
"Biarkan dia menyusup, kita lihat apa yang akan diperbuat!" Esmas menatap Pina.
"Aku telah mengiriminya virus level medium dad"
"Kita tunggu, ia pasti akan menemuimu kembali" Camy akan tinggal di kediaman Collen. Tidak seperti di DarkHole, ia kecolongan. Ia tidak akan tinggal diam, Walabi tidak akan bernasib seperti DarkHole.
Braxton. Apa sebenarnya mau orang itu. Juga dengan eksperimen gilanya. Camy menyimpulkan, rencana yang pernah ia temukan saat ia menyusup ke Nokturnal adalah milik Braxton.
"Aku akan segera menghubungi Simon, dan aku akan disini lebih lama." Camy memberitahukan rencananya.
"Wah bibimu pasti akan senang"
"Yah mungkin Mom akan mengadakan pesta besar-besaran." Pina berkomentar.
"Penyambutan anak kesayangannya" goda Kola pada Camy.
Duk!
"Ough ... " Camy menyikut perut pria itu. Kola menyengir sambil menggerutu.
"Tega sekali kau ... tapi kau lihat saja perkataannku pasti benar, adik kecil" Kola terkekeh tangannya mengacak rambut Camy.
"Sudah! Benar Camy bibimu merasa mendapat lotre jika mendengarnya nanti" Camy meringis mendengarnya, ia membenarkan apa yang tiga pria didepannya ini katakan.
"Aku akan mengambil pakaianku dan kembali kemari" Camy beranjak dari tempatnya, memeluk satu-satu pria didepannya, dan menghilang dari balik pintu.
*
*
*
Camy kembali ke bukit Rfizt disana ia langsung menuju tempat Daniel. Ia bertemu dengan Alex di laboratorium, tapi ia tak melihat keberadaan Daniel.
"Alex kau lihat Daniel?" Sapa Camy yang telah mengenakan pakaian lab lengkap.
"Ah kebetulan sekali kau disini!"
"Kemari Cam, coba kau lihat ini" Alex menggeser alat mikroskopnya. Camy melonggok kearah teropong alat itu.
"Kau pasti familiar kan?" Alex bersendekap, ia menunggu respon Camy. Camy menggeser tubuhnya lebih dekat kearah alat itu dan memainkannya. Ia memutar bulatan disamping alat itu.
Membesarkan gambar dan fokus pada beberapa partikel yang terlihat seperti jentik nyamuk bergerak lincah dan berkerumul.
"Ini seperti batu meteor, tapi apa itu yang bergerak?"
Klik!
Alex memindahkan gambar pada layar besar didepan mereka. Dengan laser ia menunjuk benda yang aktif bergerak.
__ADS_1
"Ini masih ku teliti, namun benda lincah ini, berkembang dalam batu meteor yang tak sengaja aku teliti. Aku membuat ini beberapa minggu yang lalu."
Camy menerima map biru yang diserahkan Alex. Ia membaca dan menatap tajam ke Alex. Alex tahu apa yang Camy pikirkan. Kemudian ia mengangguk.
"Monster, mahkluk lincah ini seperti kelaparan. Ia melahap daging itu dengan cepat, dalam waktu kurang dari dua puluh menit, daging segar itu membusuk."
"Dan ini, kau akan lebih tercengang," lagi Alex menyerahkan berkas lagi pada Camy.
Camy mengambil kursi Alex. Dan menekuni bacaannya, "Zombie?" Ia menatap Alex sekilas dan kembali fokus pada berkasnya.
"Iya, ini video perkembangan Kimura, tikus percobaan, ia menjadi lebih agresif, tubuhnya dikendalikan oleh mahkluk lincah itu." Jabaran Alex,
"Sebelumnya ia sudah tergeletak. Kupikir ia mati namun beberapa detik ia kembali hidup dan kembali terlihat---dalam tanda kutip---normal padahal tidak"
Alex menjelaskan, saat mengatakan kata terlihat ia membuat tanda dengan mendekatkan tangannya ke kepala, Camy melihat pada layar didepannya.
"Dan ya, gejala awalnya persis seperti Lamorna dan para petinggi Black Sea yang saat itu kita tahan."
"Dan Antidotenya, Tunggu ... ini masih perkiraan, aku telah menyuntikan virus yang kau buat untuk memulihkan mereka dari kebekuan, ke tikus lain sebelum ia berevolusi"
Alex berjalan kearah meja lab dan mencari sesuatu, ia membuka lembaran berkas yang berantakan di mejanya, ia menemukannya dan menyerahkan pada Camy.
Camy menerimanya, "Tunggu, sebentar" Alex berjingkat cepat membuka laci demi laci, ia berjalan kearah lemari pendingin dan mengambil sebuah kotak disana.
Ia membuka kotak disana terdapat, botol-botol kaca kecil, dengan label nama mengelilingi botolnya, Alex menutup kotak itu, sepertinya yang ia cari tak ada disana.
Dan mendekati benda berbentuk seperti penanak nasi, ia membukannya ternyata beebeda, didalamnya terdapat empat lubang kecil dan masing-masing lubang terdapat tabung-tabung kaca yang berisi cairan hasil penelitian Alex.
Ia menyerahkan satu tabung pada Camy. Camy melihat tabung itu. Ia mengenalinya, ini virus yang ia buat dulu, saat mengembalikan kebekuan yang ia buat.
"Maaf, ini hanya opini, aku merasa jika mahkluk lincah itu bisa mematikan secepat itu, kenapa mereka tidak terdampak? Emm ... maksudku, Lamorna Cs."
"Mereka harusnya menjadi zombie? Atau mereka telah mengetahui tntang efek samping ini dan mereka memiliki antidotenya. Penelitianku masih berjalan." Alex menyerahkan lagi selembar kertas.
"Okay, ini masalah besar, Tapi aku harus tinggal kembali di kediaman Collen"
"Kau beritahu perkembangannya, Kau lihat Daniel?" Camy berdiri dari duduknya.
Otaknya sedari tadi berputar, dan ia memiliki perasaan yang tak enak mengenai ini, juga kaitan dari kejadian yang terjadi belakangan ini.
"Ia ada di labnya, ia selalu berdiam diri disana, entah penelitian apa yang membuatnya bertapa disana, dan tak membaginya pada kita, disini" kesal Alex, Karena keisengannyalah Alex dapat menemukan efek samping mematikan dari meteor itu.
"Baiklah, aku kedalam dulu" Camy pamit dengan Alex yang melanjutkan penelitiannya.
"Daniel, apa aku boleh masuk?"
"Masuklah Cam, aku sudah mendengar sangat jelas keluhan rekananmu diluar sana" Daniel berbicara dengan fokus pada alat didepannya.
"Yah mungkin ia merasa seperti pengangguran mungkin, kau harusnya memberikannya pekerjaan Daniel" Camy tersenyum, melihat perang dingin antara rekannya ini.
__ADS_1
"Sudah, tapi dia tak mengerjakannya" pria tua itu terus berkutat dengan alatnya, fokus, ia berbicara tanpa melihat Camy sedikitpun.
"Aku sudah mengerjakannya, Pak tua! Memanen lagi, lagi, lagi, daaannn lagi ..." teriakkan dari luar, Alex bersungut kesal.
"Nah, itu pekerjaan yang aku berikan pad---"
"Kau! kau menyebalkan pak tua!" Alex sudah ada didepan pintunya kemudian melesat keluar lab. Ia butuh melemaskan otaknya. Membuang stresnya, Bosan, namanya juga pengangguran.
"Dasar bocah nakal!" Daniel melepaskan sarung tangan karetnya.
"Kau juga senang sekali menggodanya, Daniel" mereka pun tertawa,
"Daniel, aku perlu bertemu dengan Simon, aku ingin membuat shield untuk kediaman keluarga angkatku"
"Apa mereka mengincar Walabi?" Daniel tahu tentang Camy, Camy sendiri yang menceritakan padanya.
"Kalau itu, kau tinggal bawa Bharat saja, sama seperti disini, Desa Arctos juga menggunakan shield yang sama, bedanya kalau disana hanya keturunan yang bisa memasuki desa itu."
"Kau pernah kesana?" tanya Camy, ia sangat penasaran dengan shield bukit Rfizt saat awal ia tinggal.
"Pernah, aku bersama Simon saat itu"
"Baiklah, kau tahu apa yang sedang Alex teliti, bukan?" Daniel mengangguk.
"Tolong bantu pantau, aku akan tinggal di kediaman Collen beberapa waktu"
"Tak perlu sungkan, serahkan padaku" Daniel beranjak,
"Dan ini kau akan senang membacanya" Daniel menyerahkan berkas dan Camy pamit.
*
*
*
Camy meletakkan berkas pemberian Daniel. Di ranjangnya. Ia telah selesai dengan kopernya dan menghubungi Bharat.
"Bharat bisa kau ikut denganku, aku ingin ke desa Arctos."
"Baiklah, kapan?"
"Sekarang, bisa?"
"Siap"
"Kita bertemu diluar" Camy beranjak mengambil koper dan berkas Daniel. Lalu beejalan keluar kamar.
tbc.
__ADS_1