekati Luford. Sedari tadi Willow tak mengalihkan tatapannya pada Luford, lelaki itu akhirnya menyadari jika Willow adalah si pengirim surat kaleng padanya. Lime tak berhasil sepertinya. Ia bisa melihat wajah wanita boneka itu keruh. Lalu mengangguk ke arah Willow.


Willow beranjak. Ia akan keluar bar. Luford ikut beranjak dari tempatnya. Ia tak ingin kehilangan wanita yang berani mengusiknya. Willow dengan sengaja melewati kerumunan orang yang asik menari.


Luford terus mengejar bayangan wanita yang memiliki ciri yang sama dengan wanita yang mengusiknya dengan surat-surat kaleng kekediamnya.


Bahkan ia tak peduli dengan wanita polos sebelumnya yang menggodanya. Karena ia lebih tertarik pada ja l4ng yang mengusiknya.


Tangannya terasa gatal ia ingin merasakn belatinya bermandikan j4 lang yang ia kejar saat ini.


Luford tak suka dengan para J4 lang. Luford jijik dengan mereka para penggoda dan menurutnya j4 lang penggoda itu harus lenyap.


Dan cocok sekali dengan Willow yang ia kejar. Wajahnya tampak seperti pemburu berdarah dingin.

__ADS_1


Jika dilihat dari luar orang akan menyangka ia bre ngsek dengan mengencani wanita berganti-ganti. Namun yang tak mereka tahu para ja l4ng yang melemparkan diri padanya akan berakhir di kandang monster miliknya.


Willow selalu melemparkan senyuman miring pada Luford. Mengajak Luford terus mengikutinya. Geraman Luford terdengar putus asa. Ia tahu Willow sedang mempermainkannya.


"Siaal! Kemana J4 lang itu pergi" umpat Luford yang tak menemui Willow dikamar mandi. Willow hanya ingin bermain dan memperlihatkan dirinya pada Luford. Tujuannya agar Luford memikirkannya. Ia akan memberi kesenangan untuk lelaki itu menemukannya.


"Tuan!" Bawahan Luford berdatangan.


"Lihat semua cctv yang ada. Dan temukan wanita sialaan itu secepatnya!" Geramnya. Beraninya wanita itu bermain-main dengan dirinya. Baton Luford.


"Tuan in-ini ada titipan untuk anda" seorang pria dengan pakaian pelayan bar. Sebuah kertas. Luford menerimanya dan membuatnya bertambah geram. Ia meremas kertas itu.


"CARI J4 LANG SIAALAN ITU!" Bentaknya dengan nada tinggi.


'Payah!' Hanya itu tulisan yang ada dalam kertas yang tak berbentuk ditangan Luford. Hinaan yang Ia dapat dari wanita yang ia anggap menjijikan dan tak pantas untuk bernafas di udara yang sama dengannya itu.


"J4 LANG BRE NGSEK!" umpatnya.


Willow berjalan menjauh. Ia telah mengganti pakaiannya menjadi celana kulit ketat dengan jaket kulit hitam. Bersiul. Ia yakin lelaki itu akan mencarinya.


Willow mengenakan Helm dan mengendarai motonya. Ia meluncur dengan perasaan senang. Misinya tak akan membosankan.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2