DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 33


__ADS_3

Penculikan Willow menghebohkan Giant Pipe pasalnya wanita itu tergolong tangguh.


Troto mengerahkan semua anak buahnya.


"Lacak dimana terakhir Willow menggunakan Moto" ucap Troto pada Tim pelacak.


"Terakhir Moto anda terlacak di gudang tua daerah pesisir Utara Tetua"


"Kirimkan koordinatnya padaku dan tim pencari." 


"Baik Tetua." Troto keluar dari ruangan pelacakan. Ia berpapasan dengan Resta.


"Tetua, kami mendapatkan keberadaan Tyac di sekitar pesisir Utara."


"Sekarang siapkan tim center kita ke pesisir Utara." Troto memerintahkan Resta.


Persiapan tim Center didampingi dengan tim utara. Mereka bertanggung jawab atas wilayah mereka. Olugi mengokang laras panjangnya.


Mereka telah siap dengan peelengkapan masing-masing. Troto melibatkan Honduras di dalam kasus ini. Yang terlihat berhubungan dengan kasus yang mereka selidiki. Kasus penyusup di Giant Pipe.


Kendaraan silih berganti keluar dari Giant Pipe mereka menyebar menuju tempat terakhir Willow terlacak.


"Pulau Hen bersih" pasukan menyusuri pulau-pulau disekitar pesisir Utara.


"Pulau Antra clear!" Laporan berdatangan,


"Pulau Rose, Amartor, Phara, bagaimana? Mereka 3 pulau terbesar."


"Belum ada kabar"


"Baik, yang selesai dengan misi bantu tim lain"


"Baik Jendral."


Derapan langkah memecahkan kesunyian pinggir laut. Cuaca mendung dengan angin kencang. Resta memberi aba-aba pada yang lainnya untuk memecah tim menjadi dua.


Satu mengikutinya dan satu mengikuti Zale. Ya ia ikut dalam tim center. Zale dan lainnya mengangguk dan mengikuti arahan Resta.

__ADS_1


Resta dan tim mengulurkan senjatanya. Siap menembak jika musuh menyerang. Laser yang keluar dari ujung senjata mereka membidik apapun yang berada di depannya.


Waspada. Kembali Resta memberi arahan timnya untuk  berhenti melangkah. Ia mendengarkan sesuatu diujung ruangan gelap dan luas itu.


Banyak besi tua dari sisa sisa kapal betebaran.


Dor! Dor! Dor!


Tang! Tang! Tang!


Resta dengan cepat mengarahkan pada anak buahnya untuk bersembunyi. Serangan senjata api mereka dapatkan. Peluru terpental dari besi kapal menimbulkan percikan api karena gesekannya.


Sisa oli yang tumpah terkena oli pun ikut terbakar. Derapan langkah dan serangan senjata mengisi gudang kosong itu.


"Hargk!" Pekik pasukan, darah mengalir dari dahinya. Banyak pasukan yang tumbang. Resta dan tim center masih maju terus melawan ribuan peluru yang berterbangan.


"Ahg"


Tubuh Olugi terpelanting. Ia tersungkur pada lantai becek oli kapal itu. Zack dengan cepat menyeret rekannya itu untuk bersembunyi. Bahu Olugi tertembak. Darah segar mengalir bersamaan desis menyakitkan.


Zack melihat kernyitan Olugi menahan sakit pada bahu yang tertembus peluru.


Terlihat benda lempeng mirip koin dengan lampu merah berkelip. Resta meraihnya. 


"Alat lacak."


"Cepat cari! Moto ketua!" Perintah Resta pada anak buahnya. Mereka kembali menyusuri ruangan. Setelah mereka melenyapkan para penyerang.


Di pesisir mereka tidak menemukan apapun hanya ada alat pelacak.


"To … tolong! Kap … mi … DAR!"  Suara ledakan terdengar dari earpiece mereka.


"Itu siapa? Cepat lacak keberadaan mereka!"


"Mereka Tim tenggara, tim Kapten Dengan mereka ke pulau Phara" King menanggapi.


"King bawa timmu kesana bersama tim Resta"

__ADS_1


"Aku dan Troto akan membantu ke Pulau Rose." Jendral Honduras memberi perintah.


"Sisa tim ke Amartor"


"Baik Jendral" mereka mengikuti perintah Honduras.


Mereka berpencar dengan kendaraannya menuju pulau-pulau yang dicurigai tempat menyekap Willow.


*


*


*


Sosok wanita dengan tubuh berlumuran darah berdiri menenteng senapan laras panjangnya.


Penampilannya acak-acakan. Ia berhasil menumbangkan musuh yang menghadangnya. Ia terbangun dalam ruangan penuh dengan air yang dalam sekejap ia ledakkan.


Air tertumpah, begitupun ia yang ikut terbawa air ke lantai. Willow terbatuk. Akhirnya ia bisa bernafas. Tubuhnya basah. Rambutnya menutupi sebagian wajahnya.


Willow mencoba berdiri. Menatap sekeliling. Banyak barel anggur disekitarnya. Ia berjalan tertatih.


Dor! Dor!


Tang!


Willow kembali bersembunyi. Ia menatap sekeliling mencari alat yang bisa untuk membantunya melawan musuh di depannya.


Ia menemukan kayu berbentuk dayung, Willow mengambil kayu itu disela-sela barel.


"Hyah" Willow mengayunkan kayu itu langsung ke kepala salah satu banditnya. 


"Ja l4ang sialaan!" Teman si bandit menyerang wanita itu. Tapi si bandit kalah cepat. Berakhir dengan Willow memutar kepala sibandit kebelakang. Willow memyeringai menatap sosok wanita didepannya.


"TIKUS BRE NGSEK! Hama memang menyusahkan!" Umpat wanita itu.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2