
Willow berdiri di barisan kapten, ia tak lagi berkumpul dengan para Jonny. Menambah kasak kusuk menjadi lebih heboh dari sebelumnya.
Ia berderetan dengan Andreas, Resta, Troto, Dirinya, Zale dan Raskal.
"Kau sangat terkenal Will" Zale berbisik. Willow hanya melirik Zale yang mengedip ke arahnya. Kekehan terdengar dari Raskal.
"Kau sangat menakjubkan saat mengalahkan Sonya" ucap Raskal.
"Aku juga memilih dirimu untuk menjadi Kapten" lanjut Raskal jujur.
Ia tak peduli omongan peserta lainnya, ia terpaksa mengikuti aturan yang menjadikan dirinya Kapten itu. Entah ide siapa. Tapi Willow yakin ide dari keempat lelaki di deretannya juga Andreas.
"Kalian memang sumber masalah bagiku!" jawab Willow yang membuat kekehan dari Andreas hingga Raskal. Hanya Troto yang tetap dengan wajah datarnya.
"Jadi terharu" Raskal dengan ucapannya yang berlebihannya.
"Drama!" Celetuk Zale.
Alasan Willow tak lagi menjadi Jonny karena kemampuannya melebihi para Jonny lain dan lebih cocok untuk menjadi kapten. Willow pun baru tahu ia mendapat peringkat tertinggi dari yang lainnya.
Dan tak adil bagi para Jonny lainnya dengan kemampuan Willow diatas rata-rata itu harus bersaing melawan para Jonny lain.
Dasar pembual! Malam hari para lelaki itu mendatanginya, ia diusir dari kamarnya yang berada di ruangan timnya.
__ADS_1
Ia mendapatkan kamar sendiri bersebelahan dengan kamar Andreas juga Troto. Dan belum lagi lelaki yang bersama dengan Zale tak sengaja berpapasan dengan Willow, memperkenalkan dirinya bernama Raskal.
Dan mengajak Willow untuk berjalan ke kantin bersama. Membuat kehebohan sendiri.
Ia tak tahu apa tugasnya saat ini. Saat bertanya pada Zale. Ia hanya perlu duduk bersama yang lain dan melihat potensi para Jonny.
"Apa harusnya aku tak memilihmu untuk menjadi Kapten? Jagoanku hilang sudah. Aku selalu menjagokan dirimu" Raskal berceloteh.
"Aksimu sangat menakjubkan Will, kau membawaku seperti menonton film laga. Tidak membosankan" lanjutnya.
Ditempat ini juga ada kapten lainnya. Ia telah berkenalan dengan kapten tim lain. Rega, Degan, Shera, juga beberapa yang lainnya.
Tentu saja Ia pun menjadi santapan tatapan sengit para kelompok kapten yang iri padanya. Willow hanya cuek. Ia hanya mengikuti aturan yang telah mereka sepakati sendiri.
Willow melihat beberapa potensi yang tersembunyi atau sengaja mereka sembunyikan. Tatapannya tak henti pada seorang perempuan dan dua orang lelaki.
Ropo hanya meliriknya, dengan malas ia menjawab. "Tyac, Vtop, dan Button"
"Ada apa dengan mereka?" Tanya Raskal ingin tahu. Ia merasa tidak ada yang istimewa dengan ketiganya. Pun dengan nilainya rata-rata yang standar.
Shera menatap tak suka, "Dua diantara mereka ada di timku, kau ada masalah dengan timku?" Ketus Shera.
"Tidak, hanya saja aku pernah bertarung dengan mereka, dan mereka sengaja mengalah. Atau kau yang menyuruh timmu mengalah padaku?" Ucap Willow.
__ADS_1
"Aku ingin menang mana mungkin aku menyuruh mereka mengalah! Kau tak usah memfitnahku!" Hardiknya. Shera keluar dari ruangan pengawasan.
"Drama" ucapnya berbarengan dengan Raskal. Willow mengernyit sedangkan Raskal terkekeh.
Troto keluar ruangan. Ia menghampiri Shera yang mengambil minum. Ia merasa sangat kesal. Bagaimana perempuan itu membuatnya lepas kendali dengan memfitnahnya.
"Kau tidak membuat tim mu mengalah?" Troto mendekat. Shera menatap lelaki yang masih membuka hatinya berdetak itu. Tapi rasa tak suka kembali menyelubungi perasaan Shera.
Troto menuduhnya dan tak percaya. Ia sangat kecewa. "Apa aku sebodoh itu! Membuat timku sendiri kalah!" Ucapnya kesal.
Shera bahkan memaksa timnya harus menang. Agar Troto melihat dirinya. Namun yang dia dapat. Ia dikhianati oleh timnya sendiri.
Troto tak lagi mengkonfrontasi Shera. Ia melihat wanita itu tidak tahu apa yang timnya lakukan.
Ia kembali masuk ke dalam. Willow masih mengamati ketiganya. Willow pun tahu jika Shera tak ada sangkut pautnya dengan rencana ketiga Jonny itu. Melihat dari reaksi Shera ia yang dipecundangi oleh timnya.
Lalu apa yang mereka sembunyikan? Ia juga pernah berbicara dengan timnya langsung, dan memang mereka merasakan ketiganya selalu mengalah.
"Resta," Willow menghampiri mantan kaptennya.
"Katakan pada tim center, lawan ketiga nya hingga mereka tak sanggup, kalau perlu ancam mereka!"
"Ada apa ini? Jangan membuat timku melakukan pelanggaran! Kau terlalu curiga Will,"
__ADS_1
"Terserahlah! Aku hanya curiga mereka ini penyusup" ucap Willow dengan lalu.
Tbc.