DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 11


__ADS_3

"Tidak mengecewakan bukan, ia berada di timmu?" Seseorang dengan rokok yang menyala berkata pada Resta.


"Yah, sangat menyenangkan, belum sehari, ia banyak mendapatkan lawan ketimbang teman"


"Sejak kapan di pelatihan ada sebutan teman ketimbang lawan?"


Tawa ringan keluar dari mulut Resta. "Kemampuannya dalam beladiri sudah ia perlihatkan. Besok kemampuannya menggunakan senjata"


"Kau akan takjub jika kau tau apa yang ia sembunyikan" ucap lelaki itu bercampur hembusan asap pekat di udara.


"Aku ingin kau menang, ku sudah bertaruh banyak untuk tim mu"


"Kau tak akan kecewa tuan Zale" Zale hanya mengangguk. Meninggalkan Resta ditempatnya dengan rokok yang masih menyala.


*


*


*


Arena bawah laut yang Willow pijak ini sungguh luar biasa. Luas jika dilihat dari peta hologramnya. Arena sirkuit balapan.


Ada satu sirkuit yang akan mereka gunakan, itu pikir mereka, tapi ternyata tidak hanya satu sirkuit. Tapi mereka bisa masuk dalam banyak sirkuit.


Kedua tim diberi satu mobil rakitan dari hasil karya bengkel terkenal di dunia manusia. Mereka menang jika berhasil mengambil bendera merah di tengah sirkuit utama.


Empat di dalam mobil dan satu memantau di satu tempat khusus untuk memantau dan mengarahkan. Dan Olugi yang ditunjuk. Karena memang pengarahan yang jelas dan mudah dimengerti.


Pengemudi diserahkan pada Zackary. Kursi penumpang sebelah Zackary ada Willow. Fernandes dan Lazarus di kursi tengah. Ada banyak macam senjata juga alat pertahanan didalamnya.


Zack sudah memastikan mesin, dan yang lainnya memastikan senjata, dan keperluan lainnya. Aman. Dan mereka bersiap. Mereka memasang masker gas juga gogglesnya.


Kedua tim memulai di garis start bersamaan. Bunyi terompet menandakan perlombaan dimulai.


"Awet-awet persenjataan, jangan boros. Jika tidak diperlukan jangan menyerang, perjalanan kita panjang." Peringatan dari Olugi.


"Ada apa memangnya," gambar hologram keluar di antara tempat Willow dan Zack. Olugi menjelaskan seberapa jauh mereka dengan berapa banyak hambatan juga kapasitas persenjataan yang ada di mobil mereka.

__ADS_1


Keempatnya mendengarkan dengan seksama dalam mobil yang terus dipacu cepat oleh Zack.


Tak ada halangan yang berarti. "Siap-siap guys, penyerangan di belakang kalian!" Ucap Olugi, suaranya keluar dari dalam radio mereka.


"Siaal! Kabut!" Zack memaki.


"Argh! Sama di layar juga sam berkabut, aku tak dapat melihat apapun dari sini." Tangannya masih bergerak di keyboardnya. 


"Sebentar! Tunggu! Okey, okey, dibelakang guys" guman Olugi.


"SERANG!!" Pekik Olugi membuat keempat rekannya terkejut.


Juga desing senjata yang terkena kaca mobil mereka. Kabut yang mengelilingi mereka juga menghilang. Terlihat ada tiga mobil yang mengejar dan menembaki mereka.


"Ck!" Decak Willow.


Ia mengeluarkan senjata dari laci depan, pistol kecil. Ia meraihnya. Willow melepas sabuk pengaman nya. Ia membalik tubuhnya membuka jendela dengan santai. Willow mengawasi pengejar mereka.


Dan kemudian, ia mengarahkan pistolnya pada ban mobil yang mengejarnya. Peluru itu menembus ban, mobil itu oleng dan tergelincir. Mobil lain menabrak kemudian ledakan besar terdengar.


Ia membidik langsung ke arah sopir. Willow menarik pelatuknya.  Dan menembak kepala si supir. Mobil itu meliuk, terdengar de ittan ban mobil yang nyaring, mobil itu berguling lalu meledak.


Willow kembali duduk dengan tenang. Menurunkan gogglesnya, memasukkan kembali pistolnya pada laci.


"Good job Will" ucap rekannya yang melihat aksi Willow. Zack kembali memacu cepat sebelum ada gangguan.


Dan benar setelahnya gangguan datang bertubi. Willow melangkah ke kursi tengah. Pintu belakang telah terbuka.


Teman-temannya menembaki mobil besar di belakangnya. Willow mengambil kantung besar. Ia membuka kantong itu. Dan mengambil isinya.


Willow merangkai potongan demi potongan setelah rangkaian itu jadi, ia berbalik dengan bazoka yang sudah duduk pada tempatnya. Willow menggerakan bahunya, memastikan basoka itu pas dengan bahunya.


"Target lock!" Suara mesin bazoka. Willow membidik dengan satu matanya menutup sebelah.


Membuat kedua rekannya yang berada di sampingnya melongo karena benda besi besar itu muncul tiba-tiba di sebelah mereka saat mereka fokus menembaki mobil monster di belakang mereka. Dipanggul oleh bahu Willow.


Zackary memasukkan persneling, menginjak pedal gas lebih dalam, memacu kendaraannya lebih cepat, menjauh agar mereka tidak terkena ledakan dari mobil monster.

__ADS_1


Willow menekan pemicu dan tembakan basoka meluncur cepat. Tubuh Willow sedikit tersentak. Mobil monster itu meledak jadi berkeping-keping berhamburan di udara dengan api menyambar cepat.


Mobil mereka bisa keluar dari jilatan api berkat Zackary yang gesit mengendalikan mobilnya.


"Guys helikopter mengincar kalian! Juga di samping akan ada kereta memberondong kalian" peringatan Olugi.


"Fernandes, kau gunakan ini. Targetmu kereta." Willow menyerahkan bazoka pada Fernandes.


"Aku dan Lazarus menggunakan senjata yang berada di atas." Willow mencoba memutar senjata yang berada di atap mobil namun senjatanya, pemutar senjata itu tidak bisa digerakan.


Dan mereka mendapatkan serangan dari atas. "Zack putar mobilnya dan berjalan mundur!" Perintah Willow.


Sudut bibir lelaki itu terangkat. Tantangan buatnya, kesenangan akan dipacu. Ia memutar stir dan menyanggupi kemauan Willow.


Kendaraannya berjalan mundur dengan kecepatan yang tinggi. Willow mengunci targetnya. Tangkai baling-baling helikopternya. Dan satu tembakan meluncur ke arah atas helikopter.


Baling-baling helikopter itu patah. Helikopter besar itu meluncur bebas menghantam permukaan jalan.


Kembali Zack menekan gasnya dalam, terdengar decitan ban yang menggesek aspal.


Tangannya  dengan gerak lincah memainkan persneling, Memutar kendaraannya kembali menghadap depan, lalu menekan Nosh, kendaraan mereka melesat dengan kecepatan tinggi. Dan lolos dari hantaman benda itu.


Suara deru kereta api cepat terdengar. Kereta itu berada di samping mobil mereka,


Menderngar "Target Lock!" Fernandes pun menekan pemicu dan meluncur peluru menghancurkan dan membuat  kereta cepat itu terpental keluar relnya, sebelum sempat menyerang mereka.


Willow kembali ketempatnya, ia butuh sesuatu yang manis, "Ini" Lazarus memberi satu bungkus permen rasa berry pada Willow.


Wanita itu menerima dan memakannya. Willow mengunyah permen keras itu.


"Yeah! Kalian seperti syuting film action dan ini baru setengah jalan" tepuk tangan Olugi terdengar. Ia ikut merasakan ketegangan yang tercipta.


Dan bukan hanya Olugi yang merasakan itu. Semua penonton juga para ketua yang berada satu ruangan dengan para petinggi melihat keahlian tim center.


"Siapa wanita itu?" Tanya salah satu petinggi Giant Pipe. 


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2