
Marky bukan hanya menangani satu proyek besar saat ini, namun banyak, ia sedang melihat perkembangan Palm Strom anak perusahaan Walabi. Yang dijalan oleh Pina anak dari temannya, Esmas.
Setelah DarkHole menghilang,Nokturnal memproduksi sendiri robot toples dan memang tak secanggih robot toples milik DarkHole.
Ada beberapa kelemahan yang membuat Marky geram. Nokturnal merekrut berjuta ilmuwan yang paling hebat didunia. Namun hingga kini, robot toples yang mereka produksi tak sesempurna milik DarkHole.
Awalnya banyak komplen dari klien mereka tentang menurunnya kemampuan juga gerakan yang sering mereka temukan kaku.
Membuat Marky terus mengembangkan dengan membuat saimbara dalam perusahaannya, semua peneliti boleh mengutak-atik robot toples dan akan mendapatkan imbalam bagi mereka yang bisa mengembangkan lebih sempurna.
Dan komplain para klien sudah tak terdengar lagi. Tapi Marky masih belum puas. Ia mendengar desas desus dari kalangan atas Nokturnal, beberapa dari teman mereka menggunakan robot toplea dari Palm Strom membuat Marky tergelitik untuk mencoba.
Dan robot toples milik Palm Strom begitu sempurna, melebihi miliki DarkHole. Ia meminta Patrik untuk mencari tahu, pemilik dari Palm Strom.
Yang tidak Marky sangka Palm Strom adalah anak perusahaan milik temannya, Esmas. Ia dan Esmas adalah deretan generasi pertama pendiri Nokturnal, sama dengan Aldy, ayah Camy.
Marky mencoba mendekati Palm strom lewat Walabi, namun ia ditolak dengan halus oleh Esmas.
Ia tak menyerah. Robot toples, ia menginginkan blue print dari robot toples milik Palm Strom.
Patrik membawa banyak informasi yang berguna. Ia telah menyelimapkan satu orang anak buahnya untuk masuk dalam Palm Strom.
Patrik mendekati Jack, sekertaris Pina, Yang memegang kuasa pada Palm Strom.
Pina ia masih bau kencur untuk menyeriusi bisnis seperti Nokturnal. Dan ada dirinya sebagai lawan.
Marky sangat meremehkan kinerja Pina. Ia terlalu percaya kepada tangan kanannya. Karena selama ini Pina disibukan dengan dua perusahaan, Wlabi dan Plam Strom, dan Plam Strom ia percayakan pada tangan kanannya. Yaitu Jack.
Tidak ada bisnis yang tidak kotor bukan, kesempatan datang saat Jack sekertaris Pina mencari pengganti sementara. Dan Patrik merekomendasikan Helga.
Helga yang dengan sengaja menerima kontrak Nokturnal. Dan Marky tak akan memutuskan kontrak itu sebelum ia mendapatkan apa yang ia mau. Blue Print Robot Toples.
Kembali pada Marky yang mendapatkan laporan dari Helga. Plam Strom sedang banyak memproduksi robot toples.
__ADS_1
Dan sebagian sudah dikirim pada si pemesan. Bahkan sebelum ini mereka menambah gudang, karena produksi robot toples meningkat tajam.
"Patrik suruh Helga menyelidiki lebih dalam, kau juga cari tahu siapa pemesan robot-robot toples itu"
*
*
*
Seseorang mengendap-endap masuk dalam ruangan. Ia mengeledah menyalakan layar besar dan mulai mengopi semua data.
Ia juga mencari sesuatu yang lain, tapi sayangbia tak dapat menemukannya, ia bisa melihat dari alat pengintaiannya, si target akan mendekat. Dengan cepat ia melepaskan sambungan tepat saat sang target masukndalam ruanganya.
"Helga, apa jadwal saya hari ini."
Pina berjalan menuju mejanya. Helga menatapnya dengan pandangan datar. Tak ada rasa gugup.
"Hari ini pesanan Nokturnal akan sampai. Dan juga, rapat dengan Nokturnal setelah makan siang. Dan membahas apa pendapat mereka mengenai produk kita" Pina hanya mengangguk.
"Oke kau bisa keluar"
"Baik Tuan," Helga melangkah keluar, namun langkahnya terhenti.
"Kapan Jack akan kembali?" Helga, berbalik, "Seminggu lagi Tuan" "Baiklah" Pina menatap punggung wanita itu hingga hilang dibalik pintu.
Helga berkutat pada layar hologramnya, ia mengirim semua data yang ia ambil tadi pada Patrik. Ia hanya memiliki waktu seminggu lagi.
"Hai Helga Pinanya?" Camy datang, Helga menghentikan pekerjaannya. Ia menatap Camy kemudian memberi Camy senyum segarisnya.
"Ada didalam Nona. Silahkan"
"Tidak sibuk kan?"
__ADS_1
"Tidak, pertemuan dengan Nokturnal nanti setelah makan siang,"
"Oh kalian belum memutus kontrak dengan Nokturnal? Tak apalah, barang yang mereka inginkan sudah dikirim kan?" Helga hanya mengangguk.
"Ya selesai setelah ini mereka dan Palm Strom tidak lagi berkaitan. Oke aku masuk dulu ya" Camy tersenyum ramah. Yang disambut anggukan dengan wajah datar Helga. Setelah Camy menghilang dibalik pintu, Helga menatap pintu itu dengan wajah tak terbaca.
Pintu ruangan Pina tertutup tak ada lagi senyuman di wajah Camy. Dingin.
Camy menggambil duduk di depan Pina, "Bagaimana?" Pina hanya mengangguk, kemudian pria itu menyugar rambutnya, lelah, pasti, namun ia tak akan kalah, Jack telah memberitahu Pina bagaimana ia bisa merekrut Helga,
Patrik, asisten Marky. Pantas saja, ia selaku kecolongan, banyak kliennya yang membatalkan sepihak robot-robot yang mereka pesan. Ternyata, sekertarisnya sendiri biang kerok dari masalah pada Palm Strom, juga tentang kontrak pada Nokturnal.
Perusahaan itu, menargetkan Plam Strom rupanya dan Pina tak akan tinggal diam. Pina beranjak, Camy mengikuti.
"Helga, kau tangani rapat dengan Nokturnal, tak ada perpanjang kontrak, mengerti, Saya akan ke Walabi untuk hari ini" Itu pertanda Pina tak akan ada di ruangannya. Kesempatan untuk Helga. Camy memasang senyum ramahnya.
"Ah lapar," keluh Camy.
"Kau belum sarapan?" Camy menggeleng,
"Mana sempat, keburu telat," Camy menggerakkan bahunya turun naik.
"Kola, bawa sarapan Mom ya, aku dan Camy akan ke Walabi" terdengar decakan,
"Camy belum sarapan ya sayang?" Suara Dorina menyambar sambungan. "Iya bibi," suara Camy memelas, "Astaga sayang nanti Bibi nitip Kola bawa semua sarapan" Dorina sudah menyuruh Dolores memasukan makanan pada kotak bekal.
Dan Camy bisa mendengar nada protes Kola yang belum sempat sarapan dan makannya sudah masuk dalam kotak bekal.
"Sudah kamu sarapan bersama saja dikantor, sudah sana berangkat" usir Dorina pada Kola terdengar dari sebrang.
"Mom, aku nyetir dulu, bye" Pina memutuskan sambungannya. Camy kangen dengan situasi seperti dulu.
"Siapkan kupingmu, Kola pasti akan mengomel sepanjang hari" Camy terkikik geli, dan mengangguk.
__ADS_1
Tbc.