
Aula luas disana, Marky berdiri di lantai atas. Melihat barisan Robot yang berjajar rapi. Ia mengaktifkan mereka. Mata mereka menyala dan siap menerima perintah majikannya.
Mereka siap melakukan apapun untuk majikan mereka, robot perang milik Nokturnal.
"Bawa seperempatnya saja untuk menyerang mereka."
"Ke mana Tuan?"
"KE HIDE DOME!!!" bentakan keras Marky. Ia sangat kesal dengan Juan yang tak secepat tanggap Ruler juga Rolan.
"Ke mana Rolan? Lama sekali dia!! Suruh dia kembali!" Perintah kesal Marky.
Juan hanya menggeleng sepeninggal Marky. "Gerombolan datang!"
Juan menginformasikan pada sebrang, "Persiapan siap!" Balas pria di sebrangnya.
"Kita siap menyambut tamu tak diundang itu" tatapan tajam dengan pakaian hitam, Pria itu mengenakan topinya yang juga hitam.
Di tempat lain Joana mengangguk pada Riby juga dan yang lain yang berjaga didepan. Sedangkan Camy sedang duduk di ruangan santai, dambil mendengar percakapan Juan dengan Joana.
Seorang Pria menepuk punggung Jenny yang bersembunyi di ujung hutan luar terowongan.
"Kau datang" Jenny mendengus, "Aku janji akan membantu kalian, kenapa kau selalu tak percaya?" Pria itu memasang sarung tangannya.
"Karena kalian sama" Jenny menjawab acuh, "Kami DARI tempat yang sama hanya tidak dengan visi misi" tagas lelaki itu.
"Mereka datang" Jenny melihat gerombolan pasukan robot yang sudah berbaris siap penyerang tunggu aba-aba dari sang bos.
"Rolan! bukannya dia sedang ditugaskan untuk Monts Side! Marky kau memerintahkan tanpa permisi" Pria itu adalah Marzon Wright. Ketua pasukan elite pada semua Side.
Monts Side sendiri memiliki Hudson Cane dibawahnya, Semua Side memiliki pasukan elitnya, seperti Foxes Side ketua pasukan elite sekarang di pegang oleh Rolan William, Bats Side pasukan elitenya di ketuai oleh Darius Wales yang juga kaki tangan Lamorna. Dan di Owls Side ada Juan Farrel.
Selain ada Marzon disana juga ada beberapa dari pihak Nokturnal yang memberontak karena kebijakan Nokturnal yang semakin aneh beberapa tahun belakangan ini.
Kebanyakan dari Owls Side juga Monts Side. Ada Clara Era juga Mariah yang sedikit melambai pada Jenny yang terkejut.
"Kau bawa mereka? Clara era juga mariah?"
"Jangan merendahkan mereka, mereka pasukan eliteku! Kemampuanmu dibawah mereka!
__ADS_1
"Kau yang sekarang merendahkanku! Cih!" Kesal Jenny.
"Aku hanya tak menyangka wajah selugu dan cantik layaknya barbie itu?"
"Kau terlalu melihat fisik Jen, sudahlah kau fokus saja, msreka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Penasaranmu membuat kau tak fokus Jenny" Marzon mengambil teropong milik Jenny dan memantau pegerakan nokturnal.
Monts Side dan Owls Side terpecah menjadi dua, juga mutan dari Bats Side yang terima dengan kebijakan Nokturnal yang membuat anggotanya meresa tertekan dengan adanya diskriminasi yang jelas-jelas terlihat namun sebagian mereka seperti buta akan itu.
Apalagi sejak DarkHole masuk ke Nokturnal juga Jenny yang melawan ketua Foxes Side yang arogan. Juga anggotanya terpengaruh arogan, sombong dan semena-mena.
Banyak orang yang muak namun tak bisa apa-apa. Namun sejak adanya ExSide. Gerakan bawah tanah yang di ketuai Marzon Wright, banyak orang yang ikut bergabung, seperti Clara Era juga Maria salah satunya.
Di ExSide mereka dilatih beladiri juga bersenjata itu wajib. Karena mereka memerangi orang dengan pengaruh besar tak mungkin mereka harus bisa menjaga diri mereka sendiri.
"Oh itu yang kita tunggu dia datang" Camy mendengar. Walaupun begitu ini membuat Camy tegang.
Pasukan Nokturnal maju dan mulai menyerang penjaga Hide Dome.
"Mereka masuk, aku akan menyerang mereka Cam" Jenny melihat Marzon menganggukan kepalanya.
"Ya biarkan mereka masuk"
Karena terdapat chip disana. Dan itu sasarannya. Dengan gesit Jenny nembaki puluhan robot, "Jen ini pasukan nomor lima ia hanya menembak dan tak melawan tapi kau harus tetap waspada, aku dengar mereka juga membawa beberapa pasukan nomor empat juga tiga"
"Aargh" Jenny mundur beberapa langkahnya, ia melihat robot dengan wajah menegkleng kearah, mata merah, dan berkedip lugu.
"Siaalan kau! Harusnya kau beri aku tahu aku lebih awal." Jenny meringis dan langsung dengan cepat mendekat dan menempelkan pistol laser pada kepala pasukan robot nomor empat.
"Maaf" kekeh Marzon.
"Apalagi? Keleuarkan semua yangbkau tahu tentang pasukan rongsok ini"
"Yang nomor tiga mereka lebih luwes, mereka bisa berbi---"
"Kau mau tahu kami!" Dari arah belakang. Dan mencengkram leher Jenny hingga ia terangkat dari tanah.
"Eeugh ... " Jenny mencoba menendang namun robot itu tak berpengaruh.
Cekikan robot itu semakin lama semakin kencang, Jenny tak bisa bernafas. Jenny berusaha keras melepaskan cengkraman tangan si robot.
__ADS_1
Kesadarannya hampir saja hilang, debaran jantungnya kencang, tangannya uyang lemas berusaha menjangkau kepala si robot namun dengan cepat robot itu tepis. Laser merah berada di kepala si robot dan ...
Ztes!
BRAAKK!
"Ughuh ... Ughuh ... Hah ... hah ... " sesak, Jenny duduk dengan meraup semua oksigen di sekitarnya.
"Jen are you oke!" Ia menendang robot yang mencekiknya, yang terkapar di tanah.
Jenny mengangguk, masih susah bersuara, nafasnya masih tersenggal. Tapi tangannya selalu awas dan menembaki beberapa robot lainnya.
Ia bersembunyi, menyiapkan diri bertemu beberapa robot nomor empat juga yang ketiga.
Kembali mereka berjibaku dengan puluhan robot yang terus menembaki mereka. Yang masuk lewat depan dengan perlindungan hanya ada Theo. Jenny tak melihat adanya Wina, Willow ataupun Marky. bahkan ia menunggu Lamorna atau juga Leonidas.
"Aku melihat Wina juga Willow lewat tempat ia kabur kemarin, dasar, mereka mengira kita tak akan tahu Camy, sungguh naif sekali." Amber dan Druw berada di DarkHole memantau.
"Dan Miss Becs ini tak tahu dengan virus yang akan mengeroggoti robotnya ini."
"Cam jadi kau akan boarkan mereka menang?" Druw menatap lurus pada layar.
"Hah! maksudnya?" Joana yang juga berjaga di DarkHole terkejut. "Pantas kami masih disini" ucap Amber. Akhirnya ia mengerti strategi Camy.
"Tolong diperjelas?"
"Memang kau tak heran mengapa Camy tak melibatkan kita dalam pertarungan ini? selain ada pihak lain yang membantu juga karena ini strategi Camy yang akan mengalah." jelas panjang lebar Amber dan tak mengurangi kerutan diwajah Joana.
"Mengalah? kenapa Cam!" Seruan keras Jo tak terima. "Banyak mereka yang berkorban!"Seru keras Jo.
"Aku telah mengirimkan banyak para medis. Kau tanang saja, semoga tak ada korban jiwa dari kita tapi aku pikir itu mustahil." Druw masih menatap lurus pada layar. ia sebemarnya tak setunu dengan rencana ini ia berpikir sama seperti Jo.
Dalam video terlihat Theo dan Wina juga Willow telah masuk dalam Hide Dome. Juga Rolan yang melindungi mereka dari pasukan DarkHole.
"Okay kita lanjutkan nanti, aku akan menyambut tamu kita"
Camy berdiri di kursinya. pintu ruangannya terbuka.
"Selamat datang di Hide Dome" Mata pertama yang mentap Camy nyalang dengan pistol ia todongkan pada Camy. Camy hanya tersenyum dengan beberapa laser merah mengarah kekepalanya.
__ADS_1
tbc.