DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kemenangan Klan Guapo


__ADS_3

Zale, Braxton dan Willow mencapai High Majesty, dan di depan mereka, ada Troto, Raflesia dan Marlyn.


"SERAAAANG" Aba-aba dari Troto, mereka memacu kuda nya masing-masing, Willow menggunakan tubuh klan Guapo. Ia menyiapkan persenjataannya.


Willow mengganti senjatanya menjadi pedang. Troto melihat itu. Willow yang merasa diperhatikan mendongak, ia mengerling pada Troto dan melambaikan pedangnya.


"Hyaaaa …" didepannya seorang prajurit lelaki maju. Ia berlari ke arahnya,  Willow  menunggu, ia menarik tali kuda dan menyabet tubuh lelaki itu hingga menjadi dua. Dari pedangnya menetes darah segar.


Perang semakin memanas, Braxton ikut masuk dalam peperangan. Ia juga memiliki dendam dengan High Majesty.


Mereka menurunkan banyak robot toples.


DOOM! DOOM!


DOOM! DOOM!


Peledak dilemparkan. Banyak dari prajurit milik High Majesty terpental juga beberapa robot ikut terpental.


Willow memasuki High Majesty, pedang tajamnya menghunus prajurit si jantung. Ia merasakan gerakan dari samping dengan lincah Willow melompati serangan dari prajurit High Majesty.


Kemudian ia berbalik dan menusukkan pedangnya pada lawan.


Zale berlari menuju target, ia tak pandang bulu, menyabetkan pedangnya pada prajurit High Majesty yang terlihat. Ia dikepung beberapa prajurit.


Ia melompat, semua tampak lambat dimatanya. Pedangnya berputar dan satu per satu kepala dari kumpulan prajurit yang mengelilinginya menggelinding di kaki Zale.


Zale melihat satu jendral High Majesty dulu mereka teman saat kecil.


"Rogros lama tak jumpa" sapa Zale dengan bibir yang dibuat tersenyum namun matanya terlihat dingin.


"Z,Zale?"


"Ya, dimana Hilton?" Zale paling menunggu dirinya berhadapan dengan Hilton, Hilton yang selalu memfitnah nya dulu.


"Di,Di Selatan"


"Ahahaha … ternyata ia sepengecut itu rupannya, berarti saat ini ia telah melarikan diri" guman Zale.


"Kau jangan banyak bicara!" Rogros maju terlebih dulu, Zale hanya diam, ia melihat kilasan balik saat mereka kecil. Saat mereka bermain perang-perangan.


Zale menangkap hunusan pedang Rogros. Zale menarik pedang Rogros dan Rogros ikut mendekat. Zale berbisik, "Kau masih sama seperti dulu"

__ADS_1


"Hyaaaah" Rogros tak suka ia disamakan seperti saat ia masih dibully dan cupu. Ia sekarang seorang jendral. Dan telah menghabisi pembully-pembullynya dulu.


TRANK! TRANK! TRANK!


Amukan amarah membuat kekuatan Rogtos bertambah, ia terus mengayunkan pedangnya. Dan ia melihat otot pelipis Zale menyembul.


Zale kesusahan menahan hantaman pedangnya. "AKU BUKAN ROGROS YANG DULU! AKU JENDRAL ROGROS" Zale terkekeh. Meremehkan.


"Kau masih seperti dulu, berambisi untuk kuat, nyatanya tidak" pancingan Zale, memainkan emosi lawannya. Rogros tentu memakan umpannya bulat-bulat.


"HYAA, DIAM KAU, PAUS BUSUK, HILTON BENAR, KAU HANYA SAMPAH, SAMA DENGAN KELUARGAMU! CIH!"


"KALIAN KLAN TAK BERGUNA!"


"HANYA MENGOTORI HIGH MAJESTY!"


Zale membalikan keadaan, ia tak lagi menahan pedang Rogros, ia mengalungkan pedangnya pada leher kodok itu.


"Anakmu sangat cantik Rogros tidak seperti ayahnya"


"Jangan berani-berani kau!" Desis Rogros.


"Dimana Bennie? Kalian tak mengeluarkannya?"


ZRRTT…


TAK!


Zale menarik pedangnya yang menempel pada leher Rogros. Dan kepala kodok berada di kakinya.


DOOM! DOOM!


BOOM!


Ledakan terjadi dimana-mana.


Raflesia hanya berjalan sesekali tangannya terangkat untuk menghalau serangan. Ia melihat targetnya. Para tetua yang bersembunyi. Langkah kakinya menjadi cepat, ia berlari kencang dan melompati tubuh-tubuh prajurit High Majesty.


Ia sudah berdiri di titik tertingginya. Ia bersiap mengalunkan nyanyian yang menghipnotis lawan-lawannya.


"TUTUP KUPING KALIAN!" Perintah dari kubu Guapo. Dan semua nya menutup kuping menggunakan alat dari Braxton.

__ADS_1


Raflesia menyanyikan lagunya membuat mereka semua terlena. Para prajurit High majesty tak lagi menyerang kesempatan mereka kubu Guapo menikam langsung jantung mereka.


Raskal tersenyum miring. Ia menaiki tangga High Majesty dan masuk dalam ruangan singgasana tetua.


Troto mengikuti Raskal. Juga para tetua dari pihak Guapo, Ini saat yang ditunggu, merebut kekuasaan High Majesty menjadi milik Guapo.


Raflesia menghentikan nyanyiannya, ia telah melihat Raskal dan yang lain berada di singgahsana dengan para tetua kubu High Majesty terikat dan bersimpuh.


Kesadaran para tetua High Majesty kembali. Mereka dibuat terkejut dengan apa yang netra mereka dapatkan. Guapo telah mengambil kekuasaan High Majesty.


"DENGAN INI KLAN GUAPO MENGAMBIL ALIH HIGH MAJESTY" suara Raskal bergema, sorak sorai kubu Guapo ikut bergema dalam ruangan tetua High Majesty.


"Masukkan mereka dalam penjara, sebelum kita tentukan hukuman mereka"


"Kalian tidak bisa menjatuhkan kami! Kalian tidak bisa menghukum kami" berontak salah satu tetua.


"Kami memiliki banyak bukti tentang kegiatan ilegal yang kalian kerjakan, dan pasti akan membuat kalian tidak akan percaya, jika kujabarkan apa saja rahasia para tetua High Majesty."


Raskal tidak bodoh, menyerang High Majesty tanpa bukti kotor mereka berarti bunuh diri. Dan Guapo sudah memiliki bukti kotor itu bertumpuk-tumpuk.


"Kalian berdoa saja, kita tunggu keputusan dari Raja bawah. Giring mereka ke penjara." Prajurit dan Robot mengiring kubu High Majesty ke penjara.


"Dan sampaikan pada tim selatan kita telah menduduki High Majesty"


"Baik Tuan" Holua memanggil burung gagak hitam dan membisikkan sesuatu ke burung gagak itu.


Burung gagak itu menggangguk lalu terbang dan menghilang.


"PERSIAPKAN PESTA BESAR!" Teriak Raskal yang disambut baik semua anak buahnya.


***


Hilton memacu kudanya, ia harus cepat melarikan diri. Ia membalik kudanya kebelakang, klan Guapo tidak mengejar mereka.


Hilton mencengkram erat tali kudanya, amarah murka, dengan sorotan mata tajam. Menatap bagian selatan High Majesty. Dimana dia mencurahkan keringatnya untuk menjadikan High Majesty hingga sekarang.


Matanya memerah, gemetar, usahanya selama ini dirampas dan dihancurkan begitu saja. Hilton berpikir para tetua itu hanya boneka mengisi kekosongan tempat tetua. Sedangkan yang mengerjakan tugas-tugas High Majesty adalah dirinya.


"Tuan"


"Kita ke HillSed"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2