DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kerjasama Para Pemberontak


__ADS_3

"Waahh kau brilian!" Amber tahu jalan apa yang harus ia lakukan. Menyebar virus biak yang seperti biasa. Tapi satu kelemahan dari kemampuan Clara Era. Ia bisa saja menduplikasi seseorang di dunia maya, tapi, jika musuh tahu, maka dengan mudah musuh menyusupinya. Dan sebelum itu terjadi ia akan mendorongnya mati ke jurang yang dalam.


Bibirnya terangkat saat ia bisa mengalahkan lawannya, yang belum ia tahu siapa mereka, karena anggota tersembunyi di Nokturnal itu sangat banyak. Hanya satu yang tak ingin ia temui yaitu, si gila Braxton Wright. Adik Marzon Wright.


Ia mengiring si penyusup itu, memberi peringataan, "How this Child? Loser!" Dengan sekali klik, ia melakukan hal yang sama dengan yang penyusup itu lakukan pada DarkHole.


"YESH!" soraknya senang. Ia bisa mengalahkan, membersihkan sekaligus juga menyerang hingga tamat. Kemenangan.


"Yuhuuuuu ... kau hebat Clara!" Amber memeluknya. "Aku akan ketempat Camy dan Jenny" Amber beranjak.


Dan disebrang sana, layar yang menyala dengan tanda merah berkedip, juga suara peringatan keras, karena serangan Clara, seorang pria tersenyum culas, ia membuka bir dinginnya. Ia menengak habis lalu meremas kaleng bir itu


"Wina? Kau tidak bisa mengecohku, Clara Era! Keputusan bodoh! Kau memilih mengikuti kakakku!" Matanya berkilat tajam. Memandang foto Clara Era pada pigura di mejanya. Lalu membanting ke lantai.


Kemudian pria itu kembali menekan keyboardnya. Ia menyusup dengan mudah ke komputer yang tadi Clara Era gunakan. Matanya melebar. Ini penemuannya yang hebat.


Dengan cepat ia kembali duduk tegak dengan kecepatan tangan, ia sudah menyusupi DarkHole, melalui cctvnya, berkali-kali berputar pada beberapa cctv yang sama.


Ia menyenderkan punggingnya keras kearah kursi dan menatap kearah atas dan tertawa kencang. Sangat kencang.


Lampu yang tadinya padam, kembali menyala. Tawanya semakin kencang.


"Aku menemukannya! Aku menemukannya!" Ia mencetak beberapa foto yang sudah ia benahi resolusinya. Dan kembali menatap juga tertawa terbahak layaknya orang gila.


"Aku menemukanmu!!" ia menjentikkan jarinya pada lembaran foto yang baru ia cetak.


*


*


*


"Druw bagaimana keadaan Camy dan Jenny?" Joana datang dengan Amber. Juga ada Marzon disana.

__ADS_1


"Luka bakarnya 5 persen, juga beberapa ada yang lecet, beruntung mereka menggunakan suit yang Riby temukan. Pakaian itu melindungi mereka dengan cepat." Pakaian yang Druw katakan itu pakaian hitam ketat yang sangat amat tak nyaman.


"Walau aku tak merekomendasikannya tapi sangat berfungsi baik" Joana pernah menggunakannya, saat ia menangkap penyusup. Ia merasa seperti film jadul kesukaan Riby, cat woman.


"Okey aku kedalam," Jo masuk keruangan Camy.


"Camy gimana keadaanmu?" Camy sedang menyandar di kepala brankarnya.


"Masih hidup" jawabnya seadaanya, ia berfikir kalau ia tidak akan selamat dengan ledakan itu.


"Jenny kau bagaimana?"


"Aku ingin meledakan mereka" dibanding Camy, Jenny cukup parah, ia terpental jauh juga tertimbun runtuhan bangunan. Membuat tulangnya retak.


"Lalu, Mereka?" Jo masih belum yakin dengan keterlibatan anggota Nokturnal pada kubu mereka.


Ia pun sama terkejutnya dengan yang lain saat Camy membawa anggota Nokturnal yang menyebut dirinya Ex Side dihadapan mereka.


Bharat memastikan dengan memeluk Clara Era juga Mariah, Bharat mengkonfirmasi mereka akan ikut kekubu DarkHole.


Camy kira anggotanya hanya sedikit, hanya beberapa orang, namun setelah mereka diajak masuk dalam markas Ex Side. Mereka tercengang dengan semua fasilitas di ruang bawah tanah mereka.


Diatas digunakan untuk sasana tinju, dengan nama Ex Side dan Camy dan yang lain menjadi anggota dari sasana itu. Untuk meningkatkan kemampuan beladiri mereka.


"Sorry telat! Jen ini pesananmu," Riby datang dengan Leon. Iya Leonidas. Ia salah satu mata-mata DarkHole. Dan juga ia bergabung dengan Ex Side.


Leon sejak awal memang sengaja dikirim kembali ke Nokturnal untuk menyebar desas desus di Hide Dome kepada musuh. Juga rahasia apa saja yang tersembunyi disana.


Leon anggota Ex Side dan baru bergabung. Beberapa kali rumor beredar bahwa adanya Side pemberontak namun rumor itu dianggap angin lalu oleh orang-orang di Nokturnal. Mereka tak percaya. Karena mereka pikir tak akan ada yang berani berkhianat pada bos mereka. Juga Nokturnal.


Ex Side sendiri adalah nama dari sasana tinju milik Marzon, tak ada yang tahu tentang gerakan bawah tanah yang sedang mereka jalankan.


Sebuah organisasi yang Marzon dirikan memang ingin memberontak akan kebijakan Nokturnal. Yang dinilai makin mencekik kaum minoritas di Nokturnal dan semakin lama semakin tidak adanya keadilan untuk mereka. Itu mengapa Ex Side berdiri.

__ADS_1


Lagi pula Marzon menduga adanya sesuatu yang janggal. Tetapi belum ingin ia cari tahu. Ia tak ingin organisasi ini diketahui. Kesempatan datang saat ia bertemu dangan Jenny dan memperkenalkan DarkHole yang Marzon anggap memiliki sesuatu dengan bos mereka. Bornt Marky.


Ia pernah dengan tak sengaja beberapa kali Marky memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi DarkHole. Sebagai partner, DarkHole, menurut Marzon masih tergolong baru dan dengan keras kepala dan berani, Marky menyerahkan kasus formula penting itu pada mereka, dan semua tampak sangat mencurigakan.


Ex Side bahkan memilih tempat terbuka sebagai markas. Sasana tinju milik Marzon. Yang tak begitu banyak peminat.


Sudah sejak lama Marzon hanya melatih orang yang ingin berlatih untuk kebugaran saja, tidak untuk pertandingan.


Karena itu tak ada anggota yang berminat bergabung, banyak dari mereka masuk sasana bertujuan untuk mencari uang, dan ikut dalam pertandingan di Wildlife.


Dan mereka lebih memilih ke sasana milik adik Marzon, Braxton Wrigh. Dengan banyaknya anggota dari sasana itu yang memenangkan pertandingan dan menjadi selebritis juga dengan kekayaan yang berlimpah membuat semakin banyak peminat pada sasana itu.


"Ini makan!" Riby memgeluarkan butiran sebesar kelereng.


Jenny dan Camy merengutkan keningnya. benda sebesar kelereng dengan warna yang seperti coklat itu. "Tenang itu coklat, makan lah" perintah Riby mau tak mau mereka berdua makan saja, rasa coklat tapi agak aneh.


"Sebenarnya ini apa? Dari mana kau dapat? bukan aneh-aneh kan?" Siapa tahu ini eksperimen Riby mencampur segala empedu dan beberapa bagian lain dari tubuh mahkluk hidup kan. Agaknya membuat Jenny ngeri.


"Kata Alex ini campuran bunga, efeknya akan mengalami demam tinggi dan tak sadarkan diri" Riby membaca dari layar hologram yang ada dihadapannya. pesan dari Alex.


"Tapi tak perlu kuatir, demamnya bisa dengan obat demam dan akan berkeringat juga menimbulkan dehidrasi. jadi banyak-banyak minum air."


"Gejalanya seperti demam biasa" timpal Amber.


"Iya namun jika si pasien mengalami kejang segera hubungi ... Druw? Druw kau tahu tentang ini?" Druw yang baru saja masuk menatap semua hang ada disana.


"Kelinci percobaan" Jawabnya dengan tampang polos.


"Sialaan Alex!" Jenny memaki, kenapa haris dirinya yang selalu dijadikan kelinci percobaan.


"Pusing?" Druw mendekat ke brangkar Camy. Camy hanya mengangguk. Pantas ia tak berkomentar.


"Kalian tidur saja, aku akan mengawasi kalian disini. Dan kalian waktu kunjung telah habis silakan kembali ke tempat masing-masing" Druw mengusir semua yang penjenguk yang ada disana. Meninggalkan Druw.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2