
Bossnya hanya melepaskan semua atribut lab dan "Ini tunggu besok, nanti kita lihat lagi hasilnya" Setelah mengatakan itu, Bonrt Marky pergi begitu saja diikuti petinggi Monts Side yang juga kebingungan sama seperti para peneliti di lab itu.
Para peneliti membawa kotak itu dengan hati-hati. Dan meletakan dalam inkubator. Lalu meninghalkan dalam pengamatan dari luar.
Mereka masih saling bertatapan, ya boss mereka memang aneh menuju gila. Dan selalu diluar nalar mereka. Ya mau apa lagi diluarnalar mereka sekarang menjadi sebesar ini. Sebutlah Nokturnal, dengan segala macam didalamnya.
*
*
*
Panen bunga yang dilakukan Bharat dan Jenny dirumah Daniel menghasilkan banyak timbunan pada pendingin raksasa milik Daniel. "Sekarang aku bisa lega! Terima kasih untuk kalian" Daniel menghempaskan tubuhnya pada sofa empuk ditengah ruangan.
"Kami tak melakukan apa-apa, mereka yang melakukannya" Jenny melihat robot yang berlalu lalang, sejak merek disini.
"Bisakah aku mendapatkan mereka" Mereka mendapat klien baru. "Boleh nanti kami kirim padamu berkas adopsinya" DarkHole menggunakan adopsi pada setiap robot yang mereka buat untuk para klien.
"Lalu apa yang kalian inginkan?"
"Black Mopia" Bharat menjawab, Jeda lama "ada, ayo" Daniel beranjak, ia tahu Black Mopia memiliki kegunaan level tinggi apalagi mereka datang karena Loreen. Jadi bukan main-main.
"Kalian ingin menyembuhkan penyakit apapun akan sembuh kalau kalian mengekstraknya"
Bharat dan Jenny hanya mengangguk sambil mengikuti Daniel. Ia sampai didepan pintu hitam. Daniel membuka pintu, hawa sejuk keluar dari dalam ruangan. "Black Mopia itu sangat tricky, bentuknya mirip chocolate cosmos yang membedakan putiknya berwarna hitam."
Terbentang berladang-ladang Black Mopia.
"Mari... kalian bisa mengambil sesuka kalian, sekalian bantu memanennya" Daniel mencabut sampai akarnya, mengambil bunganya dan menggunting tangkaiannya.
Mereka mengikuti hingga mendapat sekantong besar dan itu jatah yang diminta oleh Jenny dan Bharat. Daniel mengangguk.
__ADS_1
"Kami juga memiliki alat untuk mengekstrak menjadi cairan, jika kalian berkenan, kalian bisa melakukannya disini"
"ini alatnya" Daniel menunjukan sebuah alat besar dibalik tembok, "Ini membutuhkan waktu setengah hari sampai sehari saja"
"Bisa kalian masukkan disini dan besok bisa kalian ambil" Bharat mengangguk, "Boleh juga, ini akan menyingkat waktu pengerjaan, Jen, bawa kesini karung itu, kita bisa kembali dengan cepat"
Daniel menyalakan mesin pengekstrak itu, dan menambahkan beberap karung bunga Black Mopia.
"Terima kasih kalian sangat membantu, mari sekarang akan kami jamu kalian layaknya tamu sesungguhnya" Daniel berjalan duluan. Merasa tak enak sebenarnya, Mereka batu tiba, dan Daniel meminta bantuan mereka memanen. bukan hanya satu dua lahan panen, tapi semua dan mereka malah memberi bantuan yang sangat amat dibutuhkannya.
ia bisa memenuhi permintaan bunga untuk kliennya untun beberapa bulan ke depan.
*
*
*
"KENAPA BISA GAGAL! KALIAN TAK BECUS HANYA UNTUK MENJAGA SEMALAMAN SAJA TIDAK BISA!" teriak boss mereka Bornt Marky. Dilihatnya kotak itu tampak seperti terbakar. Seorang bergetar hebat. Ia sangat takut. Karena saat itu shift malam. Tapi ia tak tahu mengapa bisa seperti itu. "Pecat semua yang bertanggung jawab." keji dan kejam. tanpa pandang bulu yang telah gagal ya gagal. Dan semua yang ada disekitar kegagalannya terkena imbas.
Setelah mengatakan itu ia meninggalkan lab. Merasa marah. Formulanya gagal lagi.
Ia ada di ruangannya. Duduk di tempatnya, memijat pelipisnya, warna sudah sama, bahan sama, lalu apa lagi? Kenapa semua terasa susah. Wajahnya menengadah. Pasti anak Aldy itu menyembunyikan sesuatu.
"Hendrik cari berkas Formula Itu secepatnya, harus akukah yang harus turun tangan langsung!" Masih terasa amarah.
"Baik Tuan"
Ting!
Bornt Marky mengernyit kenapa formulanya bisa berbeda dari yang ia ingat. Apa ada penyusup. Sial! Aksesnya ke komputer utama, tak bisa masuk kesana. Merasa data pada komputernya bermasalah dan sebagian tak sesuai. "Jason, ada penyusup! BAGAIMANA KAU BEKERJA!!" teriak Bornt Marky. Hari buruk!
__ADS_1
Virus dari Amber menyebar ke Komputer utama Nokturnal, terima kasih untuk Jo yang memberikannya ide, dan jangan salahkan dia, dia hanya membalas pada siapa yang mengusik maha karyanya, atau yang ia sebut anaknya.
Virus ini akan beranak pinak dan menyebar cepat, maka merka harus jeli dimana bug yang dengan lincah dan gesit suka berpindah. Virus ini bernama, "Temukan aku, atau say bye to your data" di tempatnya sekarangsenyiman manis tersungging pada bibirnya. ia memantau perkembangan virusnya.
"Virusnya berkembang biak dengan cepat Tuan, kita memerlukan waktu untuk pulih, sepertinya ini sebuah serangan balasan."
"Balasan? Jadi maksudmu kita menyerang mereka duluan?" Lirih Bornt memahan geram, siapa yang berani! Tanpa komando menyerang lawan perusahaannya, dan berimbas pada perusahaannya ini.
"Iya tuah" jawabnya takut-takut. Ia melihat wajah Bornt Marky yang tak bersahabat. Memerah dengan mata melebar. Otot kepalnya menyebul. Seperti menahan gejolak kemarahan yang besar.
"Cari siapa yang dengan baik hatinya melakukan serangan tanpa dah bahkan melapor padaku. Siapa si kurang ajar itu yang berani menumbalkan Nokturnal. Cari dia Jason!" Perintah mengerikan. Sangat.
"Baik Tuan" Meninggalkan Bornt sendiri, tangan Bornt mengepal erat, kemarahan membumbung tinggi bukan karena pengusup masuk dan menghancurkan data tapi anak buahnya yang bertindak layaknya ia pemilik Nokturnal dan bisa semau hati melibas tanpa melihat aksinya menimbulkan apa pada Nokturnal.
Dan dipastikan di luar ruangannya semua Nokturnal bingung, data mereka yang hilang, terberai, acak-acakan, juga dimanipulasi, menghambat kerja dan sistem Nokturnal, yang setiap detiknya bisa meraih trilyunan dolar itu. Tentu kerugian ini akan berdampak besar bagi Nokturnal Corp.
"Tuan" Suara ketukan dari pintu ruangannya. Masuk kedalam Mr. Ruler.
"Tuan untuk kembalinya Black Sea, apa saya tak salah Theo yang akan menggantikan Lamorna untuk sementara?"
"Kau kemari untuk memestikan ini? Seluang itu kau, hingga ini saja kau tanyakan padaku yang sudah jelas kau membaca perintahku."
"Baik Tuan saya permisi dulu" Mr. Ruler. Berbalik, memikirkan kenapa dia yang disemprot? Kesal Mr.Ruler.
"Bagaimana?" ternyata Lamorna menunggunya tak jauh dari ruangan Boss mereka.
"Sudahlah serahkan saja Black Sea pada Theo, ini untuk sementara" Balas Mr. Ruler yang menjauh. Keputusan final dari si Boss.
"Aargh" geram Lamorna. Tidak berguna! Sia-sia ia jadi penjilat lelaki tua seperti Graham Ruler itu. Lihat saja, jika aku tak bisa mendapatkan tempatku di Black Sea maka dia pun akan kubuat sama tidak tenangnya sepertiku sumpah serapa Lamorna pada Mr. Ruler.
Bornt Marky di ruangannya membaca berkas-berkas penelitian. Dan mendapatkan apa penyebabnya gagal walau masih asumsi, ini rahasia rahasia si batu meteor. Ia segera menuju labnya sendiri ia akan membuat formulannya sendiri. Ia telah siap, menelitinya sendiri.
__ADS_1