
Pasukan Luford dan Hilton maju menyerang pasukan hitam yang keluar dari berbagai tempat itu.
Pertarungan sengit terjadi. Willow bersembunyi di balik pilar sesekali ia mengeluarkan pelurunya dan menembus kepala para musuh.
Ia penasaran makhluk hitam dan gesit itu apa? Troto melawan Luford sedangkan Raskal berhadapan dengan Hilton.
Makhluk itu menyerang Luford sesekali. Herakannya gesit. Dan kemudian ia bersembunyi pada kegelapan.
Namun tak sengaja Willow bertatapan dengannya. Ia mengenali tatapan itu. Walau mereka baru saja kenal dan akrab tapi Willow tak mungkin salah mengenali.
Tapi ada yang berbeda. Tatapan itu tampak kosong dan dingin. Ia melengos tak menghiraukan Willow.
Pertarungan semakin sengit. Troto menggiring Luford keluar dari ruangan itu. Sedangkan Raskal tak memberi cela Hilton untuk melawan.
Ia terus menyerang dengan menggunakan pedangnya, gerakan Raskal tampak luwes dan terampil.
"Kau menjatuhkan ekspektasiku, Hilton, lama bersembunyi tak meningkatkan kemampuanmu" ejek Raskal.
"Sialaan kau! Diamkan mulut besarmu itu!"
Tentu saja, itu hanya ejekan. Dan memancing kemarahan Hilton sangat mudah.
Hilton menghantamkan pedangnya pada pedang Raskal. Kekuatan Hilton bertambah. Ia menyerang dengan kemarahan. Dan dengan gerakan tenang Raskal mengeluarkan teknik pedang yang ia pelajari.
Gerakannya ringan dan gesit.
TRANK!
Pedang Hilton terpental jauh. Dan pedang Raskal berada di leher Hilton suap menggores titik fatalnya.
__ADS_1
"Kemampuanmu juga tak seberapa"
Kekehan Raskal membangkitkan amukan Hilton. Ia genggam pedang Raskal. Matanya tajam memandang tajam Raskal.
Ia menarik pedang Raskal dan membuangnya jauh tak peduli darah mengaliri tangannya. Saat ini merak berhadapan dengan tangan kosong.
Ia menghantam wajah Raskal dengan gerakan yang cepat dan tak terlihat. Sesekali Raskal tak dapat menghindari kepalan tangan Hilton.
Wajahnya lebam. Pada tulang pipi juga bibir yang ikut sobek. Hantaman keras pada kepala membuat Raskal melangkah mundur.
Sakit dan pusing, Raskal menggoyangkan kepalanya. Dengusan terdengar dari Hilton. Mungkin kemampuan pedangnya tidak ada peningkatan namun jangan ragukan kekuatan tangannya.
"Kemampuan tangan kosongmu juga luar biasa di bawah rata-rata." Ejek balasan Hilton.
Raskal mengembangkan senyumannya. Ia memang lemah jika tangan kosong. Namun ia telah memiliki cara bagaimana keahlian tangan kosongnya meningkat.
"Kau tahu kelemahanku rupannya lalu bagaimana jika kau perbolehkan aku menyerangmu lebih dahulu?"
Seringaian muncul pada wajah datar Raskal. Ia melajukan kakinya kencang. Menghantam tubuh Hilton dengan mudah lelaki itu menahan, dan menghalau pukulan-pukulan Raskal. Dan membuat Hilton di atas angin.
Tawa menggelegar memenuhi ruangan berpilar tebal itu. Ia seharusnya sedari awal menggunakan kemampuan tangan kosongnya. Saat ini Hilton melihat Raskal bak bocah kecil yang tak memiliki kemampuan.
Dan ia akan sedikit bermain. Ia sesekali menyerang Raskal. Lelaki itu sesekali bisa menghindar serangan Hilton. Memberi makan ego Hilton.
Untuk apa? Tentu saja menguras tenaga Hilton. Hilton terus memainkan Raskal hingga wajah lelaki itu tak lagi terlihat baik-baik saja.
Hilton kembali melancarkan pukulan kencangnya. Raskal terhempas jauh. Dan Hilton berjalan menuju pedang milik Raskal yang tergeletak tak jauh darinya.
Ia meraih pedang milik Raskal. Ia akan menghabisi Raskal dengan pedangnya sendiri. Mengambil kebanggaan lelaki itu. Raskal akan mati oleh padang kebanggaannya.
__ADS_1
Senyum kemenangan telah terpatri di wajah Hilton.
"Aku masih ingin bermain-main tapi waktuku tak banyak, rasanya tak sabar merebut kembali High majesty juga Guapo. Dan menjadi pimpinan di Giant Pipe"
"Kau benar-benar tak ada kemampuan tangan kosong."
Hilton mengacungkan pedang lelaki itu pada leher Raskal. Berbalik dari yang tadi Raskal lakukan padanya. Rasanya sangat menyenangkan. Mengembalikan keadaan. Pikir Hilton.
"Kalian akan takluk di tanganku"
"Kekuasaan berada dalam genggamanku"
"Dan aku akan membuat aturan baru"
"Kalian harus menghormatiku!"
"Juga mengikuti perintahku, siapa pun yang tak mengikuti aturan yang aku buat maka hukumannya kematian!"
Tawa menggelegar Hilton terdengar menggema dalam ruangan. Ia tak tahu Raskal yang menunduk itu menyeringai.
Dengan gerakan ringan dan tak terlihat Raskal meraih pedangnya dan memenggal kepala Hilton.
Kepala lelaki itu terjatuh menggelinding. Prajurit yang melihat jika kemenangan Raskal dengan semangat menyerang lawan yang terkejut sang ketuanya tewas.
Kemenangan pada Raskal.
Ditempat lain,
Troto melawan Luford dan bawahannya. Willow membantu Troto juga Si sosok hitam.
__ADS_1
Tbc.