DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Melebur Nokturnal


__ADS_3

"Tim satu masuk" Camy menekan alat komunikasinya. Camy melangkah dengan Jo mengikutinya.


"Siap, hati-hati Cam" ia berjalan berjingkat, memasuki lorong di sisi gedung yang tak terekam cctv.


Sebelumnya tim 3, dengan berisikan Amber dan Jenny, sudah masuk terlebih dahulu, mereka memanipulasi cctv juga keamanan Nokturnal.


"Tim 2 sudah berada di tempat!" Ucap Alex dan Elle sedangkan Druw berjaga dengan Clara di Bukit Rfizt.


Alex dan Elle memasuki lubang angin. Ia keluar di lorong yang telah Amber atur. Dengan tubuh yang lentur, Elle keluar dari tempatnya. Sedangkan Alex masih lanjut.


Elle sudah melemparkan butiran kecil di sekeliling sudut jalan yang ia lalui. Teknik yang sama saat dulu Camy dan DarkHole tim membekukan cabang perusahaan Nokturnal.


Amber masih berkutat dengan pusat kekuatan Nokturnal. Ia akan memanipulasi robot toples milik Nokturnal.yang akan berbalik menyerang.


Dan Druw dan Clara Era menyiapkan berita yang akan mereka sebar di media. Betapa biad4p kelakuan Nokturnal.


Menunggu saham mereka anjlok, dan membuat para pemilik saham menjual sahamnya. Mereka siap membeli.


Alex kembali masuk dalam lubang angin, ia masuk kedalam ruangan dengan cahaya kehijauan dengan perlahan.  Alex mengamati ruangan itu.


Laboratorium, ia melempar butiran-butiran itu dan ia mendengar suara pintu yang terbuka. Alex melempar asal dengan kembali ke lubang udara.


Ia melirik gelas yang berbuih dengan suara besar,


"Siaaal!" Umpat Alex.


"Siapa itu?" Suara seseorang yang baru saja masuk.


Alex segera naik ke lubang udara. Ia menjauh dari tempatnya, ia bisa mencium bubuk pemicu ledakan. Dan tak lama.


DOOM!


Ruangan itu meledak. Alex terpental dengan angin ledakan yang dahsyat. Suara peringatan adanya penyusupan berbunyi.


Di tempat lain,Camy dan Jo masuk ke dalam Owl Side. Ia melemparkan butiran-butiran yang akan menguap dan memenjarakan mereka di dalam sana. Membuatnya linglung.


Jo masuk Mont Side. Mereka telah menyelesaikan tiga perempat. Namun ledakan terdengar. Disusul suara penyusupan.


"Alex?" Elle memanggil. Namun Alex tak menjawab. Mereka mendengar Amberpun memanggil Alex, dan ledakan itu ditempat Alex.


"Alex? Kau bisa mendengarku!" Camy berkata dengan nada tinggi.


"Alex?" Suara Elle kembali terdengar.


Camy dan Jo bergegas bersembunyi, mereka melangkah ke arah FoxSide, dimana mereka belum sempat menyebar apapun disana.


"Iy, Iya, aku tak apa hanya terbentur." Alex menjawab. Wanita itu kembali bangun. 


"Aku tak sengaja melempar butiran Polut, entah kecairan apa, dan ledakan angin mementalkanku"


Elle sudah di tempat Alex. Memapah ke lubang anginnya. Ia mengaitkan pinggang Alex pada tali otomatis yang dapat menariknya naik. Lalu Elle menyusul sebelum pasukan elit datang.

__ADS_1


FoxSide memang tempat terakhir dan juga pintu keluar mereka berada. Derapan langkah para pasukan elit dengan senjatanya bersiap. Mereka bersembunyi masuk dalam lubang udara.


Memperhatikan dari cela besi penutup lubang angin. Camy memberi kode Jo agar mengikutinya. Mereka turun setelah pasukan itu menghilang.


"Mereka memasukkan robot kedalam lubang angin, mereka telah menduga keberadaan kalian, berhati-hatilah."


"Mereka telah berada di depan kami" Camy mengabari Amber. "Hajar saja kalau begitu"


BRAK!


Jo melempar seseorang hampir mengenai Camy.


"Ups … maaf" kembali Jo menghajar penjaga yang lain, yang terus menembakinya. Namun tembakannya terpental begitu saja. Ya mereka meminjam kekuatan sihir milik Bharat.


Ia hanya bisa membantu dengan itu, ia tentu tak bisa lagi bergabung dengan mereka untuk urusan seperti ini.


Senyuman Jo terlihat meremehkan. Ia menarik senjata milik lelaki itu lalu menembaki mereka.


"Mereka peneliti ilegal, bunuh saja!" Ucap salah satu pasukan elit. Mendengar itu.


Jo mengarahkan senjata yang ia pegang ke kepala pasukan elit. Dan letusan terdengar bercampur hancurnya kepala si pengucap.


Brugh!


Jo melangkah perlahan, dengan tembakan yang memberondong dirinya dan Camy. Camy pun mendatangi salah satunya. Ia menendang dada pasukan elit dengan keras.


Pasukan elit itu jatuh terduduk terseret ke belakang beberapa langkah. Pasukan itu berusaha berdiri.


Camy dengan gesit sudah berada didepan wajah pasukan elit itu. Dan memegang batang leher, bersiap membantingnya.


Ia bangkit dan tersenyum, Camy menyerang teman si pasukan elit. Dengan belati. Membuat satu dua goresan pada lengan pasukan itu.


Serangan Camy intens dan pasukan itu kewalahan, Lalu terakhir ia menancapkan belati tajam itu pasa dada. Camy mengakhirinya dengan cepat. Begitu melihat pasukan elit yang di serang sebelumnya. Ia berdiri dengan senjata listrik.


Camy yang gesit mampu berada di belakang pasukan itu dan menyayat titik vi tal dilehernya.


"Ar, Ark!" Tangan pasukan itu menutupi luka di lehernya yang menganga, Darah segar menghambur membasahi dinding juga lantai.


*


*


*


"Mereka berulah" Patrik melihat kamera cctv yang telah diperbaiki. Tak ada yang bisa menghancurkan pencapaiannya.


"Lepaskan Robot toples!" Perintahnya.


"Baik Tuan" mereka mengoperasikan untuk aktifkan robot-robot itu.


Dan Amber dan Jenny, masih santai di tempatnya, menunggu mereka mengaktifkan robot toples, dan apa yang mereka tunggu datang juga.

__ADS_1


Mereka mengambil joystick. Membiarkan Robot itu mulai bergerak mencari keberadaan mereka. "Kau yang mana?" Ucap Jenny.


"Yang itu sepertinya kuat"


"Kalau begitu aku yang itu saja." Ucap Jenny. Mereka memang bosan. Tidak dipeebolehkan ikut pertempuran.


Mereka menatap layar yang menampilkan semua cctv, dengan robot yang mulai berhamburan.


"Mereka masih mencari keberadaan kita." Amber mengunyah berondong jagungnya. 


"Kita mulai?"


"Siap" mereka mengenakan kacamata khusus untuk tahu mana robot milik mereka.


Satu robot matanya berubah memerah dan hanya mereka yang dapat melihatnya. Mereka menekan joystick dengan asik. Membuat kerusuhan antar robot yang saling serang.


Membuat robot itu memisahkan kepala teman-temannya.


"Kita coba ala pesilat jadul"


"Hyaaaah" Amber menendang kepala robot yang ia incar hingga terputar ke belakang. Lalu menoel hidungnya dengan jempol. Dengan bibir mengkerut. Alis yang dinaik-naikkan.


"Kalian ini" suara terdengar dari earpiece-nya. Druw dan Clara melihat kelakuan mereka hanya menggeleng.


"Harusnya kau ikut Druw, kapan lagi di pertempuran kau malah disuruh untuk memainkan permainan"


Amber mengangkat joystick miliknya, mencari posisi enak.


"Pakai jurus apa lagi ya?"


"Ah aku tahu" Jenny ikut,


"Bagaimana kalau begini" 


Robot Jenny berhenti didepan salah satu robot dan mulai mencolok mata si robot dan membuat si robot targetnya membungkuk.


"Lalu begini" 


Robot Jenny menendang 'anuinainu' milik si robot, yang membuat robot itu menunduk  mundur dan terakhir layaknya petarung ring, robot Jenny memegang kepala lawan dan membantingnya.


"Jurus melawan lelaki genit"


Jelas Jenny bangga.


"Astaga" Ucap Druw yang tak habis pikir dengan rekannya itu. Clara hanya terkekeh.


Robot mereka mengincar kepala belakang robot lain dan menembaknya. Dengan seketika tumpukan rongsokan tercipta.


"Sangat menyenangkan" sorak Jenny.


"Guys, aku perlu bantuan" 

__ADS_1


Alex tersudut. Nada suaranya putus-putus, ia tersengal. Peluh membasahi wajahnya. Menatap para robot yang mengincarnya.


Tbc.


__ADS_2