DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kesadaran Wina


__ADS_3

Yang Wina ketahui, dan tak kalah mengejutkannya adalah tentang perubahan pada dirinya,


Ketika ia mendapat teguran yang tidak memperbolehkan lagi dengan bebas keluar dari tempat ini, teguran dari teman Potka yang bernama Osman.


Ia merasa tidak terima, siapa mereka, berani mengekangnya, amarahnya mengelayuti, Wina berjalan kekamar. lalu ia memasuki kamar mandi ingin meredakan amarahnya disana.


Sesaat setelah ia membasuh wajah, ia merasakan tubuhnya memanas, kepalanya menunduk dengan mata memejam, dan dengan tak sadar mulutnya menggeram mengerikan. Giginya terlihat runcing dengan bola mata berwarna biru gelap, berkilat.


Wina dengan nafas yang tersenggal menatap kaca didepannya.  Mendapati dirinya berubah, ia terkaget dan mundur beberapa langkah dari wastafel. Matanya melebar. Wajahnya berubah menjadi wajah serigala, namun tubuhnya masih manusia.


Tangannya yang terkepal itu bergetar dengan perlahan ia menjulurkannya kecermin didepannya.


Sesaat, Ia terpaku pada kukunya yang tajam dan hitam, ia menarik tangannya, melihat kuku-kukunya, geraman lirih lepas dari mulutnya.


Wina kembali menatap cermin, mulai meraba perlahan wajahnya. Getaran tangannya semakin kencang.


Ia menyentuh bulu yang berada diwajahnya. Ia terdiam. Dan kembali meraba wajahnya.


"Grrrwwhh ... grwhh ... " geraman nafasnya,


"Grwwh ... Tidak ... " gumamnya, ia meraba lagi,


"Tidak! Tidak! Tidak! Grwnh ... " Gumamnya sambil menggeleng.


" GRAWWNH ... TIDAK! ... GROAWWN ... " teriaknya kencang.


PRANG!


Pecahan cermin didepannya berhamburan dilantai.


"GRAAWRRN ... "


"GRAAWWWRN ... " raungan menyedihkan terdengar dari kamarnya. Ia pun tidak sadarkan diri. Meringkuk di lantai kamar mandinya.


Saat kemarahannya mereda wajahnya kembali pada bentuk manusianya.


Wina siuman masih di lantai kamar mandi, dan setelahnya, ia hanya melamun saja, mencerna kejadian yamg ia alami tadi, bukan mimpi, karena ia menemukan pecahan cermin dilantai, ia memperhatikan tingkah orang-orang yang berada disekitarnya.


Dua orang datang menghampiri, mereka teman baiknya, menurut pikiran Wina, Nicole, Nic dan Grace atau G, mereka, akrab, itu yang di ingat kepalanya, namun Wina merasa ada yang janggal, seperti semua telah diatur,


Nic terihat cantik dengan rambut panjang pirangnya juga pakaian serba hitam, yang selalu ia kenakan, sedang G, wanita tomboi dengan gaun motif bunga dengan tindik dan tatoo dimana-mana.


Sangat kontras dan aneh, memikirkannya saja membuat Wina malas. Mengapa demikian? padahal kan mereka akrab, pikirnya.


"Kau tak lapar?" Sapa Nic disana, Wina sengaja tidak memakan apapun. Wina diam saja.

__ADS_1


Helaan terdengar dari Wina, "Kau bukan alaram pengingat makanku! Kalian tidak lelah? menyuruhku makan ini, makan itu, aku saja lelah mendengar kalian," celetuk Wina acuh,


"Aku tak berselera melihat makanan di gedung ini, bagaimana kalau kita makan diluar? Bukan order dari luar namun makan ditempatnya" Ide Wina.


Wina melihat gelagat aneh dari keduanya yang saling melirik. Tak ia pedulikan. Ia ingin keluar saja dari sini.


"Sebentar, aku ingin menelepon" G pamit setelah mendapat anggukan dari Wina,


"Aku juga merasa bosan disini," Wina hanya melirik tanpa respon, Nic mendengarnya.


"Ayo kita kabur" Nic mengedipkan sebelah matanya, ajakan yang mengiurkan, entah mengapa Wina seperti anak kecil yang keinginannya dikabulkan oleh ibunya.


"Okay! Aku akan siap-siap" seru Wina semangat. "Aku tunggu disini"


Wina berlari kekamarmya dengan senyuman mengembang, setelah pintu kamar tertutup rapat, senyuman itu menghilang. Berganti dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Ia menganti pakaiannya, memasukan beberapa barang ditasnya, dan yang baru Wina sadari lagi, ruangan ini, penuh dengan cctv setiap sudutnya, tersembunyi dan kecil.


Wina memang terganggu pikirannya, belakangan ini, namun setelah bertemu dengan Simon, entah mengapa kesadarannya kembali. Bahkan kemarahan pada Jenny juga tentang Theo ia lupakan begitu saja.


Dan di pondok Simon bisa memfasilitasinya, ia bisa menyusupi cctv gedung milik Potka. Juga dengan mudah meretas dan mencari tahu segala hal tentang gedung itu. ia harus keluar dari gedung Potka jika ingin mencari tahu tentang kejanggalan yang ada disekitarnya.


Ia melakukan aktifitasnya, ia kekamar mandi, masuk dalam tirai mandi dan menutupnya, ia menyalakan air. Ia mengeluarkan alat kecil


Semua cctv akan tetap merekam, namun bukan gambar asli. Ia telah merekayasanya.


Wina mematikan kran airnya, ia keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah meja dengan makanan yang telah disiapkan untuknya disana.


Wina memasukkan bongkahan kecil makanannya pada sebuah cincin yang hiasan atasnya bisa terbuka. Wina menyimpannya disana.


Ia sudah mencurigai, makanan yang ia makan adalah penyebabnya linglung, juga sering lupa.


Beberapa kali Wina datang kepondok Simon dan dengan ingatan yang telah terhapus.


Sekali Simon memanggilnya, dan Wina merasa asing, Simon yang sudah merasa mengenal Wina juga ikut bingung. Namun Simon mengikuti alur itu. Ia kembali berkenalan dengan Wina dan menjadi teman.


Simon tidak bisa membiarkan begitu saja, saat Simon mengetahui bahwa Wina masih memiliki kaitan dengan Amarin.


Simon meracik sebuah ramuan, dan setiap kali Wina datang, ia akan meyuguhkan minuman itu.


Hanya melihat insting Wina, Simon tahu mereka sesama serigala, maka Simon berupaya menyelamatkan Wina


Simon pun mendapati aroma Potka pada tubuh Wina. Juga saat Potka menemuinya, ia dapat mencium aroma Wina pada tubuh Potka.


Itulah sebabnya Simon mempercayakan buku tebal itu pada Potka. Semoga saja firasatnya benar.

__ADS_1


Mereka harus menyelamatkan, ras terakhir dari Amarin, untuk menjaga kedamaian tempat mereka. Karena shield yang ia bangun untuk melindungi tempat ini, semakin lama semakin melemah. Ia membutuhkan bantuan dari ras Amarin untuk memperkuatnya.


Wina kembali kedalam kamar mandi dan menyalakan krannya, ia menekan lagi tombol itu. Dan cctvnya bekerja seperti semula.


Wina melakukan aktingnya. Hingga ia keluar dari kamarnya dan ada Nic juga G telah menunggunya.


"Kita berangkat sekarang, pasukan penjaga sedang berganti jam kerja."


"Ayo"


Mereka berjalan cepat dan berhenti didepan kendaraan Nic, sedangkan Wina masih melangkah lurus ke belakang kendaraan Nic.


Ketika Wina telah berada didepan kendaraannya, ia masuk dan berkata sebelum meluncur cepat. "Bye guys,"


"Sial!"


"Kita terperdaya!" Maki G, saat melihat Wina dengan sudut bibirnya yang naik. Mengejek mereka.


"Cepat hubungi ketua!" Desis Nic.


"Maaf Ketua kita kehilangannya lagi"


"Biarkan saja" dan sambungan pun terputus,


Mereka adalah tim peneliti yang ditugaskan menjaga Wina. G tadi pergi untuk menghubungi Potka mengabarkan perkembangan juga keinginan Wina.


Dan Potka memberi ijin Wina keluar dari sana, setelah mendengarkan laporan G, namun mereka harus menjaga Wina dengan ketat.


Usulan untuk kabur dari Nic itu adalah alasan saja, G telah mengirimkan pesan padanya. Tentang Potka yang mengijinkan membawa Wina keluar.


Namun mereka terjebak sendiri dengan permainan mereka. Wina berhasil mengelabuhi keduanya.


Mereka mencoba mengejar, dan sama seperti sebelum-sebelumnya, Wina dengan gesit menghilang tak meninggalkan jejak.


"Ck! Kemampuannya tetap sama, walau kita merusak tatanan ingatanya!"oceh G setelah meradar dan tak menemukan sinyal dari kendaraan Wina.


"Pembelot DrakHole juga anggota khusus Foxes Side dari Nokturnal, tidak main-main" Nik berkomentar, mereka termasuk peneliti handal dan berkemampuan diatas rata-rata.


"Sudahlah, dia akan kembali sore nanti, ketua pun maklum, seperti biasa"


"Dan ini akan berulang lagi keesokan harinya, menyebalkan!" Gerutu G.


"Apa yang membuatnya mendapat pemakluman seperti itu, bahkan wanita itu hanya sebuah objek penelitian untuk kita," lagi omelannya, Nic yang mendengarnya hanya tersenyum dengan gerutuan rekannya itu.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2