DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Ingatan Yang Kembali


__ADS_3

Camy lelap dalam tidurnya, ia bermimpi,


"Ayooo ... anak-anak mari kesini ikuti Mr. Ruler" Pria itu menepuk tangannya, tanda agar semua bocah kecil yang berkumpul didepannya itu memperhatikannya.


Pelajaran luar ruangan, berarti waktunya bermain, para bocah itu berhamburan keluar kelas mereka.


"Ingat, bagaimana aturannya?" Setelah susah payah ia mengumpulkan dan membuat barisan yang rapi.


"Jika Mr. Ruler membunyikan pluitnya makaaa ... "


"Berlari" serempak para bocah itu berteriak, dengan semangat.


"Kak, nanti disana ada gula-gula juga kan?" Seorang bocah perempuan ompong bertanya pada Camy kecil.


"Biskuit dan susu?" Timpal si kriting hitam manis dengan mata lebar juga ikut mendekat.


"Ah aku mau cake stlobelli" Timpal lagi seorang, si cadel dan rambut panjang nan pirang.


Camy tak menjawab ia masih disorientasi tempat. Sekarang ia berada dimana? Ia hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apapun didalam tubuh kecilnya.


"Berlari kemanaa?" Seru Mr. Ruler. Pada kumpulan bocah didepannya. "Ke telowongan" si cadel berteriak kesenangan.


"Daaaannn siaaapp ... Priiiiiiiiiittt ... "


Kumpulan itu berlari dengan senang, mereka terus berlari, Camy melihat si kriting agak oleng, dan terjatuh. Kemudian menangis keras. Mr. Ruler menghampiri lalu menggendongnya. Mereka mirip, pikir Camy laku kembali berlari.


Ia telah sampai diujung dan disana disediakan satu meja besar berisi banyak makanan manis, yang tadi diinginkan para anak-anak yang bertanya padanya juga ada disana.


Camy menghampiri mejanya, ia hanya melihat tanpa mengambil apapun. Tapi ketika matanya menemukan sepiring donat bertabur coklat meleleh dan sprinkles, ia ingin itu.


Meraih donatnya dan memakannya. Disebelah kirinya ada si ompong yang nyengir lebar padanya dengan mulut belepotan coklat sama sepertinya.


"Ini enak, apa donat itu juga?" Tanyanya. Camy hanya menganggukan kepalanya. Kemudian si ompong mengambil donatnya dan menumpuk pada piringnya yang penuh dengan coklat, lalu berlari menjauh, membawa serta piring penuhnya.


Disebelah kanannya ada si pirang yang sibuk dengan cake stroberry, dengan potongan besar, ia mengeser cakenya menjauhkannya dari Camy. Dan melirik Camy dengan tanda peringatan.


Camy hanya melihat dan terus memakan donatnya. Ia meraih susu lalu meneggaknya habis. Ah dia mau apa lagi ya? Cake lolipop itu sepertinya enak. Ia meraih tapi ada tangan kecil yang juga meraihnya.

__ADS_1


"Ini punyaku kamuuuuu ... " bocah perempuan dengan pipi bakpaunya dan berambut hitam panjang bergelombang tak lupa bando pita pink mengambil beberapa cake dan membawanya pergi.


Kemudian Camy mendekati mangkuk kaca bulat berisi permen karamel juga coklat. Ia meraih tas kecilnya dan memasukan permen itu hingga tasnya penuh.


"Camy" panggil seseorang. Yang tak ia indahkan.


"Camy, sayang" Masih ia fokus menyempilkan permen dalam tas yang sudah kepenuhan itu.


"Camy" Seorang pria mendekat lalu mengendongnya. Akhirnya ia melihat orang yang sedari tadi memanggilnya. Ayahnya, Mr. Aldy.


"Honey nanti mommymu marah pada Dad, kalau kamu kebanyakan makan permen itu" Camy kecil menatap tasnya yang penuh permen. Lalu menatap Mr. Aldy.


"Dad simpankan untukku, nanti mom tak akan tahu," menatap lugu pada sang ayah.


"Nanti aku bagi Dad" jawabnya sambil memakan biskuit yang tadi sempat ia raih sebelum ia digendong.


"Anak Dad masih lapar?" Melihat Camy yang menikmati biskuit coklatnya.


"Dad mau?" Camy menyodorkan, tepat didepan wajah Mr. Aldy. Mau tak mau Mr. Aldy mengigit sedikit biskuitnya. "Hmm ... yummy, thanks Camy mau berbagi" Mr. Aldy berkelakar sambil memuji anaknya.


"Sama-sama dad, nanti ganti banyak biskuit coklat" Mr. Aldy hanya menggeleng, belajar dari siapa anaknya ini.


"Anak Mommy makan biskuit? Banyak ya? Itu mulut belepotan coklat?"


"Nggak Camy cuma makan satu" jawab jujur Camy.


"Satu tapi merata ya" Camy yang tak paham dengan sang Ayah yang terkekeh hanya melihatnya bingung. Lalu Mr. Aldy mengerlingkan matanya pada Camy. Camy pun membalas mengerling.


"Apa ini? Kalian menyembunyikan apa dari Mommy, huh?"


"Ayo katakan ... ayooo ... " Mrs. Aldy, mengelitiki perut Camy hingga ia terpingkal, bergantian dengan ayahnya.


Scene berpindah dimana Camy melihat ayahnya mengendongnya dengan terengah, Mr. Aldy berlari, wajahnya seperti panik bercampur cemas.


Juga sama dengan sang ibu yang juga berwajah ketakutan yang ketara. Berlari disampingnya. Dibelakang Camy melihat sekelompok orang mengejar mereka.


"BERHENTI DISANA!" Teriak kencang yang menghentikan mereka.

__ADS_1


"Camy ingat! Nanti jika kamu mendengar suara pluit Mr. Ruler kamu harus berlari kencang kearah terowongan hingga ujung disana Dad simpan permen karamel dan coklat yang Dad simpan, ingat!" Camy hanya mengangguk.


Mr. Aldy menurunkan Camy. Sebisa mungkin berlari kearah terowongan, agar sang anak bisa cepat masuk kesana. Dan selamat.


Camy bersembunyi dibalik tubuh sang ibu, Mereka mundur, banyak, bukan hanya mereka saja yang sedang menuju terowongan.


Hingga suara pluit Mr. Ruler terdengar dan Camy hanya diam. "Lari Cam!" bisik sang ibu dengan lembut. Namun Camy masih tak berlari, akhirnya, sang ibu mengendong Camy berlari mendekat ke terowongan dengan kencang. Ia memeluk Camy seerat pelukan sang ayah.


"JANGAN KABUR!" teriakkan dari kumpulan itu. Camy melihatnya, Ayahnya yang menghalangi sang pengejar dan ibunya yang sekuat tenaga berlari mengendongnya.


"SIALL ... MEREKA KABUR" teriak pengejar itu lagi.


DOR!


Ibu Camy terjungkal. Begitu pula dengan Camy. Lututnya berdarah. Perih ia rasakan. Camy berdiri, ia melihat sang ibu yang masih tertelungkup dengan pandangan kosong.


"CECILIAA" Teriak sang Ayah yang berlari menghampiri mereka.


"Princessnya Dad, cepat nak lari kesana!" Walau berkata dengan tenang namun ada ketegasan disana.


Lalu seseorang dengan rambut berwarna ginger dengan postir lebih tinggi dari Camy mengandeng tangan Camy mengajaknya berlari masuk ke terowongan.


Camy masih digandeng dan berlari namun ia masih melihat kearah Ayah juga ibunya yang terkapar dan sedang dipangku sang Ayah.


"Mommy dan Daddy sayang kamu, We love you honey!" Seruan Mr. Aldy dengan wajah yang tersenyum lebarnya.


Dan terowongan itu runtuh, sebagian, mereka terus berlari hingga ujung terang menyambut. Tangan Camy masih mengandeng bocah yang lebih tua darinya itu.


Wajah bocah perempuan itu bersimbah air mata. Kesedihan mendalam tergambar jelas, juga ketakutan yang sama seperti wajah sang ibu tadi.


"Elle?" Camy terbangun. ingatan menyeruak masuk dan memenuhi otaknya, ia mengingat bocah-bocah yang bertanya padanya tentang gula-gula tadi, juga bocah perempuan yang menggandengnya berlari.


Mereka adalah tim yang ada di DarkHole. apa mereka juga lupa dengan kejadian yang terjadi, sepertinya? karena mereka tak pernah menceritakan detail tentang yang terjadi sebelum terowongan itu hancur.


"Riby? Joana? Druw? Bharat?" Bisiknya. Camy sedang menyambungkan puzzel-puzzel mimpinya dalam kepalanya.


Banyak spekulasi dalam otak Camy, ia mengambil botol tabung berisi kapsul ramuan itu. Ramuan yang sangat membantunya.

__ADS_1


Berkeringat. Namun tak ada sakit kepala seperti sebelum-sebelumnya. Ia mencari dalam memorinya yang semakin nyata. Ingatan yang sempat hilang pun sebagian besar kembali.


tbc.


__ADS_2