
Marzon masih betah tinggal di Cahaya ilusi, ia juga penasaran dengan siapa sosok Ratu Putih yang Agrabella ceritakan.
Mengenai Argabella, Marzon sudah mengetahui mengapa wanita tua itu masih enggan akrab dengannya.
Trauma. Dan Marzon hanya bisa diam. Apa yang memangnya harus ia lakukan? Tak ada. Itu bukan rananya untuk memaksakan kehendak disukai semua orang. Toh nyatanya banyak juga yang masih memusuhi dirinya.
Ya katakan para Lycan yang sekarang tengah menghadangnya. "Hei kau Lycan gadungan, terima ini" tanpa berbasa-basi yang panjang serangan Marzon rasakan.
Ia menghindar dengan cepat saat gerakan cakar panjang lawan dapat dengan mudah ia lihat. Mata Marzon memancar dingin. Membuat para lawannya semakin diamuk kemarahan.
Mereka merasa terhina. Bagi mereka yang keturunan asli Lycan harus kalah dengan hasil laboratorium.
"Bisanya Hecate mengangkatmu menjadi Raja dunia bawah, kau hanya hasil laboratorium!" Hina salah satu empat Lycan itu.
"Hyeaaa ... " Kembali Marzon menerima serangan dengan tenang. Semua yang bergerak didepannya seakan melambat dan ia bisa melibat gerakan lawannya.
Ya kekuatannya bertambah kuat saat ia menjadi sosok Lycan. Kepintaran dan ketajaman pengelihatannya semua yang ada di dirinya memiliki kekuatan super.
Efek samping hasil laboratorium mungkin, Marzon menertawakan dirinya.
Cakaran demi cakaran bisa ia hindari, ia tak ada waktu. Ia harus kembali ke dunia atas, jangan sampai ia terlambat dan membuat adiknya tersayang, Braxton bertambah curiga.
Ia harus bermain cantik sebelum balas dendamnya terpenuhi. Marzon mulai menywrang dwngan cakarnya yang tajam, ia mencakar dada salah satu Lycan itu kemudian membanting tubuhnya di bebatuan. Dan ia seketika tewas.
Ia mengoyak leher Lycan yang tiba-tiba menyerangnya bersamaan. Ketiganya menyerang dan ada yang mengincar lehernya. Marzon menduluinya.
__ADS_1
Ia mengoyaknya raung kesakitan terdengar memilukan. Kembali Marzon menggunakan cakarnya, ia memerintahkan cakarnya memenjang dan cakar itu menembus jantung lawannya, dan tewas.
Satu lagi yang menatap ragu pada Marzon dan Marzon tunggu jika ia menyerangnya maka ia akan menyusul teman-temannya dan ternyata ia memilih kabur.
"Bilang pada yang lain, turunkan seberapapun kawananmu akan aku habisi jika tak kalian masih memberontak!" Tantang Marzon.
Ia sudah muak, akan tegas. Ia adalah Raja yang Hecate angkat, maka mereka harus menurut oleh peraturannya.
Ia ingin menegaskan dirinya siapa di mata rakyat dunia bawah. Ia yakin Ratu Putih itu memiliki keadaan yang sama dengan dirinya.
Mendengar Agrabella berucap, Marzon simpulkan bahwa mereka juga tak begitu percaya dengan kemampuan Ratu Putih pada awalnya, walau akhirnya ia mendengar Agrabella menyanjungnya.
Lalu bagaimana dengan dirinya agar ia dipercaya? Tak ada. Marzon biarkan saja, di keadaanya ia akan bertindak seperti dirinya saja. Jika ada yang ingin melawannya ia akan siap.
Karena menjadi Raja dunia bawah adalah sesuatu yang tak terpikirkan. Dan keadaan jni bisa ia manfaatkan untuk nanti saat pembalasan dendam itu datang.
Marzon kembali keruangannya, ia melihat keadaan yang kembali pada brankar besi dengan rantai besi yang mengikat kaki dan tangannya.
Marzon menajamkan pendengarannya, selain bunyi mesin yang bekerja, beberapa suara manusia terdengar samar.
"Ia hanya tertidur dari minggu lalu, kami sudah memeriksa dan memberi asupan nutrisi pada tubuhnya dan semua normal."
"Apa ia menghilang lagi?" Kerutan Marzon telihat pada dahinya. Pasti mereka tahu. "Tidak ia masih tertidur di tempatnya tanpa bergeser."
"Oke, berikan salinan laporannya padaku"
__ADS_1
"Apa maksut mereka aku tertidur?" Jelas-jelas Marzon pergi ke dunia bawah.
"Rohmu yang menjelajah ke dunia bawah" suara wanita yang ia kenali, wanita yang mengangkatnya menjadi Raja.
Sosok itu muncul didepannya, "Sama halnya denganku sekarang, tak ada yang bisa melihatku bertemu denganmu saat ini"
"Kau menyisahkan tubuhmu disini, tertidur lelap, ini perjanjian kita saat pertama kau mengiyakan menjadi Raja dunia bawah."
"Aku hanya membantumu dengan cara ini, aku juga tak ingin pria serakah itu, datang dan membuat kekacauan" Hecate tak suka dengan Braxton. Marzon tahu itu.
"Ia merasa paling berkuasa, ia tidak tahu bahwa ada yang lebih tinggi darinya, sudah cukup satu orang membuat keseimbangan dunia kami berantakan, tak perlu satu orang lagi yang memiliki ambisi bodoh sepertinya"
Kerutan tak mengerti diperlihatkan Marzon, Hecate tak memperpanjang lagi. Belum saatnya Raja baru ini tahu, ia harus memfokuskan Raja baru ini untuk bersiap dengan "gojlokan" yang akan segera diterima Marzon.
"Bersiaplah! Kau akan mendapatkan penobatanmu menjadi Raja dunia bawah" ia mulai menerangkan tujuannya datang kali ini.
"Aku akan membuat duplikat dirimu yang tertidur, berjalanlah kearah belakang lemari dan tunghulah aku disana" perintah Hecate.
Marzonpun melakukan yang Hecate perintahkan. Ia melangkah keadah belakang lemari. Dan mengintip Hecate membuat duplikat dirinya disana.
Penobatan? Ia baru mendengarnya, Hecate telah ada disebelahnya, tangannya beegerak pelan dan berirama didepan dinding.
Portal dimensi terbuka. "Ayo kau harus bersiap" Hecat memasuki portal itu. Marzon mengikuti wanita itu dibelakangnya.
Tbc.
__ADS_1